Advertisements

Karakteristik dan Pembagian Kelompok Tetrapoda

23 Feb

tetrapoda

Ciri-Ciri Tetrapoda:

  • Memiliki appendages -> Tetrapoda
  • Anggota tubuh berpasangan masing-masing dengan 5 jari (kecuali mengalami modifikasi)
  • Tubuh tidak langsung berhubungan dengan tubuh (ada leher)
  • Kepala dapat bergerak bebas, kecuali pada Amphibia
  • Memiliki lubang hidung yang terbuka ke arah rongga mulut
  • Umumnya respirasi menggunakan paru-paru
  • Umumnya hidup di darat
  • Tubuh ditutupi oleh kulit yang lembab (Amphibia), sisik (Reptil), bulu (Aves), rambut (Mammalia)

Berdasarkan struktur anatomi dan morfologinya, kelompok Tetrapoda dari Superkelas Gnathostomata dibagi menjadi 4 kelas, yaitu:

1. Amphibia

  • Memiliki kulit yang lembab
  • Bernapas dengan paru-paru dan/atau kulit
  • Memiliki sistem pendengaran, namun tidak memiliki daun telinga
  • Jantung terdiri atas 2 atrium dan 1 ventrikel
  • Fertilisasi ekternal, bertelur atau melahirkan anak
  • Telur kecil, tidak bercangkang  -> telur dilindungi oleh kapsul jeli, diletakan di air atau lingkungan yang lembab
  • Larva mengalami metamorfosis sempurna
  • Poikiloterm

Contoh: Rana (katak hijau), Bufo (kodok bangkong), Hyla, Microhyla

2. Reptilia

  • Vertebrata pertama yang sepenuhnya tinggal di daratan (terestrial)
  • Bertelur atau melahirkan anak
  • Telur berukuran besar dan sudah ditutupi cangkang
  • Kulit bersisik dari zat tanduk, memiliki cadangan makanan, dan diperkuat dengan osteoderm tulang
  • Sisik bersifat kedap air
  • Memiliki rongga mulut tanpa gigi dengan lidah dapat digerakan.
  • Jantung mempunyai 2 atrium dan 2 ventrikel, namun terpisah tidak sempurna, kecuali pada Crocodilidae.
  • Bersifat poikilotermis dan eksotermis –> pengaturan suhu tubuh dilalukan dengan perilaku, misalnya menjemur diri
  • Reptilia dibagi menjadi 4 Ordo, yaitu:
  • Chelonia
  • tubuh ditutupi oleh rumah, karapak pada bagian dorsal dan plastron di bagian ventral yang tersusun atas sejumlah dermal yang ditutupi perisai dari zat tanduk
  • memiliki rahang tanpa gigi, namun  memiliki paruh dari zat tanduk
  • mengalami reduksi jumlah vertebrae
  • contoh: Chelonia sp. (penyu)
  • Crocodilia
  • Tubuh dilapisi oleh sisik dari zat tanduk yang tebal
  • Gigi hanya terdapat pada rahang
  • Tengkorak tipe dipsid
  • Contoh: Osteolaemus, Alligator
  • Squamata
  • Anggotanya merupakan  kadal atau ular
  • Tubuh ditutupi oleh sisik dari zat tanduk dan mengalami ekdisis
  • Pada ular, terdapat organ Jacobson, yaitu organ yang berfungsi sebagai peraba atau mendeteksi panas (suhu tubuh) mangsa
  • Contoh: Gekko, Draco, Phyton, Vipera
  • Rhyncocephalia
  • Contoh: Tuatara

3. Aves

  • Memiliki 4 appendages, namun 2 appendages depan mengalami modifikasi menjadi sayap
  • Jari kedua pada appendages depan mengalami modifikasi, memanjang sebagai penyokong utama bulu untuk terbang.
  • Kaki belakang mengalami modifikasi untuk berjalan, berenang, atau keduanya.
  • Tubuh ditutupi oleh bulu, namun kaki bagian bawah ditutupi oleh sisik seperti pada reptil
  • Bernapas dengan paru-paru
  • Fertilisasi internal
  • Telur bercangkang, tersusun atas zat kapur, dan memiliki cadangan makanan (egg yolk)
  • Ketika masih kecil memiliki gigi yang berfungsi menghancurkan cangkang telur (egg tooth), namun ketika dewasa gigi tersebut akan hilang
  • Endotermik
  • Memiliki penglihatan yang tajam
  • Suara dihasilkan oleh siring yang terdapat pada dasar trakea
  • Jantung terdiri atas 4 ruang
  • Memiliki 9 kantung udara
  • Bersifat homoiotermis dan endotermis  -> dapat mempertahankan suhu tubuhnya, tidak bergantung pada lingkungan
  • Secara ekologi, burung dibagi menjadi 4 kelompok:
  • Burung yang hidup di tanah

contoh: Ordo Casuariformes

  • Burung yang hidup di air tawar

contoh: Ordo Anseriformes

  • Burung yang hidup di pantai

contoh: Charadriiformes

  • Burung yang hidup di laut lepas

contoh: Pelecaniformes

  • Burung hidup di pohon

contoh: Columbiformes

  • Burung yang mencari makan di udara

contoh: Apodiformes

  • Burung penyanyi

Contoh: Passeriformes

  • Burung pemangsa

contoh: Falconiformes

4. Mammalia

  • Memiliki 4 kaki
  • Tubuh ditutupi oleh rambut
  • Memiliki kelenjar susu  -> Mammalia
  • Memiliki kepala dan leher yang fleksibel
  • Suara dihasilkan oleh pita suara pada laring
  • Jantung terdiri atas 4 ruang
  • Endotermik dan homoiotermis
  • Bernapas dengan paru-paru
  • Telur kecil dan berkembang di dalam uterus, kecuali pada Monotremata
  • sebagian besar melahirkan anak, namun ada pula yang bertelur melahirkan
  • Mamalia terbagi menjadi 3 subkelas, yaitu:

1. Prototheria

  • Masih bertelur dan memiliki kloaa
  • Tidak memiliki putting susu
  • Memiliki kantung marsupial
  • Contoh: Ordo Monotremata: Tachyglosus

2. Metatheria

  • Merupakan kelompok hewan berkantung
  • Memiliki telur dengan cadangan makanan, tidak bercangkang, namun ditutupi albumin dan telur berada pada pada uterus
  • Anak lahir pada tahap perkembangan awal kemudian pindah ke kantung marsupium yang di dalamnya terdapat putting susu.
  • Contoh: Ordo Marsupialia: Macropus (kanguru)

3. Eutheria

  • Memiliki telur yang sangat kecil, memiliki atau tidak ada cadangan makanan sama sekali, namun memiliki membran vitelia
  • Telur tetap berada di uterus
  • Anak lahir dalam masa perkembangan yang lebih maju
  • Tidak memiliki kantung marsupium
  • Memiliki putting susu yang menonjol bebas dari permukaan ventral tubuh
  • Tidak memiliki kloaka
  • Contoh: Ordo Insectivora, Primata, Chiroptera
Advertisements

Sifat Totipotensi Sel Tumbuhan dan Kultur Jaringan

22 Feb

kultur-jaringan

Pernah mendengar mengenai totipotensi? Ya, totipotensi merupakan kepampuan sel tumbuhan yang hidup mempunya informasi genetik dan perangkat fisiologis yang lengkap untuk tumbuh dan berkembang menjadi tanaman yang utuh bila kondisinya sesuai. Terdengar agak aneh memang, namun totipotensi itu benar adanya dan sudah terbukti..

Para ahli memanfaatkan sifat totipotensi pada tumbuhan sebagai dasar perkembangbiakan tumbuhan dengan suatu teknik bernama kultur jaringan.

Kultur jaringan tumbuhan yaitu teknik menumbuhembangkan bagian tumbuhan, baik berupa sel, jaringan, atau organ dalam kondisi:

  • aseptik (bebas dari organisme)
  • dilakukan secara in vitro (dalam tabung atau botol)
  • penggunaan media/kultur media yang tepat
  • nutrisi yang lengkap dilengapi dengan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
  • dilakukan di ruang kultur yang suhu dan pencahayaannya terkontrol
  • sumber/bahan yang akan diperbanyak/ditanam terseleksi
  • tata cara perbanyakan tanaman secara kultur yang tepat
  • teknik pembudidayaan yang tepat

 

Namun ternyata, tidak semua bagian dapat digunakan sebagai “eksplan” atau bagian yang akan dikembangkan melalui teknik kultur jaringan. Bagian tumbuhan yang dapat digunakan yaitu:

  • pucuk tunas
  • embrio
  • serbuk sari
  • kuncup bunga
  • kalus
  • suspensi sel

Bagian-bagian tumbuhan tersebut dapat digunakan sebagi eksplan karena memiliki jaringan yang masih muda, memiliki daya regenerasi yang tinggi, dan aktif membelah. selain menggunakan bagian tersebut, hal lain yang perlu diperhatikan adalah tentunya kebersihan dan kesehatan eksplan. Oleh karena hal tersebut, bagian tumbuhan terjangkiti hama penyakit, maka bagian tumbuhan tersebut tidak akan digunakan sebagai eksplan.

 

Daur Biogeokimia

21 Feb

Materi kimia merupakan unsur penyusun bahan organik dalam ekosistem yang akan berpindah dari trofik-trofik rantai makanan tanpa mengalami pengurangan. Materi kimia tersebut hanya akan berpindah-pindah dan kembali ke tempat semula. Karena perpindahan materi kimia tersebut melibatkan komponen biotik dan abiotik, maka prosesnya disebut biogeokimia. Daur biogeokimia meliputi:

Daur Air

siklus air

Everyone, setiap makhluk hidup memerlukan air. Hewan mendapatkan asupan air langsung dari air permukaan ataupun kandungan air dari mangsanya. Tumbuhan mendapatkan asupan air dari air tanah dengan menggunakan akarnya. Dan manusia mendapatkan air dari air tanah (1/4 air tanah) yang ada di daratan ataupun dari makanannya. Air yang telah berada dalam makhluk hidup tersebut sebagian akan dikeluarkan kembali: pada manusia dan hewan melalui urin dan keringat, sedangan pada tumbuhan melalui proses transpirasi.

 

Daur Sulfur

daur sulfur

Fungsi Sulfur: bahan pembuatan protein dan banyak terdapat di kerak bumi. Tumbuhan mengambil sulfur dari tanah, sedangkan hewan dan manusia mendaatkan sulfur dari tumbuhan yang dimakan.

 

Daur Fosfor

daur fosfor

Fosfor merupakan unsur kimia yang jarang terdapat di alam, namun sangat diperlukan.dalam pembentutukan asam nukleat, protein, ATP, dan senyawa organik vital lainnya. Dan karena jumlahnya yang terbatas, fosfor menjadi faktor pembatas produktivitas ekosistem.

Berbeda dengan daur unsur kimia lainnya, fosfor tidak melewati jalur udara. Ketika fosfor mengalir ke laut -> terikat pada endapan di perairan -> terjadi rantai makanan laut -> fosfor kembali ke ekosistem darat melalui kotoran yang terdapat pada burung laut

 

Daur Nitrogen

Daur_Nitrogen

Fungsi Nitrogen: pembentukan protein dan berbagai molekul organik esensial lainnya.

Nitrogen di atmosfer -> kilat dan hujan (berupa ion nitrat (NO3) menyebabkan nitrogen terdapat di tanah -> nitrat diserap oleh tumbuhan -> hewan atau manusia memakan tumbuhan.

Proses nitrifikasi

Amonia yang dihasilkan melalui proses amonifikasi dan mineralisasi oleh bakteri nitrit dirombak menjadi ion nitrit (NO2) oleh Nitrosomonas dan Nitrosococcus -> nitrit  dirombak menjadi nitrat (NO3) oleh Nitrobacter.

Proses denitrifikasi

Sebagian ion nitrat dirombak oleh bakteri denitrifikasi (Thiobacillus denitrificans, Pseudomonas denitrificans) menjadi nitrogen. Nitrogen yang dihasilkan akan kembali ke atmosfer.

 

Daur Karbon dan Oksigen

siklus karbon

Siklus aoksigen

Unsur karbon di atmosfer dalam bentuk CO2 -> CO2 masuk ke komponen biotik melalui proses fotosintesis (organisme autotrof) dan kemosintesis (organisme kemoautotrof) -> karbon tersimpan sebagai zat organik -> berpindah melalui rantai makanan -> kembali ke lingkungan melalui respirasi dan ekskresi.

Unsur oksigen masuk ke komponen biotik melalui proses respirasi untuk membakar bahan makanan -> dihasilkan CO2 -> daur CO2.

 

Contoh Aplikasi Bioteknologi di Berbagai Bidang

20 Feb

biotek3

Teman-teman pasti pernah minum yogurt dong ya? “Susu basi” ini ternyata salah satu produk bioteknologi lho. Dan ya, walaupun “basi” ternyata rasanya enak. Sehat pula. Mau tau penerapan prinsip bioteknologi lainnya?

Bioteknologi merupaan cabang biologi yang mempelajari penggunaan organisme dengan bantuan teknologi untuk penyediaan barang dan pelayanan bagi kepentingan manusia. Dan pada faktanya prinsip yang pada dasarnya menggunakan ilmu mikrobiologi, biologi sel, genetika, dan biokimia ini sedang sangaaat berkembang saat ini.

Aplikasi bioteknologi modern diaplikasikan pada

Pangan

biotek

  • buah tomat hasil manipulasi genetika menjadi tomat unggul (tahan lama, tidak cepat matang, tidak cepat busuk)
  • kentang yang mengalami mutasi genetik hingga kadar pati kentang meningat 20% dari kentang biasa
  • memanfaatkan mikroorganisme yang disebut SCP (Single Cell Protein) yang mempunyai kadar protein hingga 80% lebih tinggi dibandingkan protein pada kedelai dan ragi.

      Contoh SCP: Methylophylus methylotropus

  • pembuatan keju dengan menggunakan M.O Penicillium camemberti
  • Pembuatan mentega dengan menggunakan Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaris
  • pembuatan tempe dengan menggunakan Rhizopus oligospora
  • pembuatan oncom dengan menggunakan Naurospora strophila
  • pembuatan tape dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae
  • pembuatan nata de coco dengan menggunakan Acetobacter sulinum
  • pembuatan asam cuka dan alkohol dengan menggunakan Acetobacter dan Gluconobacter

Pertanian

  • tanaman kedelai tengger dan kedelai hijau camar yang berumur pendek dengan produktivitas tinggi diperoleh melalui radiasi seleksi biji-biji kedelai.
  • melawan pembentukan es ketika musim dingin dengan menggunakan Pseudomonas
  • pembasmian ulat hama dengan menggunakan Bacillus thuringensis
  • penghambatan pertumbuhan hama menggunakan feromon insekta.
  • menggunakan teknik hidroponik dalam bercocok tanam, yaitu menggunakan media air sebagai media cocok tanam.
  • penyeleksian tanaman jenis mustard alami oleh manusia menghasilkan tanaman kolabri, brokoli kubis, dan kembang kol.

Peternakan

  • pembelahan embrio secara fisik (splitting) menghasilkan kembar idendik pada domba, sabi, babi, dan kuda.
  • teknologi cloning
  • sapi Jersey diseleksi oleh manusia agar menghasilkan susu dengan kandungan krim yang banyak.
  • domba ankon yang merupakan domba berkaki pendek.

Kesehatan dan pengobatan

  • hormon pertumbuhan somatotropin yang dihasilkan oleh E.coli dan dimanipulasi produksi vaksin menggunakan E.coli agar efisien.
  • menghasilkan insulin secara massal melalui rekayasa genetika dengan menggunakan enzim dan bakteri.

Industri dan Lingkungan

  • penanganan limbah dengan memanfaatkan Clostridium bytyrium yang dapat mencerna dan menguraikan gula, serta menghasilkan gas hidrogen.
  • menggunakan Thiobacillus ferooxidans untuk pemisahan tembga dari bijihnya

Perbandingan Teori Evolusi

19 Feb

Teori Evolusi Lamarck vs Teori Evolusi Darwin

lamarck

Isi teori evolusi Lamarck:

  1. Use and disuse

Bagian tubuh yang digunakan secara intensif untuk menghadapi suatu lingkungan tertentu menjadi besar dan kuat, sedangkan bagian yang jarang digunakan akan mengalami reduksi

  1. sifat atau ciri dari lingkungan diwariskan ke lingkungannya

Teori Evolusi Jerapah Berleher Panjang

Lamarck => ek moyang jerapah sebenarnya berleher pendek -> menjulurkan kepalanya untuk mencapai daun-daun pada cabang yang tinggi -> leher jerapah jadi panjang -> diwariskan pada keturunannya.

Darwin => nenek moyang jerapah adanya berleher panjang, ada yang berleher pendek -> karena makanan jerapah adalah daun-daun di pohon yang tinggi, maka jerapah berleher panjang dapat menjangkaunya, sedangkan yang berleher pendek tidak dapat menjangkaunya -> jerapah berleher pendek terseleksi, mati.

 

Teori Evolusi Weismann vs Teori Evolusi Darwin

Weismann berpendapat perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak diwariskan. Sehingga sifat leher panjang atau pendek jerapah dikendalikan oleh gen. Gen leher panjang jerapah bersifat dominan, sedangkan gen leher pendek resesif. Karena jerapah berleher pende tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan, maka jerapah akan punah.

 

Teori Evolusi Lamarck vs Teori Evolusi Weismann

Lamark berpendapat makhluk hidup beradaptasi terhadap lingkungannya melalui perubahan pada organ tubuhnya -> diwariskan kepda turunannya.

Weisman berpendapat perubahan sel-sel tubuh tidak diwariskan pada keturunanya.

=> Teori Tanduk Menjangan

Lamarck mengatakan nenek moyang mnejangan tidak bertanduk, namun karena sering mengadu kepala, maka tumbuhlah tanduk.

Weismann membuktikan eorinya dengan mengawinkan 2 ekor tikus yang ekornya telah dipotong. Anaknya yang sudah dewasa dipotong ekornya dan dikawinkan lagi. Hasilnya, anak-anak tikus tetap berekor, bahkan hingga generasi ke-21.

Banyak teori boleh saja memaparkan bahwa evolusi itu ada? Namun  teman-teman percaya ga sih kalo teori itu sebenarnya ada?

Well, percaya ga percaya, ini dia kenyataan yang menunjukkan bahwa evolusi itu ada:

  1. variasi di antara individu-individu dari suatu keturunan

dua individu, walaupun kembar identik sekalipun, memilliki perbedaan. Nah, antar inidividu dalam satu spesies pasti banyak banget ya variasi? Seleksi yang terjadi bertahun-tahun juga meneyebabkan varian yang ada saat ini sanat berbeda dengan varian yang ada dengan nenek moyangnya.

  1. fosil di berbagai lapisan bumi

fosil yang ditemukan jarang ditemukan dalam keadaan lengkap. Hal tersebut dsebabkan terjadinya lipatan batuan bumi; pengaruh air, angn, dan bakteri pembusuk; hewan pemakan bangkai; jenis organisme; dan keadaan lingkungan yang tidak memungkinkan.

  1. homologi organ-organ pada makhluk hidup

homologi merupakan peristiwa dimana organ tubuh yang memiliki bentuk dan fungsi beda, namun memiliki bentuk yang sama. Hal tersebut terlihat pada alat gerak pada manusia, burung, kelelawar, buaya, dan  salamander.

  1. embriologi perbandingan

hal tersebut terlihat dari perkembangan embrio semua vertebrata yang hampir sama, yaitu dari tahap pembelahannya, morfogenesis, hingga diferensiasi awal.

embrio

  1. perbandingan fisiologi

walaupun jumlah sel dan morfologi setelah dewasa berbeda-beda, namun fisiologi di dalamnya mirip, yaitu sama-sama mellaukan metabolisme, respirasi, dan sintesis protein.

  1. sisa alat-alat tubuh

sisa alat tubuh yang simaksud ini merupakan alat tubuh yang tidak digunakan lagi, namun masih terdapat pada tubuh. Kalo pada manusi, ada:

        7. umbai cacing

8. selaput mata pada sudut mata sebelah dalam

9. otot penggerak telinga

10. tulang ekor

11. gigi taring yang runcing

12. rambut dada

13. buah dada pada laki-laki

Teori Evolusi

18 Feb

Evolusi merupakan perubahan pada makhluk hidup yang terjadi secara bertahan dalam jangka waktu yang lama.

evolusi

Penyebab Terjadinya Evolusi:

1. Adaptasi dan seleksi alam

Lingkungan selalu berubah-ubah -> menuntut makhluk hidup di lingkungan tersebut melakukan adaptasi sehingga dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Jika gagal beradaptasi, maka akan punah.

Contoh: kupu-kupu Biston Betularia.

Sebelum revolusi Inggris,  Biston Betularia bersayap cerah lebih banyak daripada Biston Betularia bersayap gelap. Namun, setelah revolusi industri, Biston Betularia bersayap cerah lebih sedikit dibandingkan Biston Betularia bersayap gelap. Hal tersebut disebabkan Biston Betularia bersayap gelap ternyata lebih adaptif pada lingkungan setelah terjadi revolusi industri, sedangkan Biston Betularia bersayap cerah lebih adaptif terhadap lingkungan sebelum revolusi industri.

≡  seleksi alam memperlihatkan hanya makhluk hidup yang adaptif dengan lingkungan yang dapat bertahan.

≡  Seleksi alam menguntungkan spesies yang memiliki variasi genetik.

2. Seleksi Buatan

Seleksi buatan umumnya dilakukan untuk meningkatkan hasil budaya hewan atau tumbuhan yang akan menghasilkan produksi, mutu, dan dapat bertahan lebih baik. Usaha tersebut juga diikuti dengan persilangan sehingga hanya variasi terbaiklah yang akan tetap dilestarikan dan dipertahankan.

 

Teori Evolusi

1. Teori Skala Alami dan Teologi Alam

Plato

Terdapat 2 dunia, yaitu dunia yang ideal dan abadi dan dunia maya yang tidak sempurna. Plato percaya evolusi akan mengubah dunia yang ideal dan abadi.

Aristoteles (Teori Skala Alami)

Aristoteles mengatakan semua kehidupan disuusn menurut suatu skala yang kompleksitasnya meningkat.

Teori Teologi Alam

Bertujuan mencari tahu rencana Tuhan dengan mempelajari alam.

Carolus Linnaeus

Menemukan tingkat keanekaraaman kehidupan -> Bapak Taksonomi (penamaan dan pengklasifikasian berbagai organisme).

Linnaeus beranggapan pengelompokkan spesies yang sama menunjukkan tidak adanya hubungan evolusi.

2. Teori Darwin

Charles Darwin dikenal sebagai Bapak Teori Evolusi. Ia menemukan teori evolusi melalui perjalanannya ke Pulau Galapagos, dan studi berbagai macam disiplin ilmu.

Dalam pelajaran pemetaan pesisir pantai Amerika Selatan, Darwin mengamati fauna dan flora Amerika Selatan yang endemik dan beraneka ragam -> Saat kapal mengelilingi Benua Amerika, Darwin mengamati berbagai bentu adaptasi umbuhan dan hewan yang menempati hutan Brail, pandang rumput di Argentina, dan Pegunungan Andes -> Darwin menyimpulkan flora dan fauna di Amerika Selatan memiliki karakteristik khusus dan berbeda dengan flora dna fauna di Eropa.

Namun, fauna yang paling membingungan Darwin yaitu fauna di Galapagos, barat pesisir Amerika Selatan. Umumnya, fauna di Galapagos tidak ditemukan di temat lain, namun tetap memiliki kesamaan dengan fauna di America Selatan -> Darwin melakukan pengamatan pada 14 burung Flinch di Galapagos -> Darwin menemukan walalupun terlihat mirip, ke-14 burung tersebut berbeda, terutama bentuk dan ukuran paruhnya sebagai bentuk adaptasi terhadap makanannya -> Darwin mengeluarkan teori evolusi.

Teori pokok dalam Teori Evolusi Darwin:

  1. Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies-spesies yang hidup di masa silam.
  2. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.

Setelah kembali ke Inggris, Darwin banyak mempelajari geologi, terutama fosil. Setelah mempelajari buku Principles of Geology karangan Charles Lyell, Darwin berpendapat: Deretan fosil yang terdapat di batuan bermuda beda dengan fosil di batuan yang lebih tua. Perbedaan tersebut disebabkan adanya perubahan secara perlahan-lahan.

Gangguan dan Kelainan pada Sistem Gerak Manusia

17 Feb

Gangguan dan kelainan pada sistem gerak dapat terjadi pada tulang ataupun otot.

 

kelainan tulang

GANGGUAN DAN KELAINAN PADA TULANG

1        Gangguan mekanik

Gangguan mekanik umumnya disebabkan oleh benturan atau tekanan dari luar tubuh. Akibatnya, tulang menjadi patah atau retak dan disebut sebagai fraktura.

1. Fraktura sederhana

Jika tulang mengalami retak atau patah, namun tidak bergeser dari posisinya dan tidak  melukai otot sekitar.

2. Fraktura sebagian

Jika hanya sebagian tulang saja yang mengalami retak seluruhnya.

3. Fraktura kompleks

Jika posisi tulang telah bergeset dan otot disekitar tulang sudah terluka. Terkadang, tulang bahkan telah terlihat atau muncul dari permukaan kulit.

4. Fraktura berganda

Jika tulang terbagi menjadi beberapa bagian.

2        Gangguan fisiologis

Gangguan fisiologis terjadi bila terjadi fungsi hormon atau tulang kekurangan mineral dan vitamin. Beberapa gangguan fisiologis pada tulang diantaranya:

1. Rakhitis

Jika kekurangan vitamin D, sehingga struktur tulang tidak keras dan kaki berbentuk huruf X atau O.

2. Osteoporosis

Jia kekurangan hormon sehingga penyerapan bahan-bahan pembuat tulang dan osifikasi berjalan lambat. Hal tersebut menyebabkan tulang menjadi rapuh.

3        Gangguan tulang belakang

Terjadi akibat adanya perubahan posisi ruas-ruas tulang belakang. Diantaranya:

  1. Kifosis: badan terlihat bongkok
  2. Lordosis: bagian pinggang membengkok ke depan.
  3. Soliosis: tulang belakang membengkook ke kanan atau kiri.
  4. Subluksasi: tulang belakang di ruas leher tertarik ke kanan atau kiri.

4        Gangguan persendian dan peradangan

Gangguan persendian dan peradangan diantaranya:

  1. Dislokasi: sendi bergeser akibat ligamen pada sendi robek atau tertarik.
  2. Terkilir: ligamen tertarik akibat gerakan yang tidak biasa dilakukan.
  3. Ankilosis: pensendian tidak dapat digerakan sama sekali.
  4. Artritis : peradangan sendi.

Artritis dikelompokkan menjadi:

  • Osteoartritis

Terjadi karena penipisan kartilago pada persendian.

  • Goutartritis

Terjadi karena kegagalan metabolisme asam urat sehingga sendi menjadi bengkak. Umumnya terjadi pada ruas jari.

  • Reumatoid

Yaitu pengapuran pada persendian sehingga sendi sulit digerakkan.

5        Infeksi sendi

Infeksi Sendi terjadi akibar adanya infeksi yang menyerang sendi, misalnya  infeksi gonorhoe, sifilis, atau layu semu.

 

GANGGUAN DAN KELAINAN PADA OTOT

1. Atrofi

  • Otot mengecil, lemah, dan kemampuan kontraksinya menurun.
  • Disebabkan oleh virus.

2. Hipertrofi

  • Otot berkembang menjadi besar.
  • Disebabkan otot dilatih terus menerus.

3. Hernia abdominal

Dinding otot perut  sobek.

4. Distrofi Otot

5. Kaku leher

  • Radang pada otot leher sehingga leher terasa sakit dan kaku.
  • Disebabkan salah gerak.

6. Tetanus

  • Otot terus menerus berkontraksi sehingga menjadi kejang dan tidak dapat berkontraksi lagi.
  • Disebabkan infeksi oleh bakteri Clostridium tenani.