Advertisements

Akhlak, Budi Pekerti, dan Pemantapan Interaksi Sosial

18 May

Pengertian akhlak adalah tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Kata akhlak dalam arti yang lebih mendalam berarti perangai yaitu sifat dan watak seseorang, bila sifat dan watak melekat pada suatu pribadi maka menjadi kepribadian. Perangai menjadi baik atau buruk tergantung dari faktor dalam diri sendiri dan dari luar. Faktor dari luar termasuk keluarga dan lingkungan. Melalui keluarga dapat terbentuk kepribadian.

Secara terminologi, budi pekerti merupakan kata majemuk dari kata budi dan pekerti. Budi ialah yang ada pada manusia, berhungan dengan kesadaran, yang didorong oleh pemikiran, rasio disebut karakter. Pekerti ialah apa yang terlihat pada manusia, karena didorong oleh perasaan hati, yang disebut behaviour. Jadi, budi pekerti adalah perpaduan dari hasil rasio dan rasa yang bermenifestasi pada  karsa dan tingkah laku manusia. Rasio mempunyai tabiat kecenderungan kepada keingintahuan dan mau menerima yang logis, dan sebaliknya tidak mau menerima yang anlogis, yang tidak masuk akal. Di samping rasio, manusia mempunyai unsur rasa. Perasaan manusia selalu berhubungan dengan pengalaman, pendidikan, pengetahuan, dan suasana lingkungan. Demikian pula perasaan manusia dipengaruhi oleh keyakinan yang diyakini tentang kebenaran dan kebaikan.

Akhlak yang baik terhadap Tuhan adalah berkata-kata dan bertingkah laku yang terpuji, baik melalui penyembahan langsung maupun melalui perilaku-perilaku tertentu yang mencerninkan komunikasi dengan Tuhan. Akhlak terhadap Rasul adalah meneladani Rasul dalam setiap perilakunya. Akhlak terhadap diri sendiri adalah menyayangi dan menjaga diri dari perbuatan buruk. Akhlak kepada orang tua adalah berkomunikasi dengan lemah lembut dengan tutur kata yang sopan santun. Akhlak terhadap keluarga dilakukan dengan menjaga nama baik keluarga, berbakti kepada ibu bapak, mendidik anak-anak dengan kasih sayang, memelihara hubungan silaturahim. Akhlak terhadap  tetangga dilakukan dengan saling mengunjungi, saling membantu di waktu senang dan susah, saling menghormati dan menghindari permusuhan serta pertengkaran. Akhlak terhadap masyarakat dilakukan dengan mewujudkan kemauan bersama untuk perdamaian dengan menggalang kesadaran kolektif. Akhlak terhadap negara dilakukan dengan mencintai negerinya dan menjadi warga negara yang baik dengan taat pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di negara ini. Akhlak terhadap alam berarti menyikapi alam dengan cara memelihara kelestariannya.

Bentuk umum dari interaksi sosial adalah merupakan syarat utama terjadinya berbagai aktivitas kemasyarakatan, menyangkut hubungan antar orang perorang, antar kelompok per kelompok manusia, maupun antar orang dengan perkelompok. Toleransi berarti bersikap atau bersifat menenggang pendirian yang berbeda atau bertentangan dengan pendiriannya sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: