Advertisements

FENOMENA YOUTUBE SEBAGAI MEDIA MASSA DI ZAMAN MODERN

26 Jun

Dewasa ini, makin banyak media sosial yang bermunculan. YouTube merupakan salah satu website terpopular era kini. YouTube adalah sebuah situs web video sharing (berbagi video) populer dimana para pengguna dapat memuat, menonton, dan berbagi klip video secara gratis. Umumnya video-video di YouTube adalah klip musik (video klip), film, TV, serta video buatan para penggunanya sendiri. Format yang digunakan video-video di YouTube adalah .flv yang dapat diputar di penjelajah web yang memiliki plugin Flash Player.

Domain yang bernama YouTube ini diasakan oleh tiga mantan karyawan PayPal, yaitu: Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim. Web yang aktif sejak 15 Februari 2005 itu sangat diminati oleh banyak kalangan masyarakat di dunia, mulai dari anak kecil hingga dewasa. YouTube yang fenomenal mempunyai persepsi yang beragam, ada Pro dan Kontra, berasal dari berbagai Negara. Berbagai video sharing YouTube yang ada memiliki berbagai dampak sebagai media massa berbasis web ini. Mulai dari yang berdampak positif, negatif, dan juga dampak sebagai komunikasi massa. Efek yang ditimbulkan oleh YouTube sangat mempengaruhi kehidupan masa kini.

  1. Apa persepsi masyarakat tentang kemunculan YouTube dengan bentuk fenomena pro dan kontra yang beredar?
  2. Apa dampak yang dimunculkan oleh YouTube yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat?

Komunikasi massa adalah pesan-pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (Bittner, 1980)

Batasan komunikasi ini lebih menitikberatkan pada komponen-komponen dari komunikasi massa yang mencakup pesan-pesan, dan media massa (seperti koran, majalah, TV, radio, film), serta khalayak.

Komunikasi massa adalah suatu proses dalam mana komunikator-komunikator menggunakan media untuk menyebarkan pesan secara luas, dan secara terus menerus menciptakan makna-makna yang diharapkan dapat mempengaruhi khalayak-khalayak yang besar dan berbeda-beda dengan melalui berbagai cara (De Fleur dan Dennis McQuail, 1985).

Adanya perkembangan yang pesat dibidang teknologi komunikasi seperti internet, newsgroup, mailing list, World Wide Web, televisi kabel multisaluran, dan perbincangan di radio dan televisi yang bersifat interaktif menimbulkan semua pertanyaan apakah semua ini merupakan media komunikasi massa atau bukan. Itu pulalah yang sebabnya definisi tentang komunikasi massa juga mengalami perubahan.

Perkembangan media cetak ditandai dengan munculnya media cetak jarak jauh, sedangkan media elektronik antara lain ditandai dengan adanya produksi high deflinition television video yang mampu menyuguhkan gambar-gambar yang sangat tajam sesuai aslinya. Disamping itu, revolusi layar monitor telah melahirkan televise berlayar datar, tipis, dan dapat dipampang didinding.

Perkembangan yang paling mutakhir adalah munculnya media telematika seperti telex dan videotex. Media telematika mencakup beberapa unit seperti layar gambar, jaringan komputer, sistem transmisi, sistem miniaturisasi, sistem penyimpanan, sistem pencarian, dan sistem pengendalian.

Ciri-ciri media baru ini secara umum antara lain:

  1. Pengadaan  informasi tidak sepenuhnya berada pada sumber sesungguhnya
  2. Kemampuan yang tinggi dalam pengiriman pesan-pesan melalui kabel dan satelit sehingga mengatasi hambatan komunikasi
  3. Proses komunikasi berjalan dua arah (inter-aktivity) antara sumber dan penerima. Artinya penerima dapat memilih, menjawab kembali, dan menukar informasi secara langsung.
  4. Adanya kelenturan/flexibility dalam hal bentuk, isi, dan penggunaan medium.

Menurut Werner J. Severin dan James W. Tankard beberapa ciri lingkungan

media baru ini adalah sebagai berikut:

  1. Teknologi yang dahulu berbeda dan terpisah seperti percetakan dan penyiaran sekarang bergabung.
  2. Kita sedang bergeser dari kelangkaan media menuju media yang berlimpah.
  3. Kita sedang mengalami pergeseran dari mengarah kepuasan massa audiens kolektif menuju kepuasan kelompok atau individu.
  4. Kita sedang mengalami pergeseran dari media satu arah menuju media interaktif.

Sehubungan dengan hal tersebut, Onong Uchjana, dengan mengutip Severin dan Tankard mengemukakan definisi komunikasi massa sebagai berikut: “Komunikasi massa adalah sebagian keterampilan, sebgaian seni, dan sebagian ilmu. Sebagai keterampilan jika komunikasi massa meliputi teknik-teknik fundamental tertentu yang dapat dipelajari seperti memfokuskan kamera, mengoperasikan tape recorder, atau mencatat ketika wawancara. Sebagai seni dalam pengertian bahwa ia meliputi tantangan-tantangan kreatif seperti menulis naskah untuk program televisi, mengembangkan tata letak yang estetis untuk iklan majalah atau menampilkan teras berita yang memikat bagi suatu kisah berita. Sebagai ilmu dalam pengertian bahwa ia meliputi prinsip-prinsip tertentu tentang bagaimana berlangsungnya komunikasi yang dapat dikembangkan dan dipergunakan untuk membuat berbagai hal menjadi lebih baik.”

Karakteristik Komunikasi Massa

  1. Komunikator yang terlembagakan
  2. Komunikasi melalui media massa pada dasarnya ditunjukkan kepada khalayak yang luas, heterogen, anonim, tersebar, dan tidak mengenal batas geografis dan kultural.
  3. Bentuk kegiatan melalui media massa bersifat umum dalam arti perorangan atau pribadi. Isi pesan yang disampaikan menyangkut orang banyak, tidak menyangkut orang perorangan atau pribadi.
  4. Pola penyampaian pesan media massa berjalan secara cepat dan mampu menjangkau khalayak luas, bahkan mungkin tidak terbatas baik secara geografis maupun kultural.
  5. Penyampaian media massa cenderung berjalan satu arah.
  6. Kegiatan komunikasi media massa dilakukan secara terencana, terjadwal, dan terorganisasi.
  7. Penyampaian pesan melalui media massa dilakukan secara berkala.
  8. Isi pesan yang disampaikan melalui media massa mencakup berbagai aspek kehidupan seperti ekonomi, politik, sosial budaya, dan keamanan, baik yang bersifat informative, edukatif, dan maupun hiburan.
  9. Media massa mengutamakan unsur isi daripada hubungan.
  10. Media massa menimbulkan keserampakan.
  11. Kemampuan respon alat indera terbatas

Karakteristik Isi Pesan Media Massa

  1. Noveltry (sesuatu yang baru)
  2. Jarak (proximity)
  3. Popularitas
  4. Pertentangan/konflik
  5. Komedi
  6. Seks dan keindahan
  7. Emosi
  8. Nostalgia
  9. Human Interest

A.    Dampak Media Massa sebagai Objek Fisik

Menurut Steven H. Chaffee ada 4 dampak kehadiran media massa sebagai objek/fisik sebagai berikut:

1. Dampak Ekonomis

Kehadiran media massa menimbulkan dampak secara ekonomis, yaitu menggerakkan usaha dalam segala sektor seperti produksi, distribusi, dan konsumsi jasa media massa. Misalnya, kehadiran surat kabar membuka kesempatan kerja bagi para wartawan, perancang grafis, distributor, pengecer, dan sebagainya.

 2. Dampak sosial

Dampak sosial berkaitan dengan perubahan pada struktur atau interaksi sosial sebagai akibat dari kehadiran media massa. Misalnya, pemilikan media massa (radio atau televise atau berlangganan surat kabar) telah meningkatkan status sosial pemiliknya.

3. Dampak pada penjadwalan kegiatan

Kehadiran media massa dapat mengubah jadwal sehari-hari khalayak. Misalnya, Pak Budi sebelum mempunyai TV biasa tidur pukul 20.00, tetapi setelah memiliki televisi jam tidur Pak Budi berubah setelah tayangan film laga di televise yang biasanya ditayangkan diatas pukul 20.00.

4. Media massa sebagai penyaluran perasaan

Sering kali orang menggunakan media untuk menghilangkan perasaan tertentu, seperti kesepian, marah, kecewa, bosan, dan sebagainya.

5. Dampak menumbuhkan perasaan tertentu

Kadang-kadang, seseorang akan mempunyai perasaan positif atau negatif terhadap media tertentu. Misalnya, seseorang akan mempunyai perasaan positif terhadap media cetak “Kompas” atau stasiun TV “Indosiar” daripada surat kabar “Republika” atau stasiun televisi RCTI.

B.    Dampak Pesan Media Massa

1. Dampak kognitif

Dampak ini berkaitan dengan penyampaian informasi, pengetahuan, dan kepercayaan yang diberikan media massa. Seperti, melalui acara media massa kita jadi tahu mengenai berbagai hal seperti cara mengasuh anak, membuat masakan daerah tertentu, dan sebagainya.

2. Dampak Afektif

Dampak pesan media massa sampai tahap afektif yang disebarkan media massa mengubah apa yang dirasakan. Afektif berkaitan dengan perasaan, ransangan emosional. Misalnya, kita terharu ketika membaca ulasan tentang keberhasilan tukang becak menjadi sarjana.

3. Dampak Konatif/Behavioral

Dampak media massa ini mendorong Anda melakukan tindakan-tindakan tertentu. Misalnya, setelah Anda menonton tayangan televisi tentang Gempa Tsunami di Aceh kemudian segera mengirimkan bantuan uang dan makanan.

Dampak kognitif, afektif, dan konatif pesan media massa terhadap khalayak akan semakin kuat apabila ditunjang oleh beberapa kondisi sbb:

1. Exposure (jangkauan pesan)
Dampak media massa akan semakin kuat bila telah ter-exposure. Misalnya, orang yang ada di Jakarta atau Semarang sama-sama telah menonton tayangan kekerasan di Irian Jaya.
2. Kredibilitas
Dampak media massa akan semakin kuat bila telah memiliki kredibilitas yang tinggi. Jadi, pesan yang disampaikan bisa terpercaya.
3. Konsonansi
Dampak media massa akan semakin kuat bila memiliki prinsip konsonansi. Isi pesan yang disampaikan media massa relatif sama, baik hal materi isi, arah, dan orientasinya maupun dalam hal waktu, frekuensi, dan cara penyampaiannya.
4. Signifikansi
Informasi yang disampaikan signifikan yakni berhubungan langsung dengan kebutuhan khalayak. Misalnya, tentang kenaikan harga sembako.
5. Sensitif
Informasi yang dihasilkan media massa akan berdampak kuat jika berhubungan dengan hal yang sensitif. Seperti menyangkut agama, ras, etnis, dan golongan.
6. Situasi kritis
Informasi yang disampaikan akan berdampak kuat jika masyarakat sedang berada dalam situasi kritis akibat ketidakstabilan struktural.
7. Dukungan komunikasi antarpribadi
Informasi yang disampaikan akan berdampak kuat jika didukung oleh dukungan komunikasi antarpribadi, yang ramai dibicarakan oleh orang-orang.

Munculnya youtube di kalangan masyarakat dunia memunculkan  persepsi orang dalam bentuk pro dan kontra. Bagi mereka yang pro terhadap fenomena mutakhir YouTube, mereka memanfaatkan YouTube sebagai media pembelajaran musik dan disisi lain sebagai sarana menuju popularitas yang instant dan berkembang menjadi “mesin pencetak uang” melalui popularitas tersebut. Proses pembelajaran melalui media YouTube adalah: download > transkip > latihan. Pengguna melakukan streaming atau downloading `dengan membuka situs you tube, setelah proses itu pengguna melakukan save file dan membukanya kembali untuk melihat gaya atau cara si guru (objek dalam video) memainkan teknik atau memberikan arahan, seperti itulah terjadi proses latihan yang berulang-ulang dan intesif. Sementara itu mekanisme terjadinya pencapaian instant  seseorang lewat media YouTube: Action  > Respon viewer >  Publikasi oleh media > Legitimasi > Popularitas. Pengguna melakukan aksi yang unik atau impresif dan mendapatkan respon oleh viewer. Proses respon ini bisa mengalami duplikasi yang sangat cepat dikarenakan penyebaran informasi dari satu viewer ke  viewer lain, atau rasa penasaran seseorang atas perbincangan di suatu komunitas tertentu. Selanjutnya respon ini sampai kepada respon media yang melihat ini sebagai fenomena baru yang menarik untuk diangkat. Hal ini mengakibatkan “penegasan” informasi bahwa misalnya artis A telah mengunggah video yang menarik dan menyaksikannya lewat internet, media masa, radio atau televisi. Proses duplikasi informasi yang berulang-ulang inilah yang secara tidak langsung menimbulkan legitimasi publik bahwa artis A telah menjadi perbincangan “seru” diseluruh media dan berbagai lapisan masyarakat, setelah itu lahirlah seorang artis baru dengan popularitas yang tinggi.

YouTube, situs yang paling banyak dikunjungi ketiga, telah disensor beberapa kali di beberapa negara karena berbagai alasan. Hal tersebut merupakan bentuk aksi kontra mereka. Negara-negara yang pernah memblokir ataupun masih memblokir. Berikut adalah daftar negara yang menyensor YouTube:

  1. Arab Saudi: YouTube dapat diakses di Arab Saudi, tetapi halaman untuk mengkonfirmasi tanggal kelahiran pengguna diblokir, mencegah pengguna di Arab Saudi melihat halaman yang dinyatakan untuk dewasa di YouTube.
  2. Armenia: Karena Armenia menyatakan keadaan darurat sebagai hasil dari protes pemilihan presiden Armenia 2008, YouTube telah diblokir di Armenia sejak 2 Maret 2008. Dibawah keadaan darurat, tidak ada media yang diperbolehkan menyiarkan kecuali berita resmi.
  3. Brasil: YouTube dituntut oleh model Brazil dan VJ MTV, Daniela Cicarelli (lebih terkenal sebagai bekas tunangan Ronaldo) bahwa situs ini menyediakan video yang dibuat oleh paparazzi. Video tersebut menampilkannya bersama pacarnya melakukan hubungan seksual di pantai Spanyol. Tuntutan meminta agar semua video itu dihapus, jika tidak, YouTube akan diblokir di Brasil. Pada Sabtu, 6 Januari 2007, perintah legal memerintahkan agar penyaring diletakan untuk mencegah pengguna di Brasil mengakses situs tersebut. Pengukuran keefektifan dipertanyakan karena video itu tidak hanya ada di YouTube, tetapi juga di situs lain sebagai bagian dari fenomena Internet. Pada Selasa, 9 Januari 2007. Pengadilan yang sama berbalik dari pilihan mereka sebelumnya, meminta penyaring dihapus. Setelah pelarangan YouTube di Brasil, terdapat situs brtube.com sebagai pengganti YouTube di Brasil.
  4. Iran: Pada 3 Desember 2006, Iran memblokir YouTube, bersama dengan beberapa situs, setelah menyebutnya “amoral”. Pelarangan YouTube dilakukan setelah video mengenai bintang sinetron IranMKO (grup perlawanan Iran utama melawan Rezim Islam Fundamentalis). melakukan hubungan sex dimasukan di YouTube. Beberapa sumber mengklaim bahwa pemblokiran ini disebabkan oleh film yang mengagungkan
  5. Moroko: Pada 25 Mei 2007, Maroc Telecom milik negara memblokir semua akses ke YouTube. Tidak terdapat alasan yang diberikan mengapa YouTube diblokir, tetapi terdapat spekulasi bahwa hal tersebut memiliki hubungan dengan grup separatis Polisario atau terdapat film yang mengkritik raja Mohammed VI. YouTube dapat diakses kembali pada 30 Mei 2007.
  6. RRC: Sebagai bagian dari program pensesoran Golden Shield, YouTube diblokir di Republik Rakyat Tiongkok sejak 15 Oktober 2007.
  7. Suriah : YouTube kini diblokir di Suriah sejak tahun 2007. Hal ini dikarenakan pemerintah merasa situs-situs media sosial, seperti salah satunya YouTube, mengkritik kebijakan serta tindakan pemerintah dan mendukung pandangan politik oposisi.
  8. Thailand: Selama satu minggu 8 Maret 2007, YouTube diblokir di Thailand. Banyak pengguna blog mempercayai bahwa alasan pemblokiran adalah video pidato mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dalam CNN. Pemerintah Thailand tidak mengkonfirmasi alasan pemblokiran, tetapi YouTube dapat diakses kembali pada 10 Maret 2007. Pada malam 3 April 2007, YouTube kembali diblokir di Thailand. Pemblokiran ini disebabkan karena adanya video yang menghina Raja Bhumibol Adulyadej. YouTube dibuka pada 30 Agustus 2007 setelah YouTube setuju untuk menghapus video yang menghina Raja Thailand tersebut. Pada 21 September 2007, Thailand mengumumkan mereka meminta perintah pengadilan untuk memblokir video yang muncul di YouTube menuduh Prem Tinsulanonda mencoba memanipulasi tahta kerajaan untuk menjadikannya Raja Thailand.
  9. Turki: YouTube diblok di Turki pada 6 Maret 2007 sampai 9 Maret 2007. Pemblokiran ini disebabkan karena adanya insiden penghinaan antara orang Turki dan Yunani dengan menggunakan media video yang diunggah melalui YouTube.
  10. Uni Emirat Arab: YouTube diblokir di Uni Emirat Arab dikarenakan terdapat konten dewasa yang bertentangan dengan agama, kultur, politik, dan nilai moral Uni Emirat Arab.
  11. Pakistan: YouTube diblokir di Pakistan karena mengandung konten yang tidak etis dan juga anti-islam menurut hasil pengawasan Pakistan Telecommunication Authority (PTA), Badan Otoritas Telekomunikasi Pakistan.
  12. Indonesia: Pada 1 April 2008, menteri informasi Indonesia, Muhammad Nuh, telah menulis surat kepada YouTube untuk menghapus sebuah film Belanda, Fitna, yang dibuat oleh politisi sayap kanan Belanda, Geert Wilders. Pemerintah Indonesia memberikan waktu dua hari untuk menghapus video tersebut atau YouTube akan diblokir di Indonesia. Pada 4 April 2008, Muhammad Nuh meminta semua ISP untuk memblokir akses ke YouTube. Pada 5 April 2008, YouTube diblokir sebagai percobaan oleh sebuah ISP. Akhirnya pada 8 April 2008, YouTube, bersama dengan MySpace, Metacafe, Rapidshare, Multiply, Liveleak dan situs resmi Fitna, telah terblokir di Indonesia. Pemblokiran YouTube telah dibuka pada 10 April, dan pemerintah menyatakan maaf atas insiden pemblokiran tersebut.

YouTube sebagai web terpopular, memiliki dampak yang positif hingga negatif. Pengakses YouTube bisa melihat official music video dari suatu penyanyi solo, band dari seluruh dunia, video tutorial penggunaan macam-macam hijab yang lucu dan tidak biasa, cover video dari berbagai orang di dunia yang bebas mengekspresikan diri mereka, thriller movie, video perkembangan sejarah dunia. Selain itu, YouTube yang akunnya bebas dimiliki siapa saja, merupakan kesempatan suatu oknum yang tidak bertanggungjawab menampilkan video yang kurang pantas, seperti video porno, video kekerasan, video yang merubah reputasi orang, dan video berkonotasi negatif terhadap nama seseorang. Tentu hal ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan sebenarnya dimasyarakat. Pengakses Youtube adalah siapa saja dan berumur berapa saja, tidak menutup kemungkinan anak-anak dibawah umur ikut menyaksikan video yang negatif seperti video kekerasan yang telah disebutkan sebelumnya. Selain itu, situs ini juga menyiarkan tayangan-tayangan dan gambar-gambar yang berbau pornografi. Tayangan ini sangat mudah untuk diakses sehingga banyak anak yang dapat dikategorikan masih dalam usia dini sering mengaksesnya. Hal ini merupakan suatu hal pemicu utama dari perusakan moral bangsa dan penyebab seringnya pelecahan seksual yang dilakukan anak-anak kepada teman sebayanya. Maka disinilah peran orang tua, yaitu agar dapat memberikan pengawasan yang ketat terhadap anak-anak dalam penggunaan teknologi terutama media sosial YouTube.

Seperti yang telah dikatakan dalam teori bahwa setiap media massa memiliki dampak sebagai objek fisik. Begitupun web YouTube ini, yakni memiliki beberapa dampak. Yang pertama adalah dampak ekonomi. Semakin banyak yang mengakses web YouTube, semakin banyak warung internet atau disebut sebagai warnet yang dibuka. Banyak masyarakat berbagai profesi seperti penyanyi amatir, politikus, designer, mahasiswa, juga dosen pun membutuhkan dan tertarik untuk mengakses web tersebut dengan berbagai kegiatan yang beragam. Warnet tersebut merupakan kesempatan untuk orang lain membuka lahan bisnis.

Selain dampak ekonomi, Youtube juga memiliki dampak sosial. Masyarakat mengenalnya dengan sebutan “Artis YouTube.” Dengan adanya akses media massa “YouTube” banyak orang bisa berekspresi dangan sebebas-bebasnya, misalnya dengan menyanyi. Dewasa ini banyak artis terkenal bermula dengan bermodal “iseng-iseng” mengisi waktu dan meng-upload videonya sendiri ke akun YouTube nya. Dengan “iseng-iseng” tersebut, artis dadakan tersebut dapat meningkatkan status sosialnya, yakni yang sebelumnya hanya orang biasa dan tidak dikenal, setelah video dirinya yang menunjukkan keahliannya dalam bernyanyi di upload ke YouTube, barulah ia menjadi artis yang dikenal khalayak orang. Contohnya, Justin Bieber, Maddy Jane, Alyssa Bernal, Greyson Chance, Kim Yeo Hee, Cody Simpson, Raisa, Gamal, Audrey, dan Cantika. Seperi riwayat Justin Bieber yang berawal dari ibunya yang mempublikasikan video Justin dalam kompetisi menyanyi lokal “Stratford Star” di Ontario di tahun 2007. Scooter Braun, seorang agen pencari bakat dan mantan Marketing Eksekutif perusahaan So So Def melihat video ini dan memutuskan untuk mempertemukan Justin Bieber dengan Usher untuk audisi. Pada saat itu Justin meraih peringkat kedua. Bakat Justin kini dinikmati oleh khalayak dan Justin kini menjadi terkenal. Secara otomatis, tindakan ibu Justin tersebut berdampak sosial yaitu menggeser status sosial Justin yang lebih tinggi.

Dampak selanjutnya adalah dampak pada penjadwalan kegiatan. Dengan diperkenalkannya YouTube sebagai sarana media massa yang bisa diakses non-stop tanpa jeda selama 24 jam, membuat pengguna YouTube berlama-lama didepan laptop. Maka jadwal sebelum adanya YouTube, segala jadwal tersusun rapi menjadi berubah total, terutama jadwal tidur, lebih malam bahkan begadang demi mengakses YouTube.

Dampak ke empat yakni media massa sebagai penyaluran perasaan. YouTube juga sebagai sarana media untuk menghilangkan perasaan tertentu. Apa yang dilakukan Shinta dan Jojo, dua mahasiswa, yang merekam aksi “joget” nya ke Youtube merupakan contoh dari menyalurkan perasaannya dan kesenangannya melakukan hal tersebut.

Dampak menumbuhkan perasaan tertentu juga merupakan dampak yang dimunculkan YouTube. Seseorang akan mempunyai perasaan “positif” terhadap YouTube karena web tersebut menyediakan berita yang berbasis audio-visual yang sangat nyaman dikonsumsi oleh banyak kalangan terutama masyarakat yang kurang minat membaca. Jadi, mereka juga memiliki informasi juga walaupun tidak membaca koran atau bagi anak kost-an yang tidak memiliki televisi yang cenderung mencari informasi ke YouTube. Masyarakat juga memiliki perasaan “negatif” terhadap YouTube terutama orang tua yang khawatir kepada anak-anaknya yang bisa saja mengakses hal-hal negatif diluar jangkauan mereka.

Sebagai media massa yang baik, YouTube menyampaikan pesan yang cukup berpengaruh terhadap masyarakat. YouTube memberikan tiga dampak pesan, meliputi: dampak kognitif, afektif, dan konatif. Sifat berita yang diberikan YouTube pasti kognitif karena meliputi informasi semua aspek kehidupan Negara yang up to date seperti info olahraga, ekonomi, politik, dan sebagainya. Pengetahuan juga disediakan YouTube, dengan konsonansinya (cara penyampaiannya) ditampilkan secara jelas secara visual. Misalnya, cara membuat kerajinan dari limbah. YouTube akan menyediakan tahap-tahap membuat sebuah kerajinan yang bahan dasarnya dari limbah. Dampak afektif ditemui misalnya saat menonton film “Surat Hafalan Delisa” di YouTube, kita akan merasa sedih dan terharu. Yang terakhir adalah dampak konatif atau behavioral. Misalnya, setelah menyaksikan Tsunami yang dialami oleh Negara Jepang dari YouTube, kemudian banyak dari perwakilan mahasiswa Indonesia bersama-sama menyanyi dengan bahasa “Jepang” dan hasilnya dikirimkan ke Jepang sebagai tanda peduli masyarakat Indonesia atas kejadian Tsunami yang dialami Negara Jepang.

KESIMPULAN

YouTube merupakan salah satu media massa yang terpopular dan penggunanya tersebar diseluruh dunia ini memiliki persepsi tersendiri bagi masyarakat, ada yang pro dan kontra dengan beberapa alasan tersendiri. Sebagai media massa yang modern, YouTube memiliki berbagai dampak bagi khalayak. Mulai dari dampak positif, negatif, hingga dampak sebagai media massa. Hal tersebut sangat terkait dan menentukan perkembangan dunia yang hasilnya perilakunya tampak pada masyarakat umum dewasa ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: