Advertisements

Struktur Jaringan Epitel dan Ikat pada Hewan

2 Feb

jaringan hewan

Hewan memiliki 4 macam jaringan, yaitu jaringan epitel, ikat, rangka, dan otot.

JARINGAN EPITEL

Fungsi:

  • pelindung jaringan yang dibawahnya dari kerusakan.
  • Pengangkut zat-zat antar jaringan.
  • Tempat keluarnya enzim.

Berdasarkan letaknya, jaringan epitel dibagi menjadi 3, yaitu:

  • epitelium: pelapis organ
  • mesotelium: pelapis rongga tubuh bagian luar
  • endotelium: membatasi organ tubuh.

Jaringan epitel disusun oleh beberapa sel, yaitu:

  • epitel pipih

berbentuk pipih, nukleus bulat di tengah.

  • epitel silinder

berbentuk silinder atau batang, nukleus bulat besar di tengah.

  • epitel kubus

berbentuk kubus, nukleus bulat besar di tengah.

Berdasarkan lapisan penyusunnya, jairngan epitel dibagi menjadi:

  1. epitel pipih selapis

Inti sel berbentuk bulat di tengah.
Sel-sel tersusun rapat.
Letak: pembuluh darah, pembuluh limfa, paru-paru, alveoli, selaput perut.
Fungsi: proses filtrasi, sekresi, dan difusi osmosis.

  1. epitel pipih berlapis banyak

tersusun sangat rapat.
Letak: rongga mulut, esofagus, laring, vagina, saluran anus, dan rongga hidung.
Fungsi: pelindung dan penghasil mucus

  1. epitel silindris selapis

inti sel bulat berada di dekat dasar
Letak: usus, dinding lambung, kantung empedu, saluran rahim, saluran pencernaan, dan saluran pernapasan bagian atas.
Fungsi: sekresi, penyerapan, penghasil mucus, dan pelumas permukaan saluran.

  1. epitel silindris berlapis banyak

tersusun oleh banyak lapisan sel berbentuk batang
Letak: mata, faring, laring, uretra.
Fungsi: tempat sekresi, seperti pada kelenjar ludah dan susu.

  1. epitel kubus selapis

Letak: permukaan ovarium, nefron, ginjal, dan lensa mata.
Fungsi: tempat sekresi.

  1. epitel kubus berlapis banyak

Letak: folikel, ovarium, testis, kelenjar keringat, dan kelenjar ludah.
Fungsi: pelindung dari gesekan dan penghasil mukus

  1. epitel transisi

bentuknya berubah-ubah dan berlapis-lapis.
Letak: saluran pernapasan, ureter, dan kandung kemih.
Fungsi: tempat sekresi zat metabolisme.

JARINGAN IKAT/JARINGAN PENYAMBUNG/JARINGAN PENYOKONG

Ciri-ciri jaringan ikat:

  • Sel-selnya tersusun amat jarang dan melebar dan tersebar dalam matriks ekstraseluler.
  • Bentuk tidak teratur.
  • Fungsi:
    • melekatkan konstruksi antarjaringan
    • membungkus organ
    • menghasilkan energi
    • menghasilkan sistem imun
    • mengisi rongga-rongga di antara organ
  • Jaringan ikat tersusun atas:
  • sel fibroblas

berbentuk serat
fungsi: mensekresikan protein

  • sel makrofaga

bentuk tidak tetap
terletak dekat pembuluh darah
fungsi: fagositosis (memakan at buangan, sel-sel mati, bakteri)

  • sel tiang

fungsi: menghasilkan hormon heparin (berperan dalam pembekuan darah) dan histamin (meningkatkan permeabilitas kapiler darah)

  • sel lemak

fungsi: menyimpan lemak.

  • berbagai jenis jaringan sel darah putih (leukosit)

fungsi: melawan patogen
sel darah putih terbagi menjadi 2 jenis sel, yaitu granulosit (sel bergranula), misalnya eosinofil, basofil, dan netrofil dan sel tak bergranula (agranulosit), misalnya monosit dan limfosit.

  • sel plasma

Letak: saluran pernapasan dan saluran pencernaan
Fungsi: memproduksi antibodi untuk melawan antigen (protein asing)

  • Sebagian besar matriks jaringan ikat terdapat serat-serat dan bahan dasar berupa cairan.

Serat jaringan ikat terbuat dari protein dan dibagi menjadi:

1. serat kolagen

  • tersusun atas kolagen sehingga bersifat kuat, daya regang tinggi, elastisitas rendah
  • berwarna putih
  • letak: kulit, tulang, tendon.

2. serat elastis

  • berwarna kuning
  • tersusun atas protein elastin dan mukopolisakarida sehingga elastisitas tinggi.
  • Letak: bantalan lemak, ligamen, dan pembuluh darah.

3. serat retikuler

  • sangat tipis dan bercabang.
  • Tersusun atas kolagen dan terhubung pula dengan serat kolagen.
  • Mengandung glikogen
  • Fungsi: penghubung jaringan pengikat dengan jaringan sebelahnya.
  • Letak: hati, limpa, dan kelenjar-kelenjar limpa
  • Bahan dasar tidak memiliki warna, tidak berbentuk, dan homogen.
  • Bahan dasar berasal dari asam mukopolisakarida, yaitu asam hialuronat sehingga matriks menjadi lentur dan semakin banyak air. Selain asam hialuronat, terdapat pula mukopolisakarida sehingga struktur jaringan ikat bersifat kaku.

Berdasarkan jenisnya, jaringan ikat dikelompokkan dalam 3 tipe, yaitu:

1. Jaringan ikat sebenarnya

Jaringan ikat sebanrnya dibedakan menjadi:

a. Jaringan ikat berserat

  • mengandung serat putih berkolagen, namun kolagennya tidak elastis.
  • Letak: tendon pada otot ke tulang dan ligamen yang menghubungkan tulang dengan tulang lain pada persendian.
  • Fungsi: menghubungkan tulang dengan tulang, dan otot dengan tulang.

b. Jaringan ikat elastis

  • mengandung serabut elastis kuning
  • letak: ligamen dan dinding arteri
  • fungsi: pelindung elastisitas jaringan.

2. Jaringan ikat lemak/jaringan adiposa

  • Letak: epidermis kulit, sumsum tulang, sekitar sendi dan ginjal.
  • Fungsi: melapisi tubuh, menyimpan molekul bahan bakar, menyimpan lemak, dan berperan sebagi bantalan.

3. Jaringan pengikat longgar

  • mengandung serat kolagen, elastis, dan retikuler.
  • Letak: dibawah kulit, dekat pembuluh darah, dan sekitar organ.
  • Fungsi: mengikat jaringan epitel dan jaringan di bawahnya, menjaga organ tetap berada di tempatnya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: