Advertisements

Sistem Saraf tepi dan Saraf Tak Sadar

27 Feb

SISTEM SARAF TEPI/SISTEM SARAF PERIFER

tepi

Sistem saraf tepi yaitu sistem saraf tubuh yang meneruskan rangsangan (impuls) menuju dan dari sistem saraf pusat.

Di dalam saraf tepi terdapat:

  • saraf sensorik (saraf aferen)

Yaitu sekumpulan neurin yang menghantarkan impuls dari reseptor menuju sistem saraf pusat.

  • saraf motorik (saraf eferen)

saraf yang berfungsi menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat menuju efektor (otot dan kelenjar) untuk kemudian direspon.

Berdasarkan asalnya, sistem saraf tepi dibagi menjadi:

  • saraf kranial

yaitu saraf yang keluar dari permukaan dorsal otak

berjumlah 12 pasang yang diidentifikasi dengan penomorn Romawi.

Saraf nomor I, II, dan VIII merupakan saraf senosorik; saraf nomor II, IV, VI, XI, dan XII bersifat motorik, saraf nomor V, VII, IX, dan X bersifat sensorik dan motorik.

  • saraf spinal

yaitu saraf yang keluar dari kedua sisi tulang belakang

berjumlah 31 pasang.

Setiap pasang sarf spinal merupakan gabungan dari neuron sensorik dan neuron motorik. Kedua neuron tersebut keluar dari sisi tulang belakang melalui akar dorsal dan ventral. Neuron sensorik membawa impuls dari reseptor menuju sumsum tulang belakang melewati akar dorsal, sedangkan neuron motorik meneruskan impuls yang diproses dalam sumsum tulang belakangĀ  menuju efektor melewati akar ventral.

  • ganglia

yaitu kumpulan badan sel yang membentuksimpul saraf dan di luar sistem saraf pusat

 

SISTEM SARAF TAK SADAR/SISTEM SARAF OTONOM

Yaitu sekumpulan saraf yang mengatur aktivitas yang tidak kita pikirkan terlebih dahulu, misalnya pergerakan paru-paru, jantung, pupil, arteri, pencernaan makanan, dan kandung kemih.

Berdasarkan karakteristik kerja dan sistem saraf sadar dibagi menjadi:

  • saraf simpatik

serabut praganglionnya berukuran pendek, sedangkan serabut pascaganglionnya berukuran panjang

  • saraf parasimpatik

serabut praganglionnya berukuran panjang, sedangkan serabut pascaganglionnya berukuran pendek

saraf simpatik bekerja pada organ yang sama namun antagonis. Misalnya jika simpatik berperna meningkatkan aktivitas suatu organ, maka saraf parasimpatik berperan menurunkan aktivitas organ tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: