Advertisements

Sistem Jaringan dan Proses Pengangkutan Zat pada Tumbuhan

1 Feb

SISTEM JARINGAN PADA TUMBUHAN

 

xylem1

Jaringan yang memiliki bentuk yang sama berkumpul dan membentuk suatu sistem yang disebut sistem jaringan. Nah, setelah mengetahui jaringan yang ada pada tumbuhan, yuk kita simak sistem jaringan pada tumbuhan.

Pada tumbuhan terdapat 3 macam sistem jaringan:

1. sistem jaringan dermal

Yaitu lapisan yang membungkus, menutupi dan melindungi semua bagian tumbuhan.

Meliputi epidermis dan periderm.

Di akar: rambut-rambut akar yang berfungsi penyerap air dan garam mineral.

Di batang dan daun: jaringan dermal mensekresikan kutikula yang berfungsi mengurangi penguapan.

2. sistem jarinan dasar

jaringan pembentuk bahan dasar atau selimut jaringan pembuluh.

Berada di antara sistem jaringan dermal dan sistem jaringan pembuluh.

Tersusun atas parenkim, kolenkim, sklerenkim.

3. sistem jaringan pembuluh

tersusun atas xilem dan floem

selain transportasi, sistem jaringan pembuluh juga berfungsi sebagai penguat

PROSES PENGANGKUTAN ZAT PADA TUMBUHAN

Pengankutan air dan garam mineral pada tumbuhan dilakukan melalui 2 cara, yaitu:

1. Pengangkutan Ekstravaskuler

Tumbuhan dapat menyerap air dari tanah ke dalam tubuh melewati satu sel ke sel lain secara horizontal.

Pengangkutan dimulai dengan penyerapan oleh bulu akar kemudian ke epidermis, stele. Dari korteks, air kemudian didistribusikan menuju sel-sel untuk metabolisme.

Pengangkutan ekstravaskuler dilakukan melalui 2 cara, yaitu:

1. Simplas

Yaitu sistem pengangkutan air dan zat terlarut melalui bagain hidup dari suatu sel seperti sitoplasma dan vakuola ke sel lain melewati plasmodesmata, yaitu saluran yang menghubungkan suatu sel dengan protoplasma sel lain.

2. Aploplas

Yaitu sistem pengangkutan air dan garam mineral melalui bagian yang tidak hidup, misalnya dinding sel dan ruang antar sel.

apoplas

Akan tetapi, air dan garam mineral yang masuk ke endodermis hanya dilakukan melalui simplas. Hal tersebut disebabkan adanya pita Kaspar pada sel endodermis, yaitu pita yang terbuat dari suberin, suatu bahan lilin. Oleh karena hal tersebut, endodermis kedap terhadap air dan garam mineral.

2. Pengangkutan Intravaskuler

Yaitu pengangkutan air dan zat terlarut yang terjadi di dalam berkas pembuluh xilem dan floem secara vertikal.

Pengangkutan air dan zat terlarut:

Penyerapan zat melalui rambut akar kemudian mengalir menuju epidermis kemudian xilem aar, xilem batang, xilem daun. Di dalam xilem daun, zat-zat yang berguna masuk ke parenkim mesofil daun sebagai bahan proses fotosintesis.

Glukosa hasil otosintesis kemudian diedarkan melalui floem ke seluruh jaringan tubuh, sedangkan oksigen dikeluarkan lewat stomata, dan air dikeluarkan melalui proses transpirasi.

Kecepatan pengangkutan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  1. kelembaban
  2. suhu
  3. cahaya
  4. angin
  5. kandungan air tanah

kelembaban udara berbanding terbalik dengan kecepatan pengangkutan, sedangkan suhu, angin, cahaya, dan kandungan air tanah berbanding lurus dengan kecepatan penguapan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: