Advertisements

Karakteristik dan Pembagian Kelompok Tetrapoda

23 Feb

tetrapoda

Ciri-Ciri Tetrapoda:

  • Memiliki appendages -> Tetrapoda
  • Anggota tubuh berpasangan masing-masing dengan 5 jari (kecuali mengalami modifikasi)
  • Tubuh tidak langsung berhubungan dengan tubuh (ada leher)
  • Kepala dapat bergerak bebas, kecuali pada Amphibia
  • Memiliki lubang hidung yang terbuka ke arah rongga mulut
  • Umumnya respirasi menggunakan paru-paru
  • Umumnya hidup di darat
  • Tubuh ditutupi oleh kulit yang lembab (Amphibia), sisik (Reptil), bulu (Aves), rambut (Mammalia)

Berdasarkan struktur anatomi dan morfologinya, kelompok Tetrapoda dari Superkelas Gnathostomata dibagi menjadi 4 kelas, yaitu:

1. Amphibia

  • Memiliki kulit yang lembab
  • Bernapas dengan paru-paru dan/atau kulit
  • Memiliki sistem pendengaran, namun tidak memiliki daun telinga
  • Jantung terdiri atas 2 atrium dan 1 ventrikel
  • Fertilisasi ekternal, bertelur atau melahirkan anak
  • Telur kecil, tidak bercangkang  -> telur dilindungi oleh kapsul jeli, diletakan di air atau lingkungan yang lembab
  • Larva mengalami metamorfosis sempurna
  • Poikiloterm

Contoh: Rana (katak hijau), Bufo (kodok bangkong), Hyla, Microhyla

2. Reptilia

  • Vertebrata pertama yang sepenuhnya tinggal di daratan (terestrial)
  • Bertelur atau melahirkan anak
  • Telur berukuran besar dan sudah ditutupi cangkang
  • Kulit bersisik dari zat tanduk, memiliki cadangan makanan, dan diperkuat dengan osteoderm tulang
  • Sisik bersifat kedap air
  • Memiliki rongga mulut tanpa gigi dengan lidah dapat digerakan.
  • Jantung mempunyai 2 atrium dan 2 ventrikel, namun terpisah tidak sempurna, kecuali pada Crocodilidae.
  • Bersifat poikilotermis dan eksotermis –> pengaturan suhu tubuh dilalukan dengan perilaku, misalnya menjemur diri
  • Reptilia dibagi menjadi 4 Ordo, yaitu:
  • Chelonia
  • tubuh ditutupi oleh rumah, karapak pada bagian dorsal dan plastron di bagian ventral yang tersusun atas sejumlah dermal yang ditutupi perisai dari zat tanduk
  • memiliki rahang tanpa gigi, namun  memiliki paruh dari zat tanduk
  • mengalami reduksi jumlah vertebrae
  • contoh: Chelonia sp. (penyu)
  • Crocodilia
  • Tubuh dilapisi oleh sisik dari zat tanduk yang tebal
  • Gigi hanya terdapat pada rahang
  • Tengkorak tipe dipsid
  • Contoh: Osteolaemus, Alligator
  • Squamata
  • Anggotanya merupakan  kadal atau ular
  • Tubuh ditutupi oleh sisik dari zat tanduk dan mengalami ekdisis
  • Pada ular, terdapat organ Jacobson, yaitu organ yang berfungsi sebagai peraba atau mendeteksi panas (suhu tubuh) mangsa
  • Contoh: Gekko, Draco, Phyton, Vipera
  • Rhyncocephalia
  • Contoh: Tuatara

3. Aves

  • Memiliki 4 appendages, namun 2 appendages depan mengalami modifikasi menjadi sayap
  • Jari kedua pada appendages depan mengalami modifikasi, memanjang sebagai penyokong utama bulu untuk terbang.
  • Kaki belakang mengalami modifikasi untuk berjalan, berenang, atau keduanya.
  • Tubuh ditutupi oleh bulu, namun kaki bagian bawah ditutupi oleh sisik seperti pada reptil
  • Bernapas dengan paru-paru
  • Fertilisasi internal
  • Telur bercangkang, tersusun atas zat kapur, dan memiliki cadangan makanan (egg yolk)
  • Ketika masih kecil memiliki gigi yang berfungsi menghancurkan cangkang telur (egg tooth), namun ketika dewasa gigi tersebut akan hilang
  • Endotermik
  • Memiliki penglihatan yang tajam
  • Suara dihasilkan oleh siring yang terdapat pada dasar trakea
  • Jantung terdiri atas 4 ruang
  • Memiliki 9 kantung udara
  • Bersifat homoiotermis dan endotermis  -> dapat mempertahankan suhu tubuhnya, tidak bergantung pada lingkungan
  • Secara ekologi, burung dibagi menjadi 4 kelompok:
  • Burung yang hidup di tanah

contoh: Ordo Casuariformes

  • Burung yang hidup di air tawar

contoh: Ordo Anseriformes

  • Burung yang hidup di pantai

contoh: Charadriiformes

  • Burung yang hidup di laut lepas

contoh: Pelecaniformes

  • Burung hidup di pohon

contoh: Columbiformes

  • Burung yang mencari makan di udara

contoh: Apodiformes

  • Burung penyanyi

Contoh: Passeriformes

  • Burung pemangsa

contoh: Falconiformes

4. Mammalia

  • Memiliki 4 kaki
  • Tubuh ditutupi oleh rambut
  • Memiliki kelenjar susu  -> Mammalia
  • Memiliki kepala dan leher yang fleksibel
  • Suara dihasilkan oleh pita suara pada laring
  • Jantung terdiri atas 4 ruang
  • Endotermik dan homoiotermis
  • Bernapas dengan paru-paru
  • Telur kecil dan berkembang di dalam uterus, kecuali pada Monotremata
  • sebagian besar melahirkan anak, namun ada pula yang bertelur melahirkan
  • Mamalia terbagi menjadi 3 subkelas, yaitu:

1. Prototheria

  • Masih bertelur dan memiliki kloaa
  • Tidak memiliki putting susu
  • Memiliki kantung marsupial
  • Contoh: Ordo Monotremata: Tachyglosus

2. Metatheria

  • Merupakan kelompok hewan berkantung
  • Memiliki telur dengan cadangan makanan, tidak bercangkang, namun ditutupi albumin dan telur berada pada pada uterus
  • Anak lahir pada tahap perkembangan awal kemudian pindah ke kantung marsupium yang di dalamnya terdapat putting susu.
  • Contoh: Ordo Marsupialia: Macropus (kanguru)

3. Eutheria

  • Memiliki telur yang sangat kecil, memiliki atau tidak ada cadangan makanan sama sekali, namun memiliki membran vitelia
  • Telur tetap berada di uterus
  • Anak lahir dalam masa perkembangan yang lebih maju
  • Tidak memiliki kantung marsupium
  • Memiliki putting susu yang menonjol bebas dari permukaan ventral tubuh
  • Tidak memiliki kloaka
  • Contoh: Ordo Insectivora, Primata, Chiroptera
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: