Advertisements

Rangkuman Biologi SMA

4 Jul

Ciri-ciri makhluk hidup:

  • Regulasi: pengaturan proses dalam sel
  • Pertumbuhan: penambahan volume sel
  • Respirasi: pembentukan energi melalui penguraian zat makanan
  • Sintesis: penyusunan zat pembentuk protoplasma sel
  • Ekskresi: pengeluaran zat sisa metabolisme

Insektisida sangat sulit terurai di lingkungan dan dapat masuk ke dalam tubuh makhluk hidup. Di dalam tubuh terjadi akumulasi (bioakumulasi) dan jika masuk ke dalam rantai makanan akan tertimbun pada puncak rantai makanan (biomagnifikasi).

Daerah fotik adalah daerah yang masih terkena sinar matahari. Jika bagian dasar masih terkena matahari disebut daerah litoral dan daerah yang terkena sinar matahari tetapi tidak sampai ke bagian dasar disebut daerah limnetik. Karena masih terdapat sinar matahari dan senyawa CO2 maka organisme fotosintetik (produsen) dapat hidup di daerah ini.

Vegetasi pantai yang beradaptasi dengan hamparan gelombang adalah tumbuhan bakau dengan membentuk geragih yang panjang dan memiliki akar pena yang kuat.

Bagian-bagian sel:

  • Lisosom: organel yang mengandung enzim-enzim hidrolitik, berfungsi dalam proses pencernaan intraseluler.
  • Ribosom: organel yang tersusun atas rRNA dan granula protein tempat proses penerjemahan kodon mRNA (translasi) pada proses sintesis protein.
  • Kloroplas: organel tempat berlangsungnya proses fotosintesis.
  • Badan golgi: organel tempat sintesis karbohidrat, beberapa jenis lemak, dan penyelesaian akhir sintesis protein dan glikoprotein.
  • Inti sel (nukleus): tempat kromosom dan pusat pengendali genetik.
  • Retikulum endoplasma: tempat sintesis steroid dan lipid lainnya, detoksifikasi alkohol, dan pembentukan membran sel. RE kasar sebagai tempat pembentukan fosfolipid dan protein membran plasma.
  • Plasmodesmata: bagian membran sel pada sel tumbuhan yang tidak berdinding yang menghubungkan sel-sel tumbuhan.

Pembentukan glukosa terjadi pada reaksi gelap (fiksasi CO2) dan terjadi pada matriks kloroplast (stroma), sedangkan pada granum yang merupakan tumpukan kantong tilakoid yang berlapis-lapis terjadi reaksi terang (fotolisis air).

Kerja enzim dipengaruhi oleh:

  • Suhu: semakin tinggi suhu semakin mempercepat suatu reaksi kimia, namun enzim merupakan protein yang dapat rusak apabila suhu terlalu tinggi sehingga enzim memiliki suhu optimum.
  • pH: karena tiap enzim merupakan protein dengan komposisi asam amino berbeda dan berbentuk tiga dimensi yang distabilkan ikatan hidrogen maka aktivitas katalitiknya dipengaruhi pH.
  • Substrat: enzim bekerja secara spesifik pada substrat tertentu dan semakin banyak konsentrasi substrat akan mempercepat kerja enzim pada level tertentu.

Perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis:

  • Jumlah pembelahan pada mitosis satu kali, sementara meiosis dua kali.
  • Jumlah sel anak pada mitosis adalah dua, sementara meiosis empat.
  • Tempat pembelahan mitosis pada sel somatis, sementara meiosi pada gonad.
  • Set kromosom anak pada mitosis diploid (2n), sementara meiosis haploid (n).
  • Sifat sel anak pada mitosis identik dengan sel induk, sementara meiosis berbeda dengan sel induk.

Bakteriophage adalah sebutan bagi virus yang menyerang bakteri.

Penyusun dinding sel tumbuhan adalah selulosa, pektin, lignin. Sementara penyusun dinding sel jamur adalah kitin.

Konjugasi hifa (+) dan hifa (-) membentuk zigosporangium yang akan menghasilkan zigospora.

Alga biru/sinofita/sianobakteri merupakan:

  • Organisme prokariotik: tidak memiliki membran inti (karioteka)
  • Bersifat fototrop: memiliki klorofil (pigmen fotosintesis) sehingga mampu melakukan fotosintesis
  • Berwarna biru merupakan akibat adanya pigmen fikosianin. Antosianin adalah pewarna pada bunga.

Cacing yang berguna dalam menyuburkan tanah adalah cacng tanah (Lumbricus terestris) termasuk anggota kelas oligochaeta (sedikit seta/rambut) anggota phylum annelida (cacing gelang).

Annelida lain: kelas polychaeta (banyak seta/rambut) contohnya kelabang laut (Nerevis virens).

Anggota cacing pipih (plathyhelminthes):

  • Kelas tubelaria: Pseudoceros dimidiatus
  • Kelas trematoda: cacing hati manusia (Clonorchis sinensis)
  • Kelas cestoda: cacing pita sapi (Taenia saginata)

Kutu buku (Lepisma sacarina) tidak mengalami fotosintesis (ametabola).

Lebah (Apis indica) ordo hymenoptera mengalami metamorfosis sempurna.

Lipas (Peryplaneta americana) ordo ortoptera mengalami metamorfosis sempurna.

Nyamuk bergenus Anopheles/Aedes/Culex berordo diptera mengalami metamorfosis sempurna.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: