Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

2 Mar

perkembangan manusia

Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia, yaitu

  • Faktor internal, yaitu genetik
  • Faktor eksternal, yaitu lingkungan, nutrisi, aktivitas

Pertumbuhan dan perkembangan maksimal manusia terjadi pada akhir masa Janis, kemudian menurun pada masih bayi, ketika menjelang dewasa meningkat lagi, dan kemudian menurun lagi, dan akhirnya berhenti ketika dewasa.

Demi mempertahankan keturunan, tentunya manusia melakukan perkembangbiakan, yatu fertilisasi internal. Fertilisasi terjadi jika terdapat peleburan antara ovum yang terdapat pada wanita dengan sperma yang dihasilkan oleh pria.

Sejak lahir, wanita sudah memiliki banyak sel telur pada ovarium. Namun, telur tersebut belum matang sepenuhnya. Ketika wanita sudah mengalami pubertas, maka setiap bulannya telur akan dilepaskan sebagai bagian dari siklus menstruasi. Jumlah ovum yang dihasilkan wanita hanyalah sebanyak ovum yang ada saat dilahirkan. Oleh Karena hal tersebut, ketika tidak terdapat ovum lagi pada wanita, wanita tersebut tidak akan mengalami menstruasi lagi. Dengan kata lain, wanita tersebut mengalami menopause.

Berbeda dengan wanita yang menghasilkan ovum, pria menghasilkan sperma. Sperma berkembang dari spermatozoa yang mulai diproduksi ketika pria menginjak dewasa. Ya, tidak seperti wanita, ketika baru dilahirkan pria belum menghasilkan sel kelamin. Namun, spermatozoa dapat diproduksi terus menerus oleh testis.

 

Pembuahan

Pembuahan atau fertilisasi terjadi ketika sperma yang jumlahnya juataan mencapau sel telur. Namun hanya 1 sperma yang dapat membuahi sel telur. Saat pembuahan terjadi bahan genetic sel telur (23 kromosom) akan bergabung dengan bahan genetic sperma (23 kromosom) mengahasilkan zigot (46 kromosom). Telur yang sudah dibuahi akan membelah diri menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, dan seterusnya. Ovum yang telah dibuahi (16-32 sel) kemudian akan menempati rahim setelah 3 hari terjadi pembuahan. Setelah 1 minggi, bola sel akan memendam diri dalam lapisan rahim yang kaya darah dan menyerap makanan dari dinding rahim tersebut. Telur yang telah dibuahi akan terus berkembang membentuk morula, blastula, gastrula. Sementara itu, sel lain membentuk plasenta. Di dalam plasenta darah bayi mengalir sangat dekat dengan darah ibunya. Lewat plasenta inilah bayi mendapatkan nutrisi dan oksigen serta mengeluarkan zat sisa metabolisme.

perkembangan dalam janin

Usia 5 minggu bayi berukuran 10 mm. wujud kepala, punggung, jantung mulai tampak. Mulut dan mata mulai terbentuk. Kaki dan tangan berbentuk seperti kuncup. Bayi disebut embrio -> usia 8 minggu, bayi berukuran 25 mm, semua bagian tubuh telah terbentuk. Bayi disebut janin -> usia 12 minggu, bayi berukuran 13 cm, sel tetap aktif membelah dan berkembang membentuk kelengkapan akhir tubuh, seperti kelopak mata, dan kuku. Pertumbuhan tersebut telur berlangsung hingga bayi menginjak usia 9 bulan.

Selama berada dalam rahim, bayi dilindungi oleh amnion (cairan ketuban) dari benturan, cahaya terang, dan kebisingan. Namun, bayi dapat mendengar detak jantung dan juga proses pencernaan dalam tubuh ibu.

Kelahiran

Proses kelaran dimulai dengan kontraksi otot rahim -> kontraksi semakin kuat dan berulang -> kantung ketuban mulai pecah dan mengeluarkan cairan -> kontaksi menyebabkan terbukanya mulut uterus untuk dilalui bayi -> kekuatan dan konstraksi akan mendorong bayi keluar vagina. Saat lahir, bayi masih berhubungan dengan tali plasenta. Kemudian tali pusar akan dipotong. Setelah itu, bayi akan menangis dan menyebabkan masuknya udara pada paru-paru bayi. Saat itulah awal bayi menghirup oksigen tanpa bantuan ibu.

Balita dan Anak-Anak

Selama 4 minggu pertama, bayi mulai beradaptasi hidup di luar uterus, seperti pernapasan, pencernaan, dan ekskresi sendiri. Setelah itu, bayi akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik secara mental maupun fisik. Keterampilan awal bayi yaitu tersenyum (usia 6 minggu); tertawa, terbangun oleh suara, dan telah mengenal wajah (4 bulan); mulai berkata-kata sederhana (8 bulan); berdiri (1 tahun). Setelah satu tahun, bayi memasuki masa anak-anak atau balita. Dalam periode tersebut, pertumbuhan fisik, perkembangan koordinasi otot, dan kemampuan mental mulai meningkat tinggi: berjalan (18 bulan), mengobrol (2-3 tahun), membawa angka dan huruf (5 tahun). Perkembangan anak tersebut merupakan perkembangan secara umum, dan tentu saja kecepatan perkembangan anak berbeda-beda.

Masa Dewasa – Masa Pubertas

Masa pubertas umunya terjadi pada masa remaja, yaitu 12-14 tahun. Pubertas wanita ditandai dengan dimulainya siklus menstruasi dan perubahan fisik seperti tumbuhnya buah dada dan rambut pada pubis. Pada pria, pubertas umumnya terjadi pada usia 13-15 tahun. Pada saat tersebut, dihasilkan hormone oleh kelenjar pituitary yang juga menyebabkan perubahan fisik, seperti tumbuhnya kumis, pecahnya suara, tumbuh rambut pasa ketiak dan pubis, serta otot semakin kuat.

Masa Tua

Ketika mulai memasuki masa tua, umur 20, manusia sudah tidak mengalami perkembangan lagi. Ketika memasuki masa pertengahan tua (30-0 tahun), perkembangan fisik sudah mulai mengalami penurunan: tulang mulai rapuh, peredaran darah dan napas kurang efisiensi. Pada akhirnya, masa tua merupakan akhir dari tahap perkembangan manusia.

Metamorfosis: Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

1 Mar

Salah satu ciri Makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan mengarah pada bertumbuhan ukuran, seperti tinggi, panjang, lebar, volume akibat adanya pertambahan materi hidup; sedangkan perkembangan mengarah pada perubahan yang mengarah pada kedewasaan atau perubahan yang tidak dapat diukur, seperti tumbuhnya akar dan tunas pada biji.

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terlihat dari proses metamorfosis. Metamoforfosis dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

  • Metamorfosis sempurna

Yaitu metaforfosis dimana pada setiap tahapan pendewasaan, organism memiliki bentuk yang berbeda, misalnya pada kupu-kupu dan katak.

Metamorfosis pada katak:

katak

Awal kehidupan dimulai sebagai zigot dalam telur yang telah mengalami peleburan dengan sperma jantan (terjadi fertilisasi) -> telur menetas -> berudu -> berudu dapat berenang, memakan tumbuh-tumbuhan kecil, bernapas dengan insang -> berudu tumbuh dan bentuk tubuhnya mulai berubah, yaitu tumbuh tungkai, paru-paru, dan gigi. Perubahan tersebut merupakan awal pertumbuhan organ yang mendukung katak hidup di darat -> tungkai terus tumbuh dan namapak -> ekor tidak lagi tumbuh -> katak dewasa.

Metamorfosis pada kupu-kupu:

kupu

kupu2

Metamorphosis pada kupu-kupu juga termasuk pada metamorphosis sempurna karena kupu-kupu melewati tahap perkembangan yang berbeda bentuknya dengan kupu-kupu dewasa, yaitu telur, larva, pupa, dan individu dewasa.

Larva kupu-kupu juga kita kenal sebagai ulat. Sebagai persiapan makanan sebelum memasuki tahap perkembangan pupa, ulat mengumpulkan makanan, yaitu daun ->  ular berubah menjadi pupa. Ketika menjadi pupa, terdapat kulit jangat yang secara keseluruhan membentuk jaringan pembungkus -> kularlah kupu-kupu dewasa.

  • Metamorphosis tak sempurna

Metamorphosis tak sempurna yaitu metamorphosis yang terjadi pada organism jika bentuk organisme ketika masih dalam perkembangan tidka jauh berbeda atau mirip dengan individu dewasanya, misalnya pada belalang dan kecoa.

belalang

Jika diamati pada padang rumput, akan Nampak belalang yang ukuran kecil. Walaupun tidak memiliki sayap, belalang kecil tersebut mirip dengan belalang dewasa bukan? Oleh karena hal tersebut belalang merupakan salah satu hewan yang mengalami metabmorfosis tak sempurna. Begitu pula pada kecoa. Kecoa yang masih berada pada tahap perkembangan tidak berbeda jauh dengan kecoa dewasa.

kecoa

Indera Pendengar

28 Feb

telinga1

Organ yang berperan sebagi indera pendengar yaitu: telinga

STRUKTUR TELINGA

Telinga dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  • telinga bagian luar

terdiri atas daun telinga, liang telinga, dan gendang telinga. Daun telinga berfungsi menangkap gelombang/getaran suara supaya dapat masuk ke dalam telinga.

Di liang telinga terdapat rambut halus dan kelenjar yang menghasilkan zat yang terasa pahit. Rambut halus tersebut berfungsi menyaring debu yang masuk ke telinga sedangkan zat pahit tersebut mencegah atau membunuh hewan yang masuk ke telinga

  • telinga bagian tengah

tersusun atas 3 tulang kecil, yaitu tulang martil (maleus), landasan (incus), dan sanggurdi (stapes).

Getaran suara melewati ketiga tulang pada telinga bagian tengah -> getaran masuk ke telinga bagian dalam melalui jendela oval.

  • telinga bagian dalam

telinga dalam memiliki 2 bagian, yaitu labirin tulang dan labirin selaput.

Labirin tulang tersusun atas serambi (vesibulum), saluran setengah lingkaran (kanal semisirkularis), dan rumah siput (koklea). Serambi dan saluran setengah lingkaran berfungsi dalam keseimbangan, sedangkan kolea berperan dalam pendengaran.

Koklea terbagi menjadi 2 ruangan, yaitu saluran vestibulum dan saluran koklea. Diantara saluran tersebut terdapat saluran timpani. Saluran vestibulum berhubungan dengan jendela oval, sedangkan saluran timpani terkait dengan jendela bundar yang menghubungkan telinga tengah. Di dalam saluran vestibulum dan saluran timpani terisi oleh cairan yang disebut perilimfa dan saluran koklea juga terisi cairan yang disebut cairan endolimfa. Selain berisi cairan, selaput dasar saluran koklea (membran basiler) terdapat organ corti yang mengandung sel-sel rambut.

 

Mekanisme Pendengaran pada Telinga:

Gelombang/getaran suara dikumpulan oleh daun telinga -> disaring dan disalurkan di liang telinga -> suara dilanjutkan ke gendang telinga atau membran timpani -> terjadi getaran suara -> suara memasuki telinga bagian tengah -> dari tulang sanggurdi, getaran diteruskan melalui jendela oval menuju koklea -> getaran diteruskan ke jendela bundar dengan arah berlawanan -> getaran diterima oleh sel-sel rambut dalam Organ Corti -> getaran dalam cairan koklea menggetarkan membran basiler -> membran tektorial bergetar -> getaran diubah menjadi impuls saraf -> saraf dihantarkan saraf auditori e otak -> otak memberikan respon -> kita dapat mendengarkan suara.

 

Mekanisme Kesetimbangan dalam Telinga:

Bagian telinga berfungsi sebagai kesetimbangan terletak koklea, yaitu:

  • tiga saluran setengah lingkaran (saluran semisirkuler)

pada dasar saluran semisirkuler terdapat bagian membesar yang disebut ampula.

Di dalam ampula tersusun banyak sel rambut kecil bersilia. Sel rambut tersebut berfungsi sebagai reseptor dan dinamakan krista. Krista terbenam dalam suatu zat seperti gelatin yang disebut kupula. Ketika terdapat gerakan dari kepala kita, cairan perilimfa akan bergoyang dan menstimulasi sel rambut umtuk mengirimkan impuls saraf ke otak.

  • serambi (vestibulum).

Vestibulum berperan saat terjadi kesetimbangan gravitasi,

Terdiri atas 2 bagian, yaitu sakula dna utrikula yang didalamnya berisi cairan endolimfa. Pada bagian dinding sakula dan utrikula terdapat bagian yang tersusun dari zat kapur. Bagian yang dimaksud tersebut yaitu otolit. Adanya perubahan gravitasi saat kepala menunduk atau menggeleng  akan menyebabkan otolit bergerak. Perubahan posisi otolit mengakibatkan silia melengkung sehingga menstimulasi impuls saraf untuk dikirim menuju otak.

 

Gangguan pada Indera Pendengaran

  • tuli konduktif

terjadi karena gangguan saluran pendengaran seperti penyumbatan oleh kotoran, pengapuran pada tulang telinga, dan pecahnya membran timpani.

  • tuli saraf

tuli saraf yaitu gangguan yang terjadi karena Organ Corti rusak. Umumnya dialami oleh orang yang lanjut usia.

Sistem Saraf tepi dan Saraf Tak Sadar

27 Feb

SISTEM SARAF TEPI/SISTEM SARAF PERIFER

tepi

Sistem saraf tepi yaitu sistem saraf tubuh yang meneruskan rangsangan (impuls) menuju dan dari sistem saraf pusat.

Di dalam saraf tepi terdapat:

  • saraf sensorik (saraf aferen)

Yaitu sekumpulan neurin yang menghantarkan impuls dari reseptor menuju sistem saraf pusat.

  • saraf motorik (saraf eferen)

saraf yang berfungsi menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat menuju efektor (otot dan kelenjar) untuk kemudian direspon.

Berdasarkan asalnya, sistem saraf tepi dibagi menjadi:

  • saraf kranial

yaitu saraf yang keluar dari permukaan dorsal otak

berjumlah 12 pasang yang diidentifikasi dengan penomorn Romawi.

Saraf nomor I, II, dan VIII merupakan saraf senosorik; saraf nomor II, IV, VI, XI, dan XII bersifat motorik, saraf nomor V, VII, IX, dan X bersifat sensorik dan motorik.

  • saraf spinal

yaitu saraf yang keluar dari kedua sisi tulang belakang

berjumlah 31 pasang.

Setiap pasang sarf spinal merupakan gabungan dari neuron sensorik dan neuron motorik. Kedua neuron tersebut keluar dari sisi tulang belakang melalui akar dorsal dan ventral. Neuron sensorik membawa impuls dari reseptor menuju sumsum tulang belakang melewati akar dorsal, sedangkan neuron motorik meneruskan impuls yang diproses dalam sumsum tulang belakang  menuju efektor melewati akar ventral.

  • ganglia

yaitu kumpulan badan sel yang membentuksimpul saraf dan di luar sistem saraf pusat

 

SISTEM SARAF TAK SADAR/SISTEM SARAF OTONOM

Yaitu sekumpulan saraf yang mengatur aktivitas yang tidak kita pikirkan terlebih dahulu, misalnya pergerakan paru-paru, jantung, pupil, arteri, pencernaan makanan, dan kandung kemih.

Berdasarkan karakteristik kerja dan sistem saraf sadar dibagi menjadi:

  • saraf simpatik

serabut praganglionnya berukuran pendek, sedangkan serabut pascaganglionnya berukuran panjang

  • saraf parasimpatik

serabut praganglionnya berukuran panjang, sedangkan serabut pascaganglionnya berukuran pendek

saraf simpatik bekerja pada organ yang sama namun antagonis. Misalnya jika simpatik berperna meningkatkan aktivitas suatu organ, maka saraf parasimpatik berperan menurunkan aktivitas organ tersebut.

Sistem Saraf Pusat

26 Feb

Secara struktural, sistem saraf terbagi atas 2 bagian, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

SISTEM SARAF PUSAT

Sistem saraf pusat tersusun atas otak dan sumsum tulang belakang. Kedua organ penting tersebut dilindungi oleh pembungkus yang disebut meninges, Meninges dibagi menjadi 3 lapisan, yaitu:

  • Piameter (lapisan dalam)
  • Arachnoid (lapisan tengah)
  • Durameter (lapisan luar)

Diantara piameter dan arachnoid terdapat ruangan yang berisi cairan yang disebut ruang sub-arachnoid dan cairannya disebut cairan serebrospinal. Cairan tersebut berfungsi meredam guncangan saat terjadi benturan pada otak dan sumsum tulang belakang.

OTAK

otak

Terdiri atas 2 belahan, yaitu belahan kiri dan kanan. Otak belahan kiri mengendalikan sistem bagian kanan, sedangkan otak sebelah kanan mengendalihan tubuh bagian kiri.

Saat embrio, otak manusia terdiri atas 3 bagian, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Setelah dewasa, otak depan menjadi telensefalon dan diensefalon. Otak belakang menajdi metensefalon dan mielensefalon. Bagian dorsal metensefalon membentuk serebelum, sedangkan mielensefalon menjadi medula oblongata.

 

Otak Depan (Prosensefalon)

Prosensefalon memiliki bagian menonjol yang disebut otak besar atau serebrum. Serebrum terbagi menjadi belahan kanan dan kiri. Serebrum terdiri atas 2 bagian, yaitu:

  • Korteks (permukaan luar)

Berwarna abu-abu karena mengandung banyak badan sel saraf

Terdapat area sensorik (menerima rangsangan) dan motorik (mengirimkan perintah pada afektor), area asosiasi (menghubungkan area motorik dan sensorik, berperan dalam berpikir, menyimpan ingatan, dan membuat keputusan)

  • Medula (permukaan dalam)

Berwarna putih karena mengandung dendrit dan akson

 

Otak depan terbagi atas 4 lobus, yaitu:

  • Lobus frontalis (bagian depan)

Berada di dahi
Berfungsi sebagai pusat berfikir

  • Lobus temporalis (bagian samping)

Berada di pelipis
Berfungsi sebagai pusat pendengaran dan berbahasa

  • Lobus oksipitalis (bagian belakang)

Berada di bagian belakang kepala
Berfungsi sebagai pusat penglihatan

  • Lobus parietalis (bagian antara depan-belakang)

Berada di ubun-ubun
Berfungsi sebagai pusat sentuhan dan gerakan

 

Selain 4 lobus tersebut, otak depan juga mencakup bagian-bagian lain, seperti:

  • Talamus

berfungsi memproses rangsangan sebelum diterima area sensorik, kecuali rangsangan penciuman; mengatur suhu dan kandunan air dalam darah; dan mengkoordinasi aktivitas terkait emosi.

  • Hipotalamus

Berfungsi mengatur suhu tubuh, selera makan, dan tingkah laku

  • Kelenjar pituitari

Berfungsi mengontrol hormon lainnya, misalnya kelenjar tiroid, adrenalis, dan pankreas

  • Kelenjar pineal

 

Otak Tengah (Mesenfalon)

Karakteristik Otak Tengah:

  • Berukuran kecil
  • Memiliki lobus optik yang berfungsi mengatur gerak bola mata
  • Memiliki kolikulus yang berfungsi mengatur pendengaran
  • Fungsi otak tengah yaitu menyampaikan impuls antara otak depan dan otak belakang, kemudian otak depan dan mata.

 

Otak Belakang (Rombesenfalon)

Tersusun atas 2 bagian utama, yaitu:

  • otak kecil (serebelum)

Berfungsi sebagai pusat keseimbangan, koordinasi motorik, dan memantau posisi tubuh.

Memiliki 2 belahan. Diantara belahan tersebut terdapat jembatan varol yang berfungsi menghantarkan impuls dari bagian kiri ke kanan otak kecil, menghubungkan korteks otak besar dengan otak kecil dan menghubungkan otak depan dengan sumsum tulang belakang.

  • medula oblongata

medula oblongata bersama serebelum dan jembatan varol membentuk batang otak. Batang otak berfungsi mengontrol berbagai proses penting bagi kehidupan, misalnya bernapas, denyut jantung, mencerna makanan, dan membuat kotoran.

SUMSUM TULANG BELAKANG

pusat2

Yaitu tali putih kemilau, berbentuk tabung dari dasar otak (berhubungan dengan batang otak) menuju tulang belakang. Secara melintang, sumsum tulang belakang memiliki 2 bagian, yaitu bagian luar yang berwarna putih karena tersusun atas akson dan dendrit dan bagian dalam yang berwarna abu-abu karena tersusun atas badan sel dan neuron motorik. Secara vertikal, terdapat saluran tengah warna abu-abu yang disebut ventrikel berisi cairan serebrospinal. Ventrikel tersebut berfungsi berhubungan dengan ventrikel di dalam ota. Bagian dalamnya terdapat akar dorsal (saraf sensorik) dan akar ventral (saraf motorik).

Fungsi sumsum tulang belakang:

  • menghubungkan impuls saraf sensorik ke otak dan sebaliknya
  • menghubungkan impuls dari otak ke saraf motorik
  • memungkinkan jalur terpendek pada gerak refleks

Mekanisme penghantaran impuls:

Rangsangan dari reseptor -> dibawa oleh neuron sensorik ke sumsum tulang belakang melalui akar dorsal -> diolah dan ditanggapi -> impuls dibawa oeh neuron motorik melalui akar ventral e efektor -> respon.

Komposisi Darah

25 Feb

Telah kita ketahui bahwa untuk beraktivitas, makhluk hidup memerlukan energi. Energi tersebut didapatkan sebagai hasil metabolisme senyawa atau zat yang diperlukan oleh tubuh di dalam sel. Siapakah yang berperan dalam pengedaran senyawa atau zat yang diperlukan oleh sel tersebut? Ya, sel memperoleh nutrisi dan gas untuk proses metabolisme dari darah.

Darah merupakan jaringan ikat khusus yang mengandung sel-sel yang berada dalam matriks yang berbentuk larutan. Ketika tangan kita terluka maka suaru cairan berwarna merah akan keluar dari kulit. Cairan berwarna merah inilah yang disebut sebagai darah. Warna merah darah bisa berbeda intensitasnya, bisa merah tua, atau merah agak muda. Hal tersebut dipengaruhi oleh kadar oksigen dan karbon dioksida pada darah.

FUNGSI DARAH BAGI TUBUH

  • mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh
  • mengangkut sari-sari makanan dari usus ke jaringan tubuh
  • mengangkut karbondioksida sisa metabolisme dari jaringan tubuh ke paru-paru
  • mengatur dan mengontrol temperatur tubuh
  • mengatur distribusi hormon
  • menutup luka
  • mencegah infeksi

KOMPOSISI DARAH

Darah pada tubuh laki-laki umumnya 5-6 L, sedangan pada tubuh wanita 4-5 L. Darah tersusun atas dua komponen, yaitu plasma darah dan sel darah.

Plasma darah

Yaitu bagian darah yang cair, merupakan 55% bagian dari darah

Kandungan plasma darah:

  • air : sebagai pelarut untuk mengangkut zat lain
  • ion natrium, kalium, kalsium, magnesium, klorida, bikarbonat: untuk keseimbangan osmotik, penyanggaan pH, dan pengaturan permeabilitas membran.
  • Protein plasma (albumin, fibrinogen, antibodi): sebagai keseimbangan osmotik, penyangga pH, penggumpalan, dan pertahanan.
  • Zat yang diangkut darah (nutrien, sisa metabolisme, gas respirasi, hormon)

Sel Darah

struktur-darah

Terdapat 3 jenis sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).

Sel darah Merah (eritrosit)

Karakteristik sel darah merah:

  • Berjumlah 4.5 per milimeter kubik darah pada perempuan, dan 5 juta per milimeter kubik darah pada laki-laki.
  • Berbentuk cakram bikonkaf, sehingga mempercepat pertukaran gas antara sel dan plasma darah
  • Berdiameter 7,5 µm, tebal 2 µm, dengan bagian tengah tebih tipis daripada bagian tepi (1 µm)
  • Tidak memiliki nukleus sehingga tidak mudah rusak
  • Diproduksi di sumsum tulang (tulang rusuk, tulang dada, tulang belakang) dalam proses eritropocisis.
  • Berwarna merah karena mengandung hemoglobin (protein pigmen yang terdiri atas 4 polipeptida sebagai tempat melekatnya gugusan prostetik, heme. Setiap pusat heme terdapat atom besi). Hemoglobin berperan mengangkut oksigen dan karbondioksida.
  • Masa hidup 120 hari, setelah itu akan dirombak di dalam hati dan limpa
  • Jika laju kerusakan sel darah merah lebih besar daripada laju produksi, konsentrasi darah merah dalam darah akan menurun dan menyebabkan kita mengalami penyakit anemia.

Sel Darah Putih (leukosit)

Karakteristik sel darah putih:

  • Berjumlah 4000–11000 butir per mikroliter darah
  • Berukuran 10 µm, memiliki bentuk yang beragam., memiliki inti bulat dan cekung
  • Dapat bergerak bebas dan menembus pipa kapiler
  • Berumur 12 hari
  • Berperan dalam melwan penyakit yang masuk ke dalam tubuh (antibodi)

Berdasarkan ada tidaknya granula dalam plasma, sel darah putih terbagi atas:

  • Granulosit: sel darah putih yang memiliki plasma bergranula, yaitu basofil neutrofil dan eosinofil

Basofil yaitu yaitu sel darah putih granulosit yang paling kecil diantara neutrofil dan eosinofil.

Neutrofil yaitu sel darah putih granulosit yang paling aktif dan memiliki mobilitas yang tinggi. Neutrofil memakan bakteri.

Eosinofil yaitu sel darah putih granulosit yang bersifat asam dan terdapat bintik-bintik biru yang bersifat fagosit.

  • Agranulosit: sel darah merah yang tidak bergranula, mislanya limfosit dan monosit.

Monosit yairu agranulosit yang akan berperan menjadi makrofaga, berumur panjang, dan dapat bergrak cepat dalam peredarah darah.

Limfosit yaitu agranulosit dapat bergrak bebas dan juga membentuk antibodi.

Keping Darah (trombosit)

Karakter trombosit:

  • Berperan daam pembekuan darah
  • Berbentu bulat kecil, berdiameter 2–4 µm
  • Tidak memiliki inti sel
  • Diproduksi di sumsum tulang
  • Berasal dari trombosit besar yang disebut megakariosit
  • Bersjumlah 150000-350000 butir per milimeter kubik darah
  • Berumur 18–12 hari

Proses pembekuan darah

Terjadi luka -> trombosit pada darah pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase -> dengan bantuan FAH (Faktor Anti Hemofilia), protombin diubah menjadi trombin -> fibrinogen menjadi benang-benang fibrin -> luka segera tertutup.

Tulang Penyusun Rangka dan Persendian Tulang

24 Feb

bentuk tulang

BENTUK TULANG

Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

1, Tulang pipa/Tulang panjang

Bagian-bagian tulang pipa:

  • Diafise: bagian tengah yang memanjang (diafise), berbentuk silindris dan berongga.

Di dalam rongga tulang pipa, terdapat sumsum tulang yang tersusun atas pembuluh darah. Sumsum tulang tersebut dapat dibedakan menjadi:

  • sumsum tulang merah: tempat pembentukan sel-sel darah
  • sumsum tulang kuning: tempat pembentukan sel-sel lemak
  • Epifise: bagian ujung yang membulat, tersusun atas tulang rawan.
  • Metafise: bagian diantara epifise dan diafise, tersusun atas tulang rawan.

Bagian metafise merupakan bagian tulang yang dapat memanjang karena tersusun atas tulang rawan.

  • Cangkang: bagian luar tulang pipa yang keras.
  • Periostum: Lapisan yang meyelimuti seluruh tulang.

Contoh tulang pipa: tulang paha, tulang hasta, tulang lengan atas, tulang pengumpil, tulang betis, dan tulang kering.

2. Tulang pendek

  • Memiliki bentuk mirip kubus, pendek, tak beraturan, atau bulat.
  • Contoh: tulang telapak kaki, tulang telapak tangan.

3. Tulang pipih

  • Bentuk gepeng, berupa lempengan lebar.
  • Tersusun atas 2 lapisan tulang kompak, yaitu lamina eksterna dan interna ossis karnii. Diantara 2 lapisan tersebut, terdapat lapisan spongiosa yang disebut diploe.
  • Fungsi: Melindungi struktur tubuh yang berada di bawahnya.
  • Contoh: tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belikat.

4. Tulang tak beraturan

  • Memiliki bentuk yang tidak beraturan.
  • Contoh: tulang rahang, tulang rusuk, tulang belikat.

 

JENIS TULANG

 

tulang

Jenis tulang dibedakan berdasarkan zat penyusunnya, yaitu:

  1. Tulang Rawan (kartilago)
  • Bersifat lentur
  • Berwarna terang
  • Tersusun atas sel tulang kondrosit yang dihasilkan oleh kondroblas dan kemudian dibungkus oleh lapisan perikondrium.
  • Tulang rawan dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
  • tulang rawan hialin

berwarna putih kebiruan dan bening.

letak: semua rangka janin sebelum menjadi tulang keras, tulang rawan ia, dan saluran pernapasan.

  • tulang rawan serat

berwarna buram keputih, berstruktur keras.

Letak: ruas-ruas tulang belakang

  • tulang rawan elastis

berwarna buram kekuningan, berstruktur elastis

letak: telinga luar, epiglotis

2. Tulang keras (osteon)

  • Tidak lentur karena mengandung kalsium fosfat dan kalsium karbonat.
  • Berwarna keruh
  • Tersusun dari sel osteosit yang dihasilakn oleh osteoblas
  • Tersusun pula oleh matriks yang tersusun atas zat, seperti:
  • semen
  • kolagen

yaitu zat yang menjadikan tulang tidak rapuh.

  • Mineral
  • Dibedakan menjadi 2, yaitu:
  • tulang kompak

yaitu tulang yang tersusun atas matriks yang kompak

  • tulang rongga

yaitu tulang yang tersusun atas matriks yang berongga

 

HUBUNGAN ANTARTULANG

sendi

Seperti yang kita tau, rangka tersusun atas banyak tulang. Tulang yang satu dengan yang lainnya tentunya berhubungan. Nah, hubungan antartulang tersebut disebut dengan persendian (artikulasi). Dan tauhah kalian bahwa persendian yang ada pada manusia, ada 150. wow …

Pada persendian, dimana tulang-tulang bertemu, masing-masing ujung tulang tersebut dilapisi oleh bagian yang halus, berkilau, licin, dan sedikit lentur. Yupp, bagian tersebut adalah tulang rawan. Selain tulang rawan, terdapat pula bagian-bagian lain pada persendian, yaitu:

  1. cairan sinovial: cairan kental yang berfungsi melancarkan gerak, mengurangi gesekan, dan kerusakan antar tulang rawan.
  2.  ligamen: bagian yang menyerupai kantung dan menyatuan kedua tulang (seperti diikat).
  3. cakram artikular: bantalan tulang rawan
  4. vertebra: cakram di setiap persendian tulang punggung dan antar tulang punggung.
  5. meniskus: 2 tulang rawan tambahan pada lutut.

Berdasarkan besar kecilnya gerakan, tipe persendian dibedakan menjadi:

1. Sinartrosis

Yaitu persendian dimana tulang tidak mengalami pergerakan. Persendian sinartrosis dibagi menjadi 2, yaitu:

2. Sinartrosis sinkondrosis

Yaitu sinartrosis yang dihubungkan oleh tulang rawan.

Contoh: antar ruas tulang belakang, tulang rusuk dengan tulang dada.

3. Sinartrosis sinfibrosis

Yaitu sinartrosis yang dihubungkan oleh jaringan ikat.

Contoh: sendi antara tulang tengkorang (sutura).

4. Amfiartrosis

Yaitu sendi yang memungkinkan adanya sedikit pergerakan

Dihubungkan oleh tulang rawan.

Contoh: ruas tulang belakang dengan tulang rusuk

5. Diartrosis

Yaitu sendi yang emungkinkan terjadinya gerakan yang snagat bebas.

Hubungan antar tulang tidak dihubungkan oleh jaringan.

Berdasarkan arah pergerakannya, Diartrosis dibedakan menjadi:

1. sendi peluru

Yaitu persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah

Contoh: lengan atas dengan tulang belikat, tulang paha dengan tulang pinggul.

2. sendi putar

Yaitu persendian yang memungkinkan gerak putar atau rotasi pada satu poros.

Contoh: tulang atlas dengan tulang tengkorak, tulang lengan atas dengan lengan bawah.

3. sendi luncur

Yaitu persendian yang memungkinkan pergerakan seperti menggeser.

Contoh: pergelangan tangan, pergelangan kaki.

4. sendi pelana

Yaitu persendian yang memungkinkan pergerakan seperti orang naik kuda, pergerakan bebas.

Contoh: tulang telapak tangan dengan jari tangan, telapak kaki dengan jari kaki.

5. sendi engsel

Yaitu persendian yang memungkinkan pergerakan satu arah, seperti engsel.

Contoh: siku, lutut, ruas antar jari.

6. sendi kondiloid

Yaitu persendian yang memungkinkan pergerakan ke kanan, ke kiri, atau maju-mundur.

Contoh: pergelangan tangan dengan tulang pengumpil.