Archive by Author

Program untuk menghitung nilai y dari suatu persamaan garis lurus y = mx+c

18 May

Buatlah program untuk menghitung nilai y dari suatu persamaan garis lurus y = mx+c. Program menerima masukan nilai m, c, dan x dari user. Untuk saat ini, program hanya menerima masukan m, c,  dan x yang merupakan bilangan bulat.

Output haruslah memiliki format tampilan sebagai berikut:
Masukkan nilai m: 3
Masukkan nilai c: 5
Masukkan nilai x: 2

Nilai y untuk x=2 pada persamaan y=3x+5 adalah 11


#include <stdio.h>

int main()
{
int m, c, x, y;

 printf("masukkan nilai m:");
 scanf("%d", &m);
 printf("masukkan nilai c:");
 scanf("%d", &c);
 printf("masukkan nilai x:");
 scanf("%d", &x);

 y=m*x+c;

 printf("Nilai y untuk x=%d pada persamaan y = %dx + %d adalah %d", x, m, c, y);
 return 0;
}

Begitulah cara untuk membuat program penghitung nilai y dari suatu persamaan garis lurus y = mx+c. Semoga bermanfaat!

Program Struktur Data dan Pengurutannya dalam C

18 May

Berikut saya akan memberikan contoh program struktur data dan pengurutannya dalam bahasa C.Saya mempelajari ini waktu di semester 1 di Universitas Indonesia. Silakan dicek:


#include <stdio.h> // Standard Library

typedef struct data_mahasiswa // Pembuatan alias
{
 // Di bawah ini adalah pendefinisian struct data_mahasiwa berupa variabel-variabel yang dibutuhkan
 char Nama [100];
 char Alamat [100];
 char NPM [100];
 char Fakultas [100];
 char Prodi [100];
} mahasiswa; // Alias yang dibuat bernama mahasiswa

void pengurutan (mahasiswa data [], int ukuran); // Fungsi untuk mengurutkan struktur data

int main () // Fungsi utama yang wajib ada
{
 mahasiswa mhs [100]; // Struktur data mahasiswa bernama mhs
 int jumlah; // Variabel untuk menampung benyaknya struktur data yang diinginkan
 int loop; // Variabel looping

 printf ("***Program Struktur Data***");

 while (jumlah <= 0)
 {
 printf ("\n\nMasukkan jumlah data yang ingin dimasukkan: "); // Memerintahkan User
 scanf ("%d", &jumlah); // Menerima input banyaknya struktur data yang diinginkan
 }

 // Di bawah ini adalah looping setelah banyaknya struktur data telah diketahui
 for (loop =0; loop < jumlah; loop++)
 {
 printf ("\nMahasiswa %d\n", loop+1);

 printf ("Nama: ");
 getchar();
 gets (mhs [loop].Nama);
 printf ("Alamat: ");
 gets (mhs [loop].Alamat);
 printf ("NPM: ");
 gets (mhs [loop].NPM);
 printf ("Fakultas: ");
 gets (mhs [loop].Fakultas);
 printf ("Program Studi: ");
 gets (mhs [loop].Prodi);
 }

 pengurutan (mhs, jumlah); // Memanggil fungsi pengurutan struktur data

 // Di bawah ini adalah Output program
 for (loop =0; loop < jumlah; loop++)
 {
 printf ("\nMahasiswa %d\n", loop +1);

 printf ("Nama: ");
 printf ("%s", mhs [loop].Nama);
 printf ("\nAlamat: ");
 printf ("%s", mhs [loop].Alamat);
 printf ("\nNPM: ");
 printf ("%s", mhs [loop].NPM);
 printf ("\nFakultas: ");
 printf ("%s", mhs [loop].Fakultas);
 printf ("\nProgram Studi: ");
 printf ("%s",mhs [loop].Prodi);
 }

getchar ();
 getchar ();
 return 0; // Program sukses
}

// Di bawah ini adalah pendefinisian fungsi pengurutan
void pengurutan (mahasiswa data [], int ukuran)
{
 int i;
 int j;
 mahasiswa temp;
 int min;

 for (i = 0; i < ukuran; i++)
 {
 min = i;
 for (j = i; j < ukuran; j++)
 {
 if ((strcmp ((data + min)-> NPM,(data + j) -> NPM)) > 0)
 min = j;
 }
 temp = data [i];
 data [i] = data [min];
 data [min] = temp;
 }
}

Bagaimana reaksi anda? Ayo dicoba code-nya dan silakan dicoba buat sendiri.

Pengantar Sistem Digital

18 May

a. Sistem Digital

Sistem digital adalah suatu sistem yang melakukan semua pengolahan / pengoperasian maupun penyimpanannya  dilakukan dalam binary digit.

b. BCD

Binary coded decimal adalah sistem pengkodean bilangan desimal yang metodenya mirip dengan bilangan biner biasa; hanya saja dalam proses konversi, setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi satu per satu, bukan secara keseluruhan seperti konversi bilangan desimal ke biner biasa. Hal ini lebih bertujuan untuk “menyeimbangkan” antara kurang fasihnya manusia pada umumnya untuk melakukan proses konversi dari desimal ke biner -dan- keterbatasan komputer yang hanya bisa mengolah bilangan biner.

c. Gerbang NAND merupakan gerbang universal

Gerbang NAND merupakan gerbang universal berarti gerbang NAND dapat menggantikan fungsi gerbang-gerbang logika yang lainnya dengan cara memanipulasi / mengkombinasi gerbang NAND dengan gerbang lainnya.

d. Datapath

Datapath adalah kumpulan dari beberapa memory sementara dan functional unit, seperti Arithmatic and logic unit (ALU) dan shift unit, yang melakukan operasi pemrosesan data.

e. Control Unit

Control unit adalah salah satu bagian dari CPU yang bertugas untuk memberikan arahan / kendali / control terhadap operasi yang dilakukan di bagian ALU (Arithmetic Logical Unit) yang ada di dalam CPU tersebut. Output dari Control Unit akanmengatur aktivitas di bagian lainnya dari perangkat CPU tersebut.

Palindrom in C Programming

18 May

Palindrom merupakan sebuah kata, dimana huruf dari depan kebelakang dan dari belakang kedepan sama contoh : nababan, masam, kodok.

Fungsi void palindrom(char s[]) yang mengecek apakah suatu kata palindrom atau bukan. Jika terbukti palindrom, print output “Palindrom”, jika tidak “Bukan Palindrom”


#include<stdio.h>

void palindrom( char s[ ] )
{
int beda=0, maju, mundur;
for( mundur=0; s[mundur]!='\0'; mundur++ ) {
for( maju=0; maju<(mundur/2); maju++ ) {
if( s[maju] != s[--mundur] ) { beda++; break;
}
}

printf(" =>%s Palindrom\n",beda?"Bukan":"");
}

int main() {
char string[20];
printf(" Masukkan kata : ");
gets( string );
palindrom( string );
getchar();
return 0;
}

Perbedaan utama stack dan queue

18 May

Perbedaan utama stack dan queue adalah :

Stack memakai sistem LIFO atau last in first out (yang pertama masuk akan keluar terakhir, begitu pula yang terakhir masuk akan keluar pertama kali) yang apabila kita mengahapus/ keluar data, maka data yang terakhirlah yang akan terhapus/ keluar terlebih dahulu.

Sementara queue memakai siste FIFO atau first in first out (yang pertama masuk akan keluar pertama, begitu pula yang masuk terakhir akan keluar terakhir) yang apabila kita menghapus / mengeluarkan data, maka data yang pertamalah yang akan terhapus/ keluar terdahulu dan data yang terakhir akan terhapus/ keluar terakhir.

Guna counter pada rangkaian stack dan queue adalah untuk menentukan apakah stack atau queue tersebut sudah full atau masih empty.

 

Logika Proposisi

18 May

Logika Proposisi atau Kalkulus Proposisi dikembangkan oleh ahli filsafat Yunani Aristotle 2300 tahun lebih.

Definisi 1. 

Suatu proposisi (proposition) adalah suatu pernyataan (statement) yang memiliki nilai kebenaran true (benar, T) atau false (salah, F) tetapi tidak kedua-duanya pada saat dinyatakannya.

Contoh 1. 

Pernyataan berikut adalah proposisi:

(a)                    Jakarta adalah ibu kota Indonesia.

(b)                    Penang adalah ibu kota Malaysia.

(c)                    5 + 6 = 11.

(d)                   25 + 2 = 26.

Proposisi (a) dan proposisi (c) bernilai true, sedangkan proposisi (b) dan proposisi (d) bernilai  false.

Contoh 2.      

Pernyataan berikut bukan proposisi :

(a)             Jam berapa sekarang ?

(b)             Bacalah dengan teliti.

(c)             x + 1 = 2.

(d)            x + y = z.

Kalimat (a) dan kalimat (b) masing-masing bukan pernyataan, jadi bukan proposisi. Kalimat (c) merupakan pernyataan tetapi bukan suatu proposisi, karena variabel x dalam kalimat tersebut belum ada nilainya, jadi masih dapat bernilai true (bila x bernilai 1) juga dapat bernilai false (bila x ≠ 1). Begitu pula dengan kalimat (d).

Proposisi yang bernilai tetap pada setiap saat disebut konstanta proposisi. Dikenal dua buah konstanta proposisi:

  • Proposisi true atau T, yang selalu bernilai true
  • Proposisi false atau F, yang selalu bernilai false.

Proposisi lainnya, yang nilainya bisa true atau false pada saat yang berbeda disebut juga sebagai variabel proposisi, dapat dinyatakan oleh sebuah huruf. Misalnya,

                   p,q, r, s, ¼¼, p1, p2, ¼¼, q1, q2, ¼¼, r1, r2, ¼¼, s1, s2, ¼¼

Operator Logika atau Penghubung Logika (Logical Connectives)

 

Dari proposisi-proposisi yang ada dapat dibentuk proposisi baru dengan menggunakan penghubung atau operator logika. Yang dikenal ada 6 operator logika, yaitu negasi Ø, konjungsi Ù, disjungsi Ú, exclusive or Å, implikasi ®, dan bi-implikasi (biconditional) «, masing-masing didefinisikan sebagai berikut:

 

1.  Operator negasi Ø 

tabel kebenaran negasi                     

2.  Operator Konjungsi Ù

tabel kebenaran konjungsi

3.  Operator Disjungsi Ú

tabel kebenaran disjungsi 

4.  Operator Exclusive Or  Å

tabel kebenaran exclusive or

5.  Operator Implikasi ®

tabel kebenaran implikasi
6.  Operator 
Bi-implikasi (Biconditional) «

tabel kebenaran bi-implikasi

Muddy children puzzle

18 May

Seorang ayah menyuruh seorang putra dan seorang putrinya pergi main ke lapangan. Setelah kembali dari bermain, ternyata dahi masing-masing anaknya tercoreng kotoran. Setelah terlihat oleh ayahnya, si ayah menegur mereka dan bilang:

“Di antara kalian berdua ada yang dahinya tercoreng kotoran.”

Kemudian si ayah memberi pertanyaan

“Apakah anda tahu bahwa dahi anda yang tercoreng kotoran?”

kepada kedua anaknya, yang harus dijawab serentak “ya” atau “tidak” oleh kedua anaknya tersebut.

Dimisalkan bahwa kedua anak tersebut jujur, dan masing-masing tidak bisa melihat dahi sendiri, tetapi bisa melihat dahi saudaranya.

Jawaban serentak apa yang akan diberikan oleh kedua anak tadi untuk pertanyaan tersebut dilontarkan untuk pertama kali, dan untuk kedua kali pertanyaan tersebut dilontarkan?

Solusi:

Misalkan   s := dahi si putra kotor dan d := dahi si putri kotor

Diketahui faktanya adalah s bernilai true, dan d juga bernilai true.

Pernyataan si ayah kepada putra dan putrinya adalah

“Di antara kalian berdua ada yang dahinya tercoreng kotoran.”

yang dapat dinyatakan dengan proposisi

p := s –> d

dan berdasarkan pernyataan si ayah tersebut, berarti p bernilai true.

Dipertanyakan jawaban serentak apa yang diberikan oleh putra dan putrinya terhadap pertanyaan yang sama:

“Apakah anda tahu bahwa dahi anda yang tercoreng kotoran?”

untuk yang pertama kali dan yang kedua kalinya.

Jawaban serentak si putra dan si putri untuk pertanyaan pertama kali:

Si putra melihat dahi si putri kotor, berarti

d  bernilai true, yang mengakibatkan p juga bernilai true, tanpa mengetahui nilai dari s.

Jadi, si putra tidak dapat memastikan dahinya kotor atau tidak, maka ia akan beri jawaban “tidak”.

Begitu pula dengan si putri, ia melihat dahi si putra kotor berarti s bernilai true, tanpa mengetahui nilai dari d.

Jadi, si putri tidak dapat memastikan dahinya kotor atau tidak, maka ia akan beri jawaban “tidak” pula.

Jawaban serentak si putra dan si putri untuk pertanyaan kedua kali:

Setelah si putra mengetahui jawaban “tidak” dari si putri,

berarti si putri tidak mengetahui nilai d,

jadi d  bisa bernilai false, sedangkan p := s –> d  harus bernilai true,

maka si putra mengetahui bahwa s bernilai true,

sehingga si putra akan menjawab “ya” untuk pertanyaan yang sama untuk yang kedua-kalinya.

Begitu juga dengan si putri, ia akan menjawab “ya” pula.

Tema Besar pada Ilmu Filsafat

18 May

Judul : MENYOAL OBJEKTIVISME ILMU PENGETAHUAN

Pengarang: Donny Gahral Adian

Data Publikasi: Penerbit TERAJU, Khazanah Pustaka Keilmuan, 2002, hlm. 17

Seiring dengan berkembangnya manusia dan ilmu pengetahuan, maka filsafat dapat dikatakan sebagai suatu ilmu. Ilmu filsafat ini mengkaji seluruh fenomena yang terjadi dalam kehidupan manusia. Fenomena ini dapat diarahkan melalui 3 tema besar dalam filsafat, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi.

Epistemologi membahas tentang pengetahuan yang akan didapat manusia sesuai dengan kebutuhannya. Pada dasarnya manusia selalu ingin tahu tentang sesuatu dan ia akan mencari tahunya, sehingga dengan demikian pengetahuannya pun akan bertambah. Berdasarkan epistemologi, manusia akan mencari tahu tentang apa saja batas-batas pengetahuan, bagaimana struktur pengetahuan itu, bagaimana keabsahannya dan dari mana sumbernya.

Menurut Donny Gahral, epistemologi adalah cabang filsafat yang mengkaji hakikat pengetahuan khususnya 4 pokok persoalan pengetahuan seperti keabsahan, struktur, batas dan sumber, seperti yang telah dijelaskan di atas. Pengetahuan yang dikaji dalam epistemologi adalah pengetahuan dalam arti seluas-luasnya termasuk pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Epistemologis ini juga merupakan dasar dari filsafat ilmu pengetahuan dalam membagi pengetahuan menjadi pengetahuan ilmiah dan pengetahuan sehari-hari serta menentukan cara kerja yang tepat untuk memperoleh pengetahuan ilmiah.

Sedangakan Ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut mebahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Hakekat kenyataan atau realitas memang bisa didekati ontologi dengan dua macam sudut pandang:

  1. Kuantitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan itu tunggal atau jamak?
  2. Kualitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan (realitas) tersebut memiliki kualitas tertentu, seperti misalnya daun yang memiliki warna kehijauan, bunga mawar yang berbau harum.

Secara sederhana ontologi bisa dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari realitas atau kenyataan konkret secara kritis. (http://id.wikipedia.org/wiki/Ontologi)

Tema yang ketiga adalah aksiologi.

Aksiologi mengkaji tentang norma dan nilai dalam kehidupan manusia, berkaitan dengan “yang baik” dan “yang buruk”, juga tentang ukuran norma atau nilai apa saja yang mendasarinya.

Nilai merupakan sesuatu yang baik, diinginkan dan dicita-citakan. Sedangkan norma adalah pedoman dan aturan berperilaku dengan sanksi-sanksi yang dapat menuntut sesorang, kelompok, dan masyarakat untuk mencapai dan mewujudkan suatu nilai.

Nilai-nilai dalam hidup manusia memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah:

– Nilai berfungsi sebagai petunjuk arah

– Nilai berfungsi sebagai benteng perlindungan

– Nilai berfungsi sebagai motivator

Berdasarkan hasil pencarian dari internet, aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu; axios yang berarti sesuai atau wajar. Sedangkan logos yang berarti ilmu. Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Menurut John Sinclair, dalam lingkup kajian filsafat nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik, social dan agama. Sistem mempunyai rancangan bagaimana tatanan, rancangan dan aturan sebagai satu bentuk pengendalian terhadap satu institusi dapat terwujud. (http://adikke3ku.wordpress.com/2008/05/19/aksiologi-ilmu/)

Menurut penjelasan di atas, maka dapat dipahami bahwa tema besar dalam ilmu filsafat meliputi ontologi, epistemologi dan aksiologi. Dimana ontologi membahas tentang keberadaan sesuatu yang konkret dan nyata, epistemologi membahas tentang pengetahuan yang dimiliki manusia berdasarkan kebutuhannya, dan aksiologi membahas tentang nilai dan norma, tentang yang baik dan yang buruk yang ada dalam kehidupan manusia sehari-hari.

 

Isu Lingkungan Global Pemanasan Global dan Usaha-usaha Mengatasi Kerusakan Sumber Daya Alam

18 May

Judul : Think

Pengarang: Michael R. Regault

Data Publikasi: Penerbit PT TransMedia, 2006, 351 halaman. (taruna-nusantara-mgl.sch.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=183&Itemid=1)

 

Beberapa tahun belakangan ini, isu lingkungan berupa isu pemanasan global telah menjadi perhatian pusat seluruh dunia. Puncaknya ditandai dengan diadakannya KTT Perubahan iklim di Bali pada Desember 2007 lalu. Pemanasan global bukanlah fenomena baru, melainkan fenomena yang sudah dimulai sejak lama, yaitu sebagai akibat dari asap-asap pabrik, digunakannya lahan hijau sebagai lahan untuk membangun gedung-gedung pencakar langit, yang mengakibatkan lahan untuk penghasil oksigen dan menyerap CO2 menjadi berkurang.

Pemanasan global terjadi akibat efek rumah kaca ditambah dengan banyaknya polusi udara. Gas rumah kaca terdiri dari uap air, karbondioksida dan gas lainnya. Gas rumah kaca ini melapisi langit sehingga sinar matahri yang masuk ke bumi akan dipantulkan kembali oleh lapisan gas rumah kaca ini, menyebabkan suhu global meningkat. Selain gas rumah kaca, pemnasan global juga dipicu oleh semakin bolongnya ozon yang diakibatkan oleh penggunaan alat-alat elektronik ber-freon yang digunkan oleh manusia. Seperti AC, kulkas, hairspray, dll. Alat yang menggunakan Freon akan melepaskan gas karbon yang akan terus mengangkasa hingga bertemu lapisan ozon yang berupa O3, kemudian karbon hasil Freon ini akan mengikat O dari ozon sehingga menjadi CO dan sisa ozonnya menjadi O2 yang merupakan udara biasa (oksigen), karena hal inilah maka ozon bolong dan menyebabkan sinar matahari yang masuk semakin terik dan meningkatkan temperatur global. Pemanasan global ini dapat menyebabkan perubahan iklim yang ekstrim, banyak bencana terjadi, naiknya tinggi permukaan air laut, keringnya air, mencairnya es di kutub, dan hal lain ydng dapat merugikan manusia.

Usaha mengatasi kerusakan sumber daya alam dapat ditinjau dari berbagai bidang, dari bidang pertanian: Mengurangi penggundulan hutan dan reboisasi,

Pembuatan sengkedan, Penyuluhan kepada masyarakat, Mengurangi penyemprotan hama yang berlebihan, Melakukan penangkapan ikan dengan benar. Di bidang teknologi: menggunakan teknologi dengna baik dan benar, Mendatangkan tenaga ahli dan teknologi asing, Pendidikan tingkat Diploma dan Sarjana untuk memenuhi kebutuhan SDM, Bekerja sama dengan Negara lain dalam pengolahan SDA. Dalam pencemaran: Membuat saluran pembuangan limbah udara dan air sehingga tidak mengganggu keseimbangan alam, Pengurangan penggunaan zat kimia berbahaya Penyuluhan kepada masyarakat, Mencegah penggundulan hutan, Memperbaiki kerusakan tanggul dan mereboisasi hutan yang gundul.

Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam UUD NKRI 1945

18 May

Judul : BANGSA, NEGARA, DAN LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA

Pengarang: Slamet Soemiarno, Hari Kartono, Susiani Purbaningsi

Data Publikasi: Lembaga Penerbit FEUI, 2007, 165 halaman.

 

Menurut UUD 1945 Pasal 27, ayat (1) tercantum bahwa “Segala warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”

Dalam UUD 1945 sebelum amandemen, tidak ada hak asasi manusia, karena dirasa tidak sesuai dengan paham integralistik yang dianut UUD 1945, yang ternyata bukanlah untuk menjamin perseorangan atau golongan, namun untuk menjamin masyarakat secara persatuan.

Pasal-pasal dalam UUD 1945 yang menyatakan hak dan kewajiban warga Negara terdapat dalam:

  1. Hak, antara lain melalui pasal 27(2) hak untuk mendapatkan pekerjaan, pasal 30(1) hak ikut serta dalam usaha pembelaan Negara dan pasal 31(1)hak mendapatkan pengajaran.
  2. Kewajiban, antara lain melalui pasal 27(1) kewajiban untuk menjunjung hukum dan pemerintahan dengan tidak ada kecuali, serta pasal 30(1) kewajiban ikut serta dalam usaha pembelaan Negara.
  3. Kemerdekaan warga Negara, antara lain melalui pasal 27(1) yaitu persamaan di dalam hukum dan pemerintahan, pasal 29(2) kemerdekaan untuk memeluk agama dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya, serta pasal 28 kemerdekaan berserikat dan berkumpl, mengeluarkan pikiran.

Sedangkan kewajiban Wrga Negara Indonesia antara lain:

  1. Menjunjung hukum dan pemerintahan – pasal 27(1)
  2. Ikut serta dalam upaya pembelaan Negara – pasal 27(3)
  3. Ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara – pasal 30(1)
  4. Mengikuti pendidikan dasar – pasal 31(2)

Sejarah terbentuknya UUD 2945 adalah diawali dengan kekalahan Jepang atas sekutu. Saat itu Indonesia adalah jajahan Jepang, maka karena Jepang kalah, terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia yang dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memerdekakan dirinya, maka setelah membacakan proklamasi kemerdekaan, pada tanggal 18 Agustus ’45 terbentuklah UUD ’45 yang disusun oleh tim PPKI yang terdiri dari: Pembukaan (4 alinea), Batang tubuh UUD yang berisi pasal 1 – 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab, 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan, penjelasan UUD yang terbagi dalam Penjelasan Umum dan Penjelasan Pasal demi Pasal.

Sejak saat itu terjadi banyak perubahan dalam pelaksanaannya, bila dibandingkan dari zaman orde lama dan orde baru maka terlihat kemajuannya. Pada orde lama, lembaga seperti MPR, DPR, DPA, dan BPK belum dibentuk berdasarkan UUD, lembaga tsb masih dalam bentuk sementara. Juga banyak terjadi penyimpangan yang dilakukan presiden saat itu. Kemudian setelah orde baru, terjadi kemajuan, misalnya berhasil menyalurkan aspirasi rakyat dalam mengadakan koreksi terhadpa penyimpangan, kekacauan, dan keadaan buruk di berbagai bidang yang telah terjadi selama masa orde lama.

UUD ’45 telah melewati beberapa kali amandemen. Pertama kali dilakukan sejak tahun 1999, yaitu menambah dan merubahn pasal 9. Amandemen kedua dilakukan pada tahun 2000, amandemen ketiga tahun 2001, dan terakhir dilakukan pada tahun 2002 dan disahkan pada tanggal 10 Agustus 2002. Amandemen terkahir ini melibatkan sebanyak-banyaknya partisipasi rakyat dalam mengambil keputusan politik, sehingga diharapkan struktur kelembagaan Negara yang lebih demokratis  ini akan meningkatkan kesejahteraan rakyat.