Advertisements

Karakteristik dan Klasifikasi Vermes

24 Jan

PLATYHELMINTHES (Cacing Pipih)

plathyhelminthes

Ciri-ciri Platyhelminthes:

  1. multiseluler
  2. aselomata
  3. ukuran tubuh bervariasi, dari mikroskopis hingga lebih dari 20 cm.
  4. bilateral
  5. memiliki tubuh yang pipih
  6. dorsoventral
  7. triploblastik:
    1. ektodermis: tempat pertukaran gas, dan alat gerak pada beberapa species.
    2. mesodermis: sistem eksresi, reproduksi, sel kelenjar, lapisan otot.
    3. Endoderm: saluran pencernaan
  8. sudah memiliki jaringan otot dan saraf (ganglion)
  9. Sudah memiliki alat ekskresi berupa sel api (flame sel)
  10. Habitat: air laut, air tawar, daratan yang lembab atau parasit pada organisme lain

 

Platyhelminthes digolongkan menjadi 4 kelas, yaitu:

1. Turbellaria

Permukaan tubuh bersilia

Sebagian besar hidup bebas di laut

Memiliki daya regenerasi tinggi

Contoh: Dugesia, Planaria

2. Cestoda

Ketika dalam fase larva, larva memiliki silia

Bersifat parasit, misalnya pada ikan

Contoh: Schistosoma mansoni, Taenia saginata

3. Trematoda

Memiliki dua penghisap untuk menempel pada inang

Bersifat parasit

Membutuhkan inang perantara dalam daur hidup

Contoh: Fasciola hepatica

4. Cestoda

Dalam daur hidup memiliki inang perantara

Memiliki pengait untuk menempel pada inang

Tidak memiliki sistem pencernaan

Parasit pada vertebrata

NEMATYHELMINTHES (Cacing Gilig)

nematoda

Ciri-ciri Nematyhelminthes:

  1. multiseluler
  2. triploblastik
  3. pseudoselom karena memililiki rongga namun tidak dilapisi mesoderm
  4. Memiliki panjang tubuh 1 mm – 1 m
  5. tubuh berbentuk silindris, ta bersilindris, bagian ujung meruncing ke arah posterior
  6. permukaan tubuh dilapisi oleh lapisan lilin atau kutikula
  7. saluran pencernaan sudah sempurna
  8. belum memiliki sistem sirkulasi

oleh karena hal tersebut, nutrisi diangkut ke seluruh tubuh melalui cairan tubuh dalam pseudoselom

       9. Sudah memiliki otot yang dapat memanjang dan berkontraksi

10. reproduksi seksual, fertilisasi internal

jantan dan betina sudah dapat dibedakan: jantan berukuran lebih kecil dibandingkan betina.

       11. Habitat: perairan, tanah yang lembab, di dalam jaringan tumbuhan, di dalam cairan dan jaringan hewan (ada yang hidup bebas, ada juga yang sebagai parasit).

 

Contoh nematoda yang merugikan:

Ascaris lumbricoides: hidup di usus halus manusia sebagai parasit

Necator americanus: parasit di manusia, larva masuk menembus kulit kaki

Oxyuris vermicularis (cacing kremi): parasit di manusia, larva masuk bersama makanan

Wucheria bancrofti dan Filaria brancrofti: parasit di pembuluh limfa manusia, menyebabkan penyait Filariasis atau kaki gajah. Vektornya yaitu nyamuk Culex.

 

ANNELIDA (Cacing gelang)

annelida

Ciri-ciri Annelida:

  1. multiseluler
  2. triploblastik
  3. Tubuh memiliki selom dan sekat (bersepta)
  4. bagian tubuh ditutupi kutikula
  5. sudah memiliki saluran pencernaan, tersusun atas: faring, esofagus, tembolok, empedal, dan usus halus.
  6. Sudah memiliki sistem sirkulasi, yaitu jaringan pembuluh darah yang memiliki hemosianin yang mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, namun belum memiliki jantung.
  7. sudah memiliki organ pernapasan.
  8. Sudah memiliki organ ekskresi, yaitu nefrostom.
  9. Sudah memiliki sistem saraf, yaitu ganglion saraf
  10. bergerak dengan menggunakan bulu-bulu kaku (seta) yang ada di tubuhnya
  11. hermafrodit

ketika akan melalukan pembuahan (secara silang), sperma akan disimpan dalam klitelum yang kemudian diselubungi mucus membentuk kokon. Kokon kemudian dilepas ke tanah dan akan berkembang menjadi individu baru.

    12. perkembangbiakan vegetatif  dilakukan dengan fragmentasi.

 

Filum Annelida dibagi menjadi 3 kelas, yaitu:

1. Oligochaeta

Bagian kepala mengalami reduksi

Tidak memiliki parapodia

Memiliki seta

Tubuh bersegmen

Habitat: air dan tanah

Contoh: cacing tanah

2. Polychaeta

Kepala berkembang dengan baik

Setiap parapodia berseta

Sebagian besar hidup di laut

Contoh: cacing palolo

3. Hirudinea

Tubuh bersegmen dan tereduksi

Tidak memiliki seta

Memilii penghisap di kedua ujung tubuh

Hirudinae dapat mengeluarkan zat hirudin yang dapat mencegah pembekuan darah sehingga ia dapat menghisap darah mangsanya dengan leluasa.

Habitat: tanah dan air

Contoh: lintah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: