Advertisements

Vitamin untuk Melancarkan Metabolisme Tubuh

10 Jul

Uraian  tentang macam-macam vitamin adalah sebagai berikut.

Vitamin A

Vitamin A banyak terdapat pada minyak ikan, wortel, tomat, dan buah-buahan yang banyak mengandung pigmen karoten (berwarna merah). Vitamin A berfungsi untuk menjaga kesehatan mata. Kekurangan vitamin A menyebabkan gangguan penglihatan. Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan gigi dan tulang rapuh.

Vitamin B

Vitamin B banyak ragamnya, misalnya B1, B2, B6, dan B12. Vitamin yang mengandung berbagai macam vitamin B disebut vitamin B kompleks. Vitamin B banyak terdapat pada kulit ari beras, kacang hijau, kedelai, dan sayuran, yang berfungsi untuk melancarkan reaksi metabolisme tubuh, terutama reaksi pembakaran atau oksidasi. Kekurangan vitamin B dapat mengakibatkan penyakit beri-beri, kaki tangan kesemutan, dan persendian terasa pegal dan ngilu. Kekurangan B12 juga menyebabkan anemia (kurang darah). Oleh karena vitamin B larut dalam air, maka kelebihannya dikeluarkan melalui urin.

Vitamin C

Vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran. Vitamin C larut dalam air sehingga kelebihannya dikeluarkan melalui urin. Makanan kita hendaknya senantiasa mengandung vitamin C. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan penyakit gusi berdarah (skorbut).

Vitamin D

Vitamin D banyak terdapat pada susu, daging, dan sayuran dalam bentuk provitamin D (calon vitamin D). Cahaya matahari dapat membantu pengubahan provitamin D di kulit menjadi vitamin D. Vitamin D berfungsi dalam proses pembentukan tulang. Kekurangan vitamin D akan menyebabkan penyakit rakitis atau penyakit Inggris. Penderita rakitis memiliki kaki berbentuk O atau X. Kelebihan vitamin D disimpan dalam hati.

Vitamin E

Vitamin E berguna untuk mencegah oksidasi lemak tak jenuh (misal kolesterol), menjaga struktur sel-sel darah merah, dan menjaga keremajaan sel. Vitamin E dapat diperoleh dari kecambah, minyak tumbuhan, dan tumbuhan hijau. Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan ketidaksuburan reproduksi sedangkan kelebihannya disimpan di dalam otot.

Vitamin K

Vitamin K dihasilkan oleh bakteri yang hidup di dalam usus kita. Selain itu, vitamin K juga dapat diperoleh dari kangkung, kubis, bayam, hati, dan daging. Vitamin K berguna dalam proses pembekuan darah dan pembentukan protrombin. Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan darah kulit membeku. Vitamin K disimpan di dalam hati.

 

Beberapa mineral  yang berperan penting bagi tubuh

1. Kalsium (Ca)

Fungsi kalsium di dalam tubuh antara lain:

  1. Bersama fosforus membentuk matriks tulang dan gigi
  2. Membantu proses pembentukan dan penggumpalan darah
  3. Membantu proses kontraksi otot
  4. Membantu menghantarkan implus saraf

Jumlah kebutuhan kalsium pada setiap orang tidak sama. Hal ini dipengaruhi oleh faktor umur, jenis kelamin, dan kondisi tubuh. Orang dewasa membutuhkan 0,8 g/hari; anak-anak memerlukan 1,4 g/hari; ibu hamil memerlukan 1,5 gram/hari; dan ibu yang sedang menyusui memerlukan 2,0 g/hari.

Bahan makanan yang mengandung kalsium adalah susu, keju, kuning telur, mentega, ikan, udang, buah-buahan, dan beberapa jenis sayuran seperti kol, bit, wortel, kacang-kacangan, serta bawang.

Penggunaan mineral kalsium di dalam tubuh diatur oleh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar anak gondok, yaitu parathormon. Selain itu, vitamin D juga diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium dari usus.

Kekurangan mineral kalsium di dalam tubuh akan menimbulkan gangguan, antara lain:

  1. Karies pada gigi
  2. Pertumbuhan tulang yang tidak sempurna (rakitis)
  3. Mudah terjadi kejang pada otot
  4. Darah sukar membeku jika terjadi luka.

2. Fosforus (P)

Fungsi mineral fosforus di dalam tubuh antara lain untuk:

  1. Pembentukan matriks tulang
  2. Proses kontraksi otot
  3. Proses metabolisme
  4. Bahan baku pembentukan fosfatid
  5. Proses pembelahan sel, yaitu berhubungan dengan penurunan sifat.

Bahan makanan yang mengandung fosforus adalah ikan, jagung, dan kacang-kacangan. Tubuh memerlukan sekitar 1 mg fosforus setiap hari.

3. Besi (Fe)

Di dalam tubuh, zat besi berfungsi sebagai:

  1. Komponen enzim sitokrom yang berperan dalam respirasi sel
  2. Komponen inti logam dari hemoglobin, yaitu zat yang berperan mengikat oksigen dalam darah.

Bahan makanan yang mengandung banyak mengandung zat besi adalah sayuran hijau, misalnya bayam. Daging dan ikan juga banyak mengandung zat besi, tetapi sukar untuk diserap ke dalam darah. Dalam satu hari, setiap orang memerlukan 15-30 mg zat besi. Kekurangan zat besi akan menyebabkan anemia.

4. Natrium (Na)

Di dalam tubuh, mineral natrium berfungsi untuk:

  1. Membentuk natrium bikarbonat. Natrium bikarbonat merupakan senyawa penting untuk mempertahankan keseimbangan asam-basa cairan tubuh
  2. Membantu mempertahankan kepekaan sel-sel otot dan sel-sel saraf
  3. Menyusun komponen anorganik cairan ekstraseluler, dan untuk menjaga keseimbangan osmotik cairan ekstraseluler.

Sumber utama natrium adalah garam dapur. Kekurangan natrium akan menurunkan nilai osmotik cairan ekstrasel sehingga mengakibatkan pengaturan suhu tubuh terganggu, kejang otot, dan kelelahan. Kelebihan Na dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.

5. Kalium (K)

Kegunaan mineral kalium di dalam tubuh antara lain:

  1. Sebagai katalisator pada pembentukan karbohidrat dan protein
  2. Membantu kontraksi otot
  3. Membantu menghantarkan implus saraf
  4. Memelihara denyut jantung
  5. Mengatur pelepasan hormon insulin dari pankreas
  6. Bersama natrium, menjaga keseimbangan antara cairan intraseluler dengan ekstraseluler.

Bahan makanan yang banyak mengandung kalium adalah daging unggas, buah-buahan, dan sayuran. Kekurangan kalium juga dapat mengakibatkan kelemahan otot serta denyut jantung tidak normal.

6. Iodin (I)

Iodin memegang peranan yang penting dalam proses fisiologi kelenjar tiroid. Iodin merupakan komponen penyusun hormon tiroksin yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh.

 

Iodin terdapat dalam bahan makanan seperti ikan laut, minyak ikan, sayuran hijau, kulit kentang, serta garam beriodin. Kekurangan iodin pada janin akan mengakibatkan daya pendengaran berkurang. Kekurangan iodin setelah lahir mengakibatkan kelenjar gondok membesar dan pertumbuhan terhambat (kerdil).

7. Belerang (S)

Di dalam tubuh, belerang merupakan komponen penyusun beberapa vitamin (tiamin, biotin, dan asam pantotenat), berfungsi untuk mengaktifkan enzim tertentu, serta membantu penyimpanan dan pembebasan energi. Bahan makanan yang mengandung belerang antara lain telur, daging, susu, keju, dan sayuran.

8. Magnesium (Mg)

Magnesium terkandung dalam bahan makanan seperti padi-padian, daging, dan susu. Magnesium diperlukan oleh tubuh untuk:

  1. Respirasi intrasel
  2. Katalisator beberapa reaksi tubuh
  3. Unsur penting dalam tulang, otot, dan sel darah merah.

Kekurangan magnesium dapat mengakibatkan emosi kurang terkendali. Selain itu, dapat terjadi kerusakan ginjal dan pembuluh darah jantung.

9. Fluorin (F)

Fluorin berperan penting untuk menguatkan gigi. Kekurangan fluorin akan menyebabkan gigi gigis atau karies gigi (pembusukan atau kerusakan pada gigi). Bahan makanan yang mengandung fluorin adalah telur, susu, garam, dan ikan.

Sumber : Penerbit Erlangga. Istamar Syamsuri dkk.
Hak cipta 2007 Penerbit Erlangga
Advertisements

One Response to “Vitamin untuk Melancarkan Metabolisme Tubuh”

  1. Pande Gede ( Percetakan Denpasar - Bali ) June 14, 2014 at 12:23 AM #

    Terima Kasih untuk artikelnya ini, sangat menambah wawasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: