Archive | May, 2013

Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

12 May

Lumut (Bryophyta) adalah tumbuhan peralihan antara Thallophyta (tumbuhan yang belum dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun) dan Cormophyta (tumbuhan yang sudah sudah dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun).

Tumbuhan lumut adalah tumbuhan perintis yang dapat hidup di mana saja. Lumut dapat hidup di tempat lembap, basah, berair, dan biasanya bersifat epifit atau menempel.

Klasifikasi lumut ada 3 jenis, yaitu:

1. Lumut Daun (Musci)

Lumut daun mempunyai akar rizoid, batangnya tegak dan bercabang, dan daunnya kecil. Ia berkembang biak dengan membentuk kuncup di cabang-cabang. Contoh lumut daun antara lain Sphagnum sp., Funaria, dan Andraea petrophila.

2. Lumut Hati (Hepaticeae)

Tubuh lumut hati terbagi menjadi dua lobus seperti hati yang disebut talus yang tidak terbentuk menjadi akar, batang, dan daun. Lumut hati dapat melakukan reproduksi aseksual dengan sel yang disebut gemma (struktur seperti mangkuk yang terdapat di permukaan gametofit). Contoh lumut hati, yakni Marchantia polymorpha, Lunularia, dan Porella.

3. Lumut Tanduk (Anthocerotaceae)

Kloroplas tunggal yang berukuran lebih besar kebanyakan lumut adalah keistimewaan lumut ini. Sporofitnya berbentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk pada gametofit. Contoh lumut tanduk adalah Anthoceros natans dan Anthoceros leavis.

 

Demikian penjelasan ringkas mengenai lumut. Semoga bermanfaat 🙂

Perbedaan Etika Dan Etiket

11 May

Etika dan etiket adalah hal yang menyangkut perilaku manusia. Namun, kedua-duanya memiliki perbedaan. Berikut ini akan saya jelaskan terlebih dahulu mengenai asal kata dan pengertian dari etika dan etiket.

Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang bermakna watak kebiasaan.

Etiket berasal dari bahasa Perancis, yaitu etiquette yang berarti sopan santun.

Perbedaan etika dan etiket adalah sebagai berikut.

 

Etika

1. Selalu berlaku walaupun tidak ada saksi mata. 

Contoh : larangan untuk mencuri tetap ada walaupun tidak ada yang melihat kita mencuri.

2. Bersifat jauh lebih absolut atau mutlak.

Contoh : “Jangan Mencuri” adalah prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

3. Memandang manusia dari segi dalam.

Contoh : Walaupun bertutur kata baik, pencuri tetaplah pencuri. Orang yang berpegang teguh pada etika tidak mungkin munafik.

4. Memberi norma tentang perbuatan itu sendiri.

Contoh : Mengambil barang milik orang lain tanpa izin orang tersebut tidak diperbolehkan.

 

Etiket

1. Hanya berlaku dalam pergaulan. Etiket tidak berlaku saat tidak ada orang lain atau saksi mata yang melihat.

Contoh : Sendawa di saat makan melakukan perilaku yang dianggap tidak sopan. Namun, hal itu tidak berlaku jika kita makan sendirian, kemudian sendawa dan tidak ada orang yang melihat sehingga tidak ada yang beranggapan bahwa kita tidak sopan.

2. Bersifat relatif.

Contoh : Yang dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain.

3. Hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja.

Contoh : Banyak penipu dengan maksud jahat berhasil mengelabui korbannya karena penampilan dan tutur kata mereka yang baik.

4. Etiket menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan oleh manusia.

Misalnya : Memberikan sesuatu kepada orang lain dengan menggunakan tangan kanan.

 

Sekian pembahasan kali ini. Semoga kita semua dapat memahami perbedaan etika dan etiket.

Bunga lengkap, pengertian dan penjelasannya

11 May

Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki alat kelamin dan perhiasan bunga. Perhiasan bunga terdiri dari kelopak bunga dan mahkota bunga. Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi bunga saat masih kuncup. Sedangkan mahkota bunga yang beraneka ragam warnanya berfungsi untuk melindungi alat kelamin bunga yang ada di dalam.

Alat kelamin bunga terdiri dari:

  • Putik, yaitu alat kemalin betina, teridiri dari kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah.
  • Benang sari yaitu alat kelamin jantan, terdiri dari kepala sari dan tangkai sari.

Bunga lengkap dan bagiannya

Di dalam bakal buah terdapat bakal biji yang berisi intin kandung lembaga dan sel telur. Sedangkan di dalam kepala sari ada kotak sari dan serbuk sari.

Contoh bunga lengkap adalah bunga mawar, bunga melati, dan kembang sepatu.

Demikian bunga lengkap dan bagian-bagiannya serta contohnya. Semoga mudah dipahami.

Adaptasi dalam keberlangsungan hidup organisme, Biologi SMP

11 May

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Adaptasi dibagi menjadi 3, yaitu adaptasi morfologi, fisiologi, dan tingkah laku.

Berikut contoh-contoh adaptasi,

1. Adaptasi morfologi, adalah adaptasi makhluk hidup melalui bentuk tubuhnya agar sesuai dengan lingkungan.

  • Bebek memiliki kaki yang berselaput untuk berenang di air
  • Tubuh kaktus dikelilingi oleh duri untuk mengurangi penguapan cairan tubuhnya
  • Siput memiliki cangkang yang keras untuk melindungi tubuhnya

2. Adaptasi fisiologi, adalah adaptasi makhluk hidup melalui fungsi-fungsi organ/alat di tubuhnya.

  • Kantung semar mengeluarkan bebauan untuk mengundang serangga
  • Lendir pada kulit katak digunakan untuk membantu pernapasan di air
  • Semut mengeluarkan hormon feromon ketika dalam bahaya/ mendapat makanan agar semut lain datang

3. Adaptasi tingkah laku, adalah adaptasi makhluk hidup melalui tingkah lakunya di lingkungannya.

  • Cicak akan melakukan pemutusan ekor apabila dalam keadaan bahaya (autotomi)
  • Daun putri malu akan menutup jika disentuh
  • Laron akan menghinggapi benda-benda yang terang

Demikianlah adaptasi beserta penjelasan dan contoh-contohnya. Untuk contoh-contoh yang lebih banyak, bisa lihat di Contoh-contoh adaptasi lengkap. Semoga membantu.

Metode pengolahan data Decision Tree, Naïve Bayes, dan Decision Table

10 May

Dalam mengolah data dan mengambil kesimpulan dari kumpulan data, kita dapat menggunakan 3 metode, yakni decision tree, naïve bayes, dan decision table. Dan pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan ketiganya. Mudah-mudahan semuanya paham dan mengerti konsep serta cara penggunaannya. Oke berikut:

a)      Decision Tree Learning (DTL)

DTL merupakan sebuah metode dalam memprediksi/menyimpulkan nilai sebuah item/kategori/kelas berdasarkan nilai-nilai item lain yang mempengaruhinya. Secara gampangnya menghasilkan kesimpulan terhadap sebuah item berdasarkan nilai beberapa input item. Dalam prosesnya, DTL menggunakan sebuah decision tree untuk mengambil kesimpulan.

contoh decision tree

Decision Tree di atas menunjukkan alur pengambilan keputusan seseorang berdasarkan beberapa nilai beberapa item yaitu ParentsVisiting, Weather, dan Money. Pada leaf node merupakan tindakan yang akan diambil sementara inner node menunjukkan item yang menjadi input dan tiap cabang dari inner node mewakili dari salah satu nilai yang dimiliki oleh inner node tersebut.

b) Naïve Bayes

Naïve Bayes merupakan sebuah metode pengkalisifikasian yang bersifat probabilistik berdasarkan teorema Bayes dengan anggapan  fitur-fitur yang mempengaruhi pengklasifikasian tidak saling bergantung/berhubungan, sehingga ada tidaknya salah satu atau beberapa fitur tidak mempengaruhi fitur lainnya.

c) Decision Tables

Secara umum, decision tables mirip dengan konsep decision tree yaitu sama-sama menggunakan konsep dasar if-else atau switch-case. Bedanya hanya pada bagian representasi dimana decision table menggunakan tabel.

Tabel akan dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu kondis dan aksi. Kondisi merupakan hal-hal yang mempengaruhi pengambilan keputusan sementara aksi merupakan keputusan yang diambil. Keputusan yang diambil bisa lebih dari 1.

contoh decision table

 

Materi dan Penggolongannya (Kimia Kelas X SMA)

6 May

Pada pembahasan kali ini, saya akan mengupas tentang materi dan penggolongannya.

Secara umum, materi dibagi menjadi dua golongan, yaitu materi homogen dan materi heterogen.

1. Materi Homogen

Materi homogen adalah materi yang seluruh bagiannya mempunyai sifat yang sama. Materi homogen disebut juga zat tunggal karena susunan kimianya tetap. Zat tunggal terdiri atas:

a. Unsur

Unsur adalah zat tunggal yang dengan cara kimia biasa tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana. Unsur merupakan materi dasar penyusunan suatu benda. Setiap unsur mempunyai sifat masing-masing. Oleh karena itu, lambang setiap unsur pun berbeda. Contoh : emas lambangnya Au, besi lambangnya Fe, dan sebagainya.

Unsur dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

– Unsur logam

– Unsur non logam

– Unsur metaloid (peralihan dari logam ke bukan logam)

b. Senyawa 

Senyawa adalah zat tunggal yang dengan cara kimia biasa dapat diuraikan. Senyawa terdiri atas beberapa unsur yang saling bergabung secara kimiawi sehingga lambang senyawa terdiri atas beberapa lambang unsur. Contoh : garam dapur terdiri atas unsur natrium dan klorin, rumus kimanya adalah NaCl.

2. Materi Heterogen

Materi heterogen adalah materi yang tidak di seluruh bagian mempunyai sifat yang sama. Materi heterogen disebut juga campuran. Campuran adalah materi yang tersusun dari dua zat atau lebih yang masih mempunyai sifat zat asalnya. Berdasarkan ukuran partikel, zat penyusun campuran dibedakan sebagai berikut.

a. Larutan

Ada suatu campuran yang partikel-partikelnya tidak dapat dilihat dengan mata biasa, yaitu larutan. Larutan adalah campuran dua zat atau lebih yang wujud akhirnya zat tunggal (homogen) walaupun keadaan sesungguhnya tidak homogen benar. Ukuran partikel larutan kurang dari 10-7 cm. Larutan dibagi menjadi 3 jenis, yaitu larutan padat, larutan cair, dan larutan gas.

b. Koloid

Koloid adalah campuran dari dua zat, jika zat terlarut mempunyai ukuran partikel 10-7 cm sampai 10-5 cm. Koloid berwujud agak keruh atau keruh sekali.

Contoh : susu, santan, air sabun, tinta, dan sebagainya.

c. Suspensi

Suspensi adalah campuran zat padat dengan zat cair dengan ukuran zat terlarut lebih besar dari 10-5 cm sehingga campuran ini sangat cenderung terpisah kembali.

Contoh : air sungai yang keruh.

 

Cukup sekian pembahasan kali ini. Saya harap semuanya dapat lebih paham lagi mengenai materi dan penggolongannya. Terima kasih.

Bilangan Oksidasi Kelas X SMA

5 May

Di post saya kali ini, saya akan membahas salah satu materi dasar yang penting di kelas X SMA yaitu bilangan oksidasi atau biasa disingkat biloks. Pertama-tama, saya akan menjelaskan pengertian dari bilangan oksidasi.

Bilangan oksidasi adalah banyaknya muatan listrik dari satu unsur dalam satu senyawa.

Ada beberapa peraturan dalam menentukan bilangan oksidasi dari suatu unsur, yaitu:

1. Unsur-unsur yang bebas atau unsur yang tidak berikatan dengan unsur lain, bilangan oksidasinya adalah nol.

Contoh : Fe, H2, O2, Cl2, dan lain-lain.

2. Biloks unsur H dalam senyawa selalu +1, kecuali pada hidrida biloks H adalah -1. Contoh hidrida  : NaH (natrium hidrida).

3. Biloks O dalam senyawa selalu -2, kecuali pada peroksida biloks O adalah -1. Contoh peroksida : Na2O2 (natrium peroksida), BaO2 (barium peroksida), dan H2O2 (hidrogen peroksida).

4. Biloks unsur logam dalam senyawa selalu bernilai positif dan nilai biloks pada unsur logam tersebut sama dengan elektron valensinya.

Contoh : Biloks Fe pada senyawa besi (III) sulfida adalah +3.

4. Jumlah biloks unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu nol.

Contoh : Pada senyawa H2O jumlah biloksnya adalah nol.

(2 x biloks H) + (1 x biloks O) = 0

(2 x 1) + (-2) = 0

Demikian pembahasan singkat saya mengenai biloks atau bilangan oksidasi. Semoga kalian bisa memahami materi tentang biloks ini. Saya mengambil materi ini dari pelajaran Kimia Kelas X SMA.

Dependent Linear and Independent Linear

3 May

Untuk membuktikan bahwa sebuah himpunan fungsi adalah dependent linear, kita harus mencari konstanta a, b, c, dst yang tidak semuanya 0, sedemikian sehingga ap + bq + cr + … = 0. Jika kita tidak bisa menemukan konstanta a, b, c, dst yang tidak semuanya 0, maka dapat disimpulkan bahwa himpunan fungsi tersebut adalah independent linear.

Contoh 1:

Buktikan bahwa himpunan {2x, x – 1, 2 – x} dependen linier.

Misalkan:
p = 2x
q = x – 1
r = 2 – x

Agar {p, q, r} dependen linier, maka harus ada konstanta a, b, c, yang tidak semuanya 0, sedemikian
sehingga ap + bq + cr = 0.

Jika disederhanakan:
a(2x) + b(x – 1) + c(2 – x) = 0
2ax + bx – b + 2c – cx = 0
x(2a + b – c) – b + 2c = 0

Maka, terdapat sebuah sistem dengan 2 persamaan:
2a + b – c = 0
–b + 2c = 0

Dengan mengambil a = 1, b = –4, dan c = –2, maka sistem persamaan tersebut terpenuhi. Karena a, b, c
tidak semuanya 0, maka terbukti bahwa {p, q, r} dependen linier. (QED)

Contoh 2:

Buktikan bahwa himpunan {1, 2x – 1, x2 + 1} independen linier.

Misalkan:
p = 1
q = 2x – 1
r = x^2 + 1 (x^2 menyatakan x kuadrat)

Agar {p, q, r} dependen linier, maka harus ada konstanta a, b, c, yang tidak semuanya 0, sedemikian
sehingga ap + bq + cr = 0.

Jika disederhanakan:
a + b(2x – 1) + c(x^2 + 1) = 0
a + 2bx – b + cx^2 + c = 0
cx^2 + 2bx + a – b + c = 0

Maka, terdapat sebuah sistem dengan 3 persamaan:
c = 0
2b = 0
a – b + c = 0

Solusi yang memenuhi hanyalah a = 0, b = 0, c = 0. Karena a, b, c semuanya 0, maka terbukti bahwa
{p, q, r} independen linier. (QED)

Okay, demikianlah sedikit penjelasan mengenai dependent linear dan independent linear yang biasanya sering kita gunakan dalam pemasalahan matematika, terutama matriks dalam aljabar linear. Semoga kita semua mengerti dan bertambah ilmunya. Terima kasih.

Find real square roots in ML

3 May

Okay, pada kesempatan kali ini kita akan membahas functional programming ML untuk mencari nilai akar real dari sebuah bilangan a. Berikut adalah code-nya, silakan dilihat dan dipelajari:

fun findroot (a, x, acc) =
   let val nextx = (a/x + x) / 2.0
   in if abs (x-nextx) < acc*x then nextx
      else findroot (a, nextx, acc)
   end;

fun sqroot a = findroot (a, 1.0, 1.0E~10);

Kita dapat juga menulis fungsi tersebut dengan menggunakan metode seperti di bawah ini, sehingga terdapat fungsi di dalam fungsi. Check this out!

fun sqroot a =
   let val acc = 1.0E~10
   fun findroot x =
      let val nextx = (a/x + x) / 2.0
      in if abs (x-nextx) < acc*x then nextx
         else findroot nextx
      end
  in findroot 1.0 end;

Ya cukup sekian kodingan untuk menemukan atau find nilai real dari operasi akar atau square roots dari sebuah bilangan a di atas. Semoga dapat memberikan inspirasi bagi semua. Silakan mencoba, terima kasih.

Make Fibonacci Numbers in ML

3 May

Hari ini kita akan mencoba membuat fungsi yang akan mengembalikan fibonacci number atau urutan angka yang merupakan barisan fibonacci. Implementasi fungsi pada ML yang akan dibahas di bawah ini terbagi 2, menjadi fibonacci versi naive dan fibonacci yang lebih cepat atau faster.

Okay, berikut implementasi fibonacci versi naive:

fun fib 0 = 0
   |fib 1 = 1
   |fib n = fib(n-2) + fib(n-1);

Selanjutnya kita akan definisikan fungsi fibonacci yang implementasinya akan lebih cepat daripada fungsi di atas:

fun fib(prev, curr:int) = (curr, prev+curr);

fun fibpair (n) =
   if n=1 then (0,1)
   else fib(fibpair(n-1));

Fungsi di atas akan lebih cepat daripada sebelumnya walaupun kita tidak memakai tail recursive. Silakan mencoba dan berkreasi sendiri dengan fungsi fibonacci yang saya paparkan, terima kasih.