Advertisements

Struktur, Bentuk, dan Penggolongan Bakteri

18 Jan

STRUKTUR BAKTERI

bakteri

Secara umum, tubuh bakteri dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

1. Protoplasma

Di dalam protoplasma, terdapat:

  • membran sel

Yaitu selaput yang membungkus sitoplasma dan terletak di dalam dinding sel.

  • mesosom
  • lisosom
  • ribosom

Yaitu tempat sintesa protein, Ribosom tersusun atas protein dan RNA.

  • DNA (Deoxyribonucleic Acid)

DNA merupakan materi genetik. Pada bakteri, DNA berbentuk benang sirkuler. DNA berfungsi sebagia pengendali sintesis protein bakteri dan pembawa sifat.

  • Endospora

Dibentuk ketika bakteri beda pada lingkungan yang kurang menguntungkan.

2. Dinding sel

Tersusun atas peptidoglikan dan tetrapeptidaglikan (polisakarida dan asam amino).

Bakteri memiliki susunan kimia dinding sel yang berbeda-beda. Hal tersebut menyebabkan bakteri dibagi menjadi:

  • bakteri gram positif (tersusun atas 1 lapis peptidoglikan yang relatif tebal)

contoh: Micrococcus, Leuconosnoc, Staphylococcus

  • bakteri gram negatif (tersusun atas 2 lapis peptidoglikan yang relatif lebih tipis dibandingkan lapisan peptidoglikan pada bakteri gram positif)

contoh:  Vibrio, Salmonella

3. Kapsul

Kapsul merupakan lapisan lendir yang menyelubungi dinding sel.

Tersusun atas senyawa polisakarida, polipeptida, atau glikoprotein.

Fungsi: melindungi bakteri dari antibodi sel inang.

Terdapat pada bakteri patogen.

4. flagel

Fungsi: alat gerak bakteri

Berdasarkan kedudukan flagel, bakteri digolongkan menjadi:

  • monotrik

Contoh: Vibrio cholera

  • amfitrik

Contoh: Pseudomonas aeruginosa

  • lofotrik

Contoh: Rhodospirilium rubrum

  • peritrik

Contoh: Salmonella typhosa

5. pilus

Fungsi: alat lekat bakteri ke sel inang. Pilus umumnya dimiliki oleh bakteri gram negatif. Oleh karena memiliki pilus, bakteri gram negatif umumnya lebih ‘ganas’ dibandingkan bakteri gram positif.

Diantara bagian-bagian bakteri tersebut, bagian yang selalu ada pada bakteri yaitu membran sel, ribosom, dan DNA, sedangkan bagian yang tidak selalu ada pada bakteri yaitu dinding sel, flagel, pilus, dan kapsul.

BENTUK BAKTERI

bakteri2

1. bulat (coccus)

  • Streptococcus, contoh: Streptococcus thermopillus
  • Staphylococcus, contoh: Staphylococcus aureus
  • Diplococcus, contoh: Diplococcus pnemoniae

2. batang (bacillus)

  • Bacillus, contoh: Lactobacillus
  • Streptobacil, contoh: Bacillus anthracis

3. lengkung (vibrio)

contoh: Vibrio cholerae

4. Spirilium

Contoh: Treponema pallidum

PENGGOLONGAN BAKTERI BERDASARKAN KEBUTUHAN OKSIGEN

1. Bakteri aerob (membutuhkan oksigen bebas untuk kegiatan respirasinya)

Contoh: Nitrosomonas, Nitrobacter

2. Bakteri anaerob (tidak membutuhkan oksigen bebas untuk kegiatan respirasinya)

Contoh: Micrococcus denitrificans

PENGGOLONGAN BAKTERI BERDASARKAN CARA MEMPEROLEH MAKANAN (BAHAN ORGANIK)

1. Autotrof (dapat mensintesis makanannya sendiri dari bahan anorganik)

Berdasarkan sumber energinya, bakteri autotrof dibagi menjadi:

  • Fotoautotrof: sumber energi berasal dari cahaya
  • Kemoautotrof: sumber energi berasal dari senyawa kimia

2. Heterotrof (tidak dapat mensintesis makanannya sendiri, bahan makanan berasal dari senyawa organik dari organisme lain)

Yang termasuk dalam bakteri heterotrof yaitu bakteri saprofit (mendapatkan makanan dengan menguraikan sisa-sisa organisme) dan bakteri parasit (mendapatkan makanan dengan menumpang pada organisme lain)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: