Archive | June, 2013

Article Review Form: Wanted: Mars… Dead or Alive?

16 Jun

Article One

1. Title of the Article: Wanted: Mars… Dead or Alive?

2. Author(s): Geoffrey A. Londis

3.      Explain in two or three sentences why you have chosen this article.

I like reading science and technological articles.

The title of the article has persuaded me to know what the article about.

I want to know something new in scientist’s researches, especially in outer space.

4.      Explain briefly in four or five sentences what the article is about.

The article explains the readers about the surface of Mars which are stunning superlatives and like marvels.

The article explains the evidence and scientist’s assumption about water existence in Mars.

The article explains that Mars has no water and very thin atmosphere with no oxygen which kills all living things.

The article explains that many scientists are still thinking about the existence of water in Mars, especially in underground.

5.      What is the writer’s message or purpose in writing this article?

To explain in detail all about Mars to the readers, especially surface and the existence of water and life.

6.      Give your personal comment on the article as a conclusion of your article review.

Mars is bitterly cold, dry, extremely harsh, and held no trace of life. The article makes me have more information about outer space, especially Mars.

Article Two

1. Title of the Article: Emotional Intelligence
2. Author(s): Patricia Holt
3. Explain in two or three sentences why you have chosen this article.
I like reading psychological articles too.

I want to know more about emotional intelligence

The article is short enough.

4.      Explain briefly in four or five sentences what the article is about.

The article explains about Daniel Goleman’s experiment in proving emotional stability is important to determine success life, called ‘The Mashmallow Challenge’.

The article explains about neuron in brain where rational decisions are made that must be used with appropriate emotions.

The article explains the difference from people with emotional stability and with no emotional stability.

The article explains that emotional intelligence can be taught, not only in the home but also in school.

5.      What is the writer’s message or purpose in writing this article?

Explain and share to readers what the writer’s have read and reviewed about emotional intelligence from Daniel Goleman’s book and give comments to it.

6.      Give your personal comment on the article as a conclusion of your article review.

Emotional intelligence is specifically determine everyone’s success in life. It is more important than intelligence quotient. So, we must do more and more practice to make our emotional intelligence better.

Paradigma Pemrograman

16 Jun

Paradigma adalah sudut pandang atau “sudut serang” tertentu yang diprioritaskan terhadap kelompok problema, realitas, keadaan, dan sebagainya. Dalam pemrograman pun dikenal istilah paradigma pemrograman, yakni sudut pandang atau strategi analisa khusus yang diambil untuk menyelesaikan suatu masalah pemrograman.

Beberapa paradigma pemrograman yang ada sampai saat ini :

1. Paradigma pemrograman prosedural atau imperatif

Paradigma ini didasari oleh konsep mesin Von Newmann (stored program concept), yakni sekelompok tempat penyimpanan/memori, yang dibedakan menjadi memori instruksi dan memori data yang masing-masingnya dapat diberi nama dan harga. Instruksi akan dieksekusi satu persatu secara sekuensial oleh sebuah pemroses tunggal. Beberapa instruksi menentukan instruksi yang selanjutnya akan dieksekusi (percabangan kondisional). Data diperiksa dan dimodifikasi secara sekuensial juga. Program dalam paradigma ini didasari pada strukturasi informasi di dalam memori dan manipulasi dari informasi yang disimpan tersebut. Kata kunci dalam paradigma ini adalah sebuah program dihasilkan oleh algoritma dengan struktur data tertentu.

2. Paradigma pemrograman fungsional

Paradigma ini didasari oleh konsep pemetaan dan fungsi pada matematika. Fungsi dapat berupa fungsi primitif, atau komposisi dari fungsi-fungsi lain yang telah terdefinisi. Pemrogram mengasumsikan bahwa ada fungsi-fungsi lain yang dapat dilakukan. Penyelesaian masalah didasari atas aplikasi dari fungsi-fungsi tersebut dengan dasar pemecahan persoalan adalah transformasional. Semua kelakuan program adalah suatu rantai transformasi dari sebuah keadaan awal menuju ke suatu rantai keadaan akhir, yang mungkin melalui keadaan antara, melalui aplikasi fungsi.

3. Paradigma pemrograman deklaratif, predikatif, atau logik

Paradigma ini didasari oleh pendefinisian relasi antarindividu yang dinyatakan sebagai predikat. Sebuah program logik adalah kumpulan aksioma (fakta dan aturan deduksi).

Pemrogram menguraikan sekumpulan fakta dan aturan-aturan (inference rules). Ketika program dieksekusi, pemakai mengajukan pertanyaan (query), dan program akan menjawab apakah pertanyaan ini dapat dideduksi dari aturan dan fakta yang ada. Program akan memakai aturan deduksi dan mencocokkan pertanyaan dengan fakta-fakta yang ada untuk menjawab pertanyaan.

4. Paradigma pemrograman berorientasi objek

Paradigma ini didasari oleh kelas dan objek. Objek adalah instansiasi dari kelas. Objek mempunyai atribut (kumpulan sifat), dan mempunyai kelakuan (kumpulan reaksi, metode). Objek yang satu dapat berkomunikasi dengan objek yang lain lewat “pesan”, dengan tetap terjaga integritasnya.Kelas mempunyai hirarki, anggota dari sebuah kelas juga mendapatkan turunan atribut dari kelas di atasnya. Paradigma ini menawarkan konsep modularitas, penggunaan kembali, dan kemudahan modifikasi.

5. Paradigma pemrograman konkuren

Paradigma ini didasari pada kenyataan bahwa sebuah sistem komputer harus menangani beberapa program/task yang harus dieksekusi bersama dalam sebuah lingkungan (mono atau multiprosesor). Pemrograman konkuren tidak lagi berpikir sekuensial, melainkan harus menangani komunikasi dan sinkronisasi antartask.

Rahasia Dagang UU No.30 Tahun 2000

15 Jun

Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan berbagai hal mengenai rahasia dagang menurut UU No. 30 Tahun 2000. Oke langsung aja ya 🙂

A. Pengertian Rahasia Dagang

—Rahasia dagang adalah informasi yang tidak di ketahui oleh umum di bidang teknologi dan atau bisnis mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik rahasia dagang. Lingkup perlindungan rahasia dagang meliputi metode produksi, metode pengolahan, atau informasi lain di bidang teknologi dan atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui oleh masyarakat umum. Hukum rahasia dagang tidak dilanggar jika pengungkapan atau penggunaan rahasia dagang tersebut adalah untuk kepentingan keamanan, kesehatan atau keselamatan masyarakat.

B. Hak Pemilik Rahasia Dagang

1. Menggunakan sendiri rahasia dagang yang dimilikinya.

2. Memberikan lisensi kepada atau melarang pihak lain untuk menggunakan rahasia dagang atau mengungkapkan rahasia dagang itu kepada pihak ketiga untuk kepentingan yang bersifat komersial.

3. Memberikan lisensi kepada pihak lain atau melarang pihak lain untuk menggunakan rahasia dagang atau mengungkap kepada pihak ketiga untuk kepentingan komersial.

Pengalihan Hak Rahasia dagang :

a. Pewarisan.

b. Hibah.

c. Wasiat.

d. Perjanjian tertulis

e. Sebab-sebab lain yg dibenarkan oleh per perUU an

C. Ketentuan Pidana

—Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Rahasia Dagang Pihak lain atau melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 atau Pasal 14 di pidana penjara plg lama 2 tahun dan atau denda paling banyak Rp 300 juta.

Hal-hal yang Berkaitan Dengan Merek (UU No. 15 Tahun 2001)

12 Jun

A. Istilah-istilah dalam Merek

Merek adalah tanda berupa gambar, nama, kata, huruf- huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan di gunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.

Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang yang sejenis lainnya.

Merek jasa adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa – jasa yang sejenis lainnya

Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang dan/ atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama  untuk membedakan dengan barang dan /atau jasa sejenisnya.

Hak atas merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya.

 

B. Kategori yang Tidak Dapat Didaftarkan Sebagai Merek

– Yang permohonannnya diajukan atas dasar itikad tidak baik.

– Yang bertentangan dengan moral, peraturan UU, dan ketertiban umum.

– Yang tidak memiliki daya pembeda.

– Tanda yang telah menjadi milik umum.

– Yang semata-mata menyampaikan keterangan yang berhubungan dengan barang atau jasa.

 

C. Jangka Waktu Perlindungan Merek dan Pengalihan Merek

Jangka waktu perlindungan merek adalah 10 tahun dari tanggal penerimaan. Jangka waktu ini dapat diperpanjang untuk masa yang tidak ditentukan selama 10 tahun. Namun pemilik harus mengajukan perpanjangan 12 bulan sebelum merek tersebut berakhir.

Merek dapat dialihkan dengan cara pewarisan, wasiat, hibah, perjanjian, atau sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh per UU an. Pengalihan ini harus dicatatkan di dalam Daftar Umum Merek, diarsipkan oleh Kantor HKI dan diumumkan dalam Berita Resmi Merek.

Pemilik merek dapat memberikan lisensi kepada orang lain utk menggunakan merek tersebut dalam perdagangan merek dan jasa. Perjanjian lisensi harus didaftarkan dan diumumkan dalam Berita Resmi Merek.

 

D. Sanksi Pidana Merek

1. Pasal 90, UU No. 15 tahun 2001 :

“Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan merek yang sama pada kesluruhnnya dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan atau jasa sejenis yang di produksi dan atau di perdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun. Dan atau denda paling banyak Rp1 M.”

— 2. Pasal 91, UU No. 15 tahun 2001:

“ Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan merek yang sama pada pokoknya dengan merek yang terdaftar milik pihak lain untuk barang dan atau jasa yang di produksi dan atau diperdagangkan, dipidana dengan penjara paling lama 4 tahun dan atau denda paling banyak Rp.800 juta.”

—3. Pasal 92, (1), UU No. No. 15 tahun 2001:

“Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang sama pada keseluruhan dengan indikasi geografis milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis dengan barang yang terdaftar, dipidana penjara paling lama 5 Tahun dan atau denda paling banyak Rp1 M.”

4. Pasal 92, (2), UU No. No. 15 Tahun 2001:

“Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang sama pada pokoknya dengan indikasi geografis milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis dengan barang yang terdaftar, dipidana penjara paling lama 4 tahun dan atau denda paling banyak Rp800 Juta.”

—5. Pasal 93,UU No. No. 15 Tahun 2001:

“Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang dilindungi berdasarkan indikasi asal pada barang atau jasa sehingga dapat memperdaya atau menyesatkan masyarakat mengenai asal barang atau asal jasa tersebut, dipidana penjara paling lama 4 tahun dan atau denda paling banyak Rp800 juta.”

—6. Pasal 94, UU No. 15 Tahun 2001:

“Barang siapa memperdagangkan barang dan atau jasa yang diketahui atau patut diketahui bahwa barang dan atau jasa tersebut merupakan hasil pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 90, 91, 92, dan 93 dipidana kurungan  paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp200 Jt.”

Hal-hal Mengenai Paten UU No. 14 Tahun 2001

12 Jun

Di post kali ini, saya akan menjelaskan berbagai hal mengenai paten menurut UU No. 14 Tahun 2001. Silakan disimak 🙂

A. Istilah-istilah dalam Paten

—Paten adalah hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya dibidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.
—Invensi adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, dapat berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dalam pengembangan produk atau proses.
—Inventor adalah seorang yang secara sendiri atau beberapa orang yang secara bersama – sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan invensi.
—Pemegang Paten adalah inventor sebagai pemilik paten atau pihak yang menerima hak tersebut dari pemilik paten atau pihak lain  yang menerima lebih lanjut hak tersebut, yang terdaftar dalam daftar umum paten.
—Yang dianggap sebagai inventor adalah orang atau beberapa orang yang untuk pertama kali dinyatakan sebagai inventor dalam permohonan. —Barang siapa telah menjalankan sebuah invensi pada saat invensi serupa dimintakan paten oleh pihak lain, orang tersebut tetap dapat menjalankan invensi sekalipun terhadap invensi yang sama tersebut kemudian diberi paten. Untuk memperoleh paten, inventor harus mengungkapkan seluruh rahasia ivensinya (termasuk contoh bagaimana sebaiknya menjalankan invensi tersebut yang tertuang dalam spesifikasi paten yang diajukan.
B. Invensi yang Dapat Diberi Paten
1. Paten diberikan untuk invensi yang baru dan mengandung langkah inventif serta dapat di terapkan dalam industri.
2. Suatu invensi mengandung langkah inventif jika invensi tersebut bagi seseorang yang mempunyai keahlian tertentu di bidang teknik merupakan hal yang tidak dapat diduga sebelumnya.
3.Penilaian bahwa suatu invensi merupakan hal yang tidak dapat diduga sebelumnya harus dilakukan dengan memperhatikan keahlian yang ada pada saat permohonan diajukan atau yang telah ada pada saat diajukan permohonan pertama dalam hal permohonan itu diajukan dengan Hak Prioritas.
C. Invensi yang Tidak Dapat Diberi Paten

1. Proses atau produk yang pengumuman penggunaannya  dan pembuatannya bertentangan dg perUU-an, moralitas agama, ketertiban umum atau kesusilaan.

2. Untuk metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan.

3. Untuk pengetahuan yang tidak ada kegunaannya secara praktis seperti teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika.

4. Semua mahluk hidup, kecuali jasad renik.

5. Proses biologis yang esensial untuk memproduksi tanaman atau hewan, kecuali proses non-biologis atau proses mikrobiologis.

D. Jangka Waktu Paten

Jangka waktu untuk paten sederhana adalah 10 tahun.

Jangka waktu untuk paten biasa adalah 20 tahun.

E. Ketentuan Pidana Paten 

—1. Pasal 130

“ Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar hak Pemegang Paten dengan melakukan salah satu tindakan sebagaiamana dimaksud dalam Pasal 16 dipidana dengan pidana penjara plg lama 4 tahun dan atau denda paling banyak Rp500 juta.”

2. —Pasal 131

“Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar hak Pemegang Paten sederhana dengan melakukan salah satu tindakan sebagaiamana dimaksud dalam Pasal 16 dipidana dengan pidana penjara plg lama 2 tahun dan atau denda paling banyak Rp250 juta.”

—3. Pasal 132

“ Barang siapa dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 25 ayat (3),pasal 40, dan pasal 41 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua ) tahun.”

4. —Tindak pidana, Delik Aduan

Penegakan Hukum Di Bidang Pasar Modal

9 Jun

Menurut Pasal 1 ayat 13 UU No.8 tahun 1995, definisi pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya serta lembaga dan profesi yang be Curanrkaitan dengan efek. Tentunya dengan banyak pihak yang terkait dengan pasar modal, maka dibentuklah undang-undang untuk mencegah semua penyimpangan yang nantinya mungkin akan terjadi. Berikut ini saya akan menjelaskan penegakan hukum di bidang pasar modal.

1. Praktik Curang (Unfair Trading)

Praktik curang adalah pelanggaran terhadap ketentuan yang dilakukan oleh perusahaan efek, penasehat investasi, manajer investasi, dan pihak lainnya yang memperoleh izin profesi dari Bapepam. Sanksi administratif dari praktik curang menurut Pasal 102 UU No.8 tahun 1995, yaitu:

a. peringatan tertulis;

b. denda yaitu kewajiban untuk membayar sejumlah uang tertentu;

c.pembatasan kegiatan usaha;

d.pembekuan kegiatan usaha;

e.pencabutan izin usaha;

f.pembatalan persetujuan;dan

g.pembatalan pendaftaran

 

2. Kejahatan Pasar Modal (Capital Market Crime)

Kejahatan pasar modal (capital market crime) adalah tindak pidana yang mengandung unsur penipuan (fraud), manipulasi pasar (market manipulation), dan perdagangan orang dalam (insider trading).

a. Penipuan (fraud)

Tindak penipuan, pengelabuan, penyembunyian dan atau penyesatan atas informasi, keabsahan transaksi, atau hak hak lain dari pemegang saham, investor, atau publik yang dilakukan oleh pihak lain dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan ekonomis, melalui transaksi atau kepemilikan efek yang ada di perusahaan publik.

Sanksinya tercantum di Pasal 104 UU PM, yaitu pidana penjara 10 tahun dan denda paling banyak 15 milyar rupiah.

b. Manipulasi pasar (market manipulation)

Manipulasi pasar yaitu transaksi semu yang  dilakukan oleh satu atau lebih  pialang efek atas efek tertentu  untuk dan atas nama  kepentingan sendiri, atau  nasabah, atau pihak lain, yang bertujuan untuk mempengaruhi dan atau menyesatkan investor atau publik agar membeli, menjual, atau menahan efek.

Sanksinya tercantum di Pasal 104 UU PM, yaitu  pidana penjara 10 tahun dan denda paling banyak 15 milyar rupiah.

c. Perdagangan orang dalam (insider trading)

Perdagangan oleh pihak  yang tergolong sebagai “orang dalam” (insider) dengan mempergunakan informasi perusahaan yang belum dipublikasikan (non public information). Informasi tersebut merupakan informasi material, yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan harga efek.

Sanksinya tercantum di Pasal 104 UU PM, yaitu  pidana penjara 10 tahun dan denda paling banyak 15 milyar rupiah.

 

Demikian post kali ini. Semoga bermanfaat.

Bidang Usaha Menurut UU No. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal

9 Jun

Halo semua..
Di post kali ini, saya akan membahas tentang bidang usaha yang telah ditetapkan di UU No. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal.

Check it out 🙂

Pemerintah menetapkan bidang-bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan tertentu bagi penanaman modal.Penetapan bidang usaha yang tertutup didasarkan atas pertimbangan antara lain membahayakan keamanan dan atau kedaulatan negara, dapat merusak kesehatan, moral masyarakat dan norma agama.

– Penetapan bidang usaha yang tertutup didasarkan atas pertimbangan antara lain membahayakan keamanan dan atau kedaulatan negara, dapat merusak kesehatan, moral masyarakat dan norma agama.
– Penetapan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan tertentu didasarkan atas pertimbangan antara lain lokasi, proses produksi, bahan baku, skala produksi, dan pengembangan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi.
Untuk bidang usaha modal asing, ketentuannya sebagai berikut.
– Ps 12(1), bahwa  semua   bidang   usaha  atau  jenis   usaha   terbuka   bagi kegiatan penanaman modal, kecuali bidang usaha atau  jenis  usaha  yang dinyatakan tertutup dan terbuka dg persyaratan.
– Ps 12(2),  bidang  usaha  yang  tertutup  secara  mutlak bagi PMA adalah :
  a) Produksi senjata,  mesiu,  alat  peledak  dan  peralatan  perang;

b) Bidang usaha yang secara eksplisit dinyatakan tertutup berdasarkan UU.

– Ps 12(4),  kriteria   dan  persyaratan   bidang   usaha   yang   tertutup   dan terbuka dengan persyaratan.

– Tanggal 4 Juli 2007,  telah dikeluarkan Perpres  No. 76/2007 tentang Kriteria dan persyaratan  penyusunan  bidang  usaha  yang tertutup dan terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal;   dan   Perpres   No. 77/2007 tentang Daftar Bidang Usaha  yang  tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal.

Bangsa dan negara

8 Jun

Bangsa adalah sekelompok besar manusia yang mendiami satu kesatuan wilayah, memiliki kesamaan cita-cita, nasib, karakter, adat istiadat, budaya, moral, dan hukum yang terkait menjadi satu karena keinginan dan pengalaman sejarah masa lalu.

Negara adalah organisasi sosial yang memiliki suatu wilayah tertentu, memiliki pemerintahan yang berdaulat dan ditaati oleh rakyatnya untuk mencapai tujuan.

Tugu negara 0312

Tugu negara 0312 (Photo credit: Wikipedia)

Unsur-unsur terbentuknya negara:

a. Unsur konstitutif / mutlak:

  1. Rakyat
  2. Wilayah / daerah:
    • Daratan
    • Lautan
    • Udara
  3. Pemerintah yang berdaulat

b. Unsur deklaratif ( pengakuan dari negara lain)

  1. De facto, ialah pengakuan negara lain berdasarkan fakta bahwa negara itu ada dan bersifat sementara.
  2. De jure, ialah pengakuan terhadap suatu negara secara resmi dan negara itu memenuhi persyaratan hukum internasional.

Pengakuan dari negara lain bagi suatu negara sangat penting karena dengan adanya pengakuan tersebut sebuah negara akan:

  1. Diterima kehadirannya dan dihargai oleh negara lain.
  2. Pasti status negaranya dan tidak diragukan lagi sehingga mempermudah dalam menjalin hubungan dengan negara lain.
  3. Mudah untuk turut berpartisipasi dalam pergaulan internasional.

Asal mula terjadinya negara

a. Terjadinya negara secara primer

  1. Persekutuan masyarakat / suku ( genootschap), adalah kelompok individu sederhana yang memiliki hukum dan bertujuan untuk mencapai kepentingan bersama.
  2. Kerajaan / rijk, adalah gabungan kelompok-kelompok individu yang telah memiliki kesadaran akan hak milik atas tanah dan menimbulkan penguasa-penguasa.
  3. Negara / stat, adalah kehidupan berkelompok yang telah memiliki perangkat pemerintahan untuk mengatur kehidupannya dan biasanya bersifat absolut.
  4. Negara demokrasi / democratische natie, adalah kehidupan pemerintahan yang kekuasaan tertingginya berada di tangan rakyat.

    Bahasa Indonesia: Jalan Negara (Trans Kalimant...

    Bahasa Indonesia: Jalan Negara (Trans Kalimantan) yang melintasi kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. (Photo credit: Wikipedia)

b. Terjadinya negara secara sekunder / faktual

  1. Occupatie ( pendudukan), adalah suatu daerah tak bertuan, kemudian diduduki oleh suatu bangsa dan didikanlah sebuah negara.
  2. Fusi (penggabungan), adalah gabungan beberapa negara yang melebur menjadi satu negara baru.
  3. Anexatie (penaklukan), adalah suatu negara menaklukan suatu daerah dari negara lain tanpa ada reaksi, dan kemudian berdirilah negara baru di wilayah itu.
  4. Cessie (penyerahan), adalah suatu wilayah yang diserahkan kepada negara lain karena suatu perjanjian.
  5. Inovation (pembentukan baru), adalah suatu negara pecah atau lenyap, lalu di wilayah tersebut muncul negara baru.
  6. Separatie (pemisahan), adalah suatu daerah yang semula termasuk wilayah dari negara tertentu, kemudian melepaskan diri menjadi suatu negara merdeka.
  7. Proclamation (proklamasi), adalah suatu negara yang memerdekakan dirinya dari penjajahan negara lain.

c. Terjadinya negara secara teoritis

  1. Teori ketuhanan, ialah teori yang menyatakan segalanya adalah kehendak tuhan, dan terjadinya negara pun adalah kehendak tuhan.
  2. Teori kekuasaan, ialah teori yang menyatakan bahwa negara terbentuk karena kekuasaan.
  3. Teori perjanjian masyarakat, ialah teori yang menyatakan negara terbentuk karena adanya perjanjian antarindividu dalam masyarakat untuk membentuk suatu negara.
  4. Teori hukum alam, ialah teori yang menyatakan bahwa negara tebentuk karena hukum alam.

    ricefield

    ricefield (Photo credit: Adi Setiawan)

Bentuk-bentuk negara

  1. Negara kesatuan, adalah suatu negara merdeka dan berdaulat, hanya ada satu pemerintahan yang mengatur seluruh daerah.
  2. Negara serikat / federasi, adalah suatu negara merdeka dan berdaulat serta berdiri sendiri, kemudian menggabungkan diri dalam suatu negara serikat sehingga menjadi negara bagian yang melepaskan kekuasaannya pada negara serikat itu.
  3. Negara dominion, adalah suatu negara yang tadinya adalah negara jajahan Inggris yang telah merdeka dan berdaulat, termasuk mengurus politik ke dalam dan ke luar negeri, kemudian mengakui raja / ratu inggris sebagai pemimpinnya, sebagai lambang persatuan mereka.
  4. Negara protektorat, adalah suatu negara yang berada di bawah lindungan negara pelindung (suzeren), biasanya soal hubungan luar negeri dan pertahanan.
  5. Negara uni, adalah dua atau lebih negara yang masing-masing merdeka dan berdaulat tetapi memiliki satu kepala negara yang sama.
  6. Negara mandat dan tust:
  • Negara mandat adalah negara bekas jajahan kalah perang dalam perang dunia 2 dan diatur oleh pemerintah perwalian dengan pengawasan komisi mandat PBB.
  • Negara trust adalah negara-negara yang pemerintahannya diawasi dewan perwakilan PBB.

Fungsi negara

1. Fungsi mutlak:

  • Penertib masyarakat
  • Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat
  • Pertahanan
  • Menegakkan keadilan

2. Fungsi reguler:

  • Pemelihara ketenangan dan ketertiban
  • Sebagai diplomatik hubungan dengan negara lain
  • Sebagai sumber hukum
  • Sebagai pelaksana keinginan rakyat

3. Fungsi agent of development:

  • Penyetabil keadaan
  • Inovator pembangunan bagi rakyatnya

Teori tentang tujuan negara

Image of Makam Pahlawan with the Masjid Negara...

Image of Makam Pahlawan with the Masjid Negara in the background (Photo credit: Wikipedia)

a. Teori kekuasaan negara

  1. Shang Yang, negara bertujuan untuk mencapai kekuasaan sebesar-besarnya dengan menjadikan rakyat miskin, lemah, dan bodoh.
  2. Niccollo Machiavelli, negara bertujuan mencapai kekuasaan dengan cara si raja boleh licik, kejam, dan tidak berkeprimanusiaan untuk mencapai ketertiban dan kepentingan negara.

b. Teori perdamaian dunia

  1. Dante Alleghieri, perdamaian dunia akan terwujud  bila hanya ada satu imperium yang berada di bawah satu kekaisaran dan hanya memiliki satu undang-undang untuk seluruh rakyat.

c. Teori jaminan hak dan kebebasan

  1. Immanuel Kant, penjaminan hak dan kebebasan dengan menciptakan satu sistem hukum.
  2. Kranenburg, negara bertujuan untuk menjamin ketertiban masyarakat dan menyejahterakan warga negaranya.

Teori jaminan hak dan kebebasan oleh Kranenburg sangat sesuai untuk negara-negara saat ini. Tetapi teori-teori yang lain mungkin bisa diterapkan pada situasi-situasi tertentu saja.

Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial

8 Jun

Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan pengertian manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.

Manusia sebagai makhluk individu berarti manusia memiliki keperluan, kepentingan, atau cita-cita yang berbeda-beda dalam suatu hal. Sedangkan manusia sebagai makhluk sosial berarti manusia hidup berkelompok, memiliki kemampuan berkomunikasi, kesamaan rasa, atau bekerja sama yang dirangkum dalam nilai kesatuan, nilai solidaritas, nilai kebersamaan, dan nilai berorganisasi.

MELODY CONVERTER Assembly Language-Tugas I Pengantar Organisasi Komputer

6 Jun

Pada tugas I, Anda diminta untuk membuat converter lagu dari not angka diterjemahkan menjadi lafal nada tersebut, atau pun sebaliknya. Misalnya, 1 = Do, 2 = Re, dst. Input not angka lagu ini diletakkan di flash / program memory. Kemudian, hasil outputnya harus Anda tampilkan di LCD.

Contoh:

Input di flash : 1 2 3

Output di LCD : c d e

 

Input di Flash : c d e

Output di LCD : 1 2 3

 

Input di Flash : 1 d 3

Output Di LCD : c 2 e

 

Kemudian, program tersebut dapat menggunakan operator #. Operator # ini menaikkan tangga nada setengah kali.

#1 = cis

#(1 2) = cis dis

#(1 2 3) = cis dis es

##(1 2 3) = d e f

Not atau not-not angka yang dikenai operator #, terletak pada satu baris yang sama.

 

C D E F G A B = 1 2 3 4 5 6 7

Kode Programnya:


.include "m8515def.inc"

 

.def temp = r16

.def inputR = r17        ; Register that saves input

.def outputR = r18    ; Register that saves output

.def PB = r19                 ; output portB di LCD

.def cKres = r21           ; counter of #

.def lingkup =  r22     ; as a status bit is there are any # next to the local input

 

rjmp   START

 

INIT_LCD:

cbi PORTA,1

ldi PB,0x38

out PORTB,PB

sbi PORTA,0 ; SETB EN

cbi PORTA,0

rcall WAIT_LCD

 

cbi PORTA,1

ldi PB,$0E

out PORTB,PB

sbi PORTA,0

cbi PORTA,0

rcall WAIT_LCD

cbi PORTA,1

ldi PB,$06

out PORTB,PB

sbi PORTA,0 ; SETB EN

cbi PORTA,0

rcall WAIT_LCD

ret

 

CLEAR_LCD:

cbi PORTA,1

ldi PB,$01

out PORTB,PB

sbi PORTA,0 ; SETB EN

cbi PORTA,0

rcall WAIT_LCD

ret

 

WAIT_LCD:

ldi temp, 4

CONT:

dec temp

brne CONT

ret

 

input:

.db "#(12)"

.db                           0                     ; the end of input

 

 

START:

ldi temp,low(RAMEND)

out SPL,temp

ldi temp,high(RAMEND)

out SPH,temp

 

rcall INIT_LCD

rcall CLEAR_LCD

ser temp

 

; initilize port outputR n B as output

out DDRA,temp

out DDRB,temp

 

ldi ZH,high(2*input)

ldi ZL,low(2*input)

 

push cKres                                 ; push the value of cKres which is 0

ldi lingkup,1                             ; set T

rjmp LoadInput

 

LoadInput:

lpm                           inputR,Z+

tst      inputR

breq  quit

cpi     inputR,'A'                                               ; if Capital or not (Letter)

brsh   toLetter

cpi     inputR,'1'                                               ; if Number

brsh                          angka

cpi     inputR,'('

breq  bukaKurung

cpi     inputR,')'

breq  tutupKurung

cpi     inputR,'#'

breq  kres

rjmp  LoadInput

 

kres:

inc     cKres

ldi      lingkup,1

rjmp  LoadInput

 

 

bukaKurung:

pop                            temp       ; get the cKres value that will affect this char input

push  temp        ; save the cKres value that maybe will affect the       next   char input

add                         cKres,temp  ;so now the total cKress that will affect just for this char input

push  cKres        ; and save it

ldi       lingkup,0                      ; assign F (to go to the next char input)

ldi       cKres,0   ; assign 0 (to go to the next char input)

rjmp   LoadInput

 

tutupKurung:

pop inputR

ldi lingkup,0                             ;assign F (to go to the next char input)

rjmp LoadInput

 

write:

sbi PORTA,1       ; SETB RS

out PORTB, outputR

sbi PORTA,0       ; SETB EN

cbi PORTA,0      ; CLR EN

ret

 

QUIT :

rjmp QUIT

 

toLetter:

rjmp Letter

 

toLoadInput:

rjmp LoadInput

 

angka:

subi                         inputR,'1'                          ;to get the difference value (0-8) not in asci

add                         inputR,inputR                ;mul (*2) to make it easy in finding the output text whether it is affected with # or not

 

pop                         temp    ;get the value of how many "#" that has already been found

push  temp  ;store it in stack again

add                         inputR,temp     ; inputR +=cKres

cpi   lingkup,1           ; cp if there are any single "#" next to the number(of input)

breq  jlhKres

rjmp  cekValue

 

JlhKres:

add inputR, cKres

 

cekValue:

ldi lingkup,0    ;there's no # next to the input so set F

ldi cKres,0       ;so there's no need push action (no need to update cKres)

tst inputR

 

;check the value of inputR

InRangeorNot:

breq cetakC      dec inputR

breq cetakCis   dec inputR

breq cetakD      dec inputR

breq cetakDis  dec inputR

breq cetakE       dec inputR

breq cetakEs     dec inputR

breq cetakF       dec inputR

breq cetakFis   dec inputR

breq cetakG      dec inputR

breq cetakGis  dec inputR

breq cetakA      dec inputR

breq cetakAis   dec inputR

breq cetakB      dec inputR

breq cetakBis   dec inputR

rjmp InRangeorNot  ;if inputs>7 than decrement it until equals with the suitable one

 

cetakC:

ldi outputR, 'C'                        rcall write

rjmp toLoadInput

cetakCis:

ldi outputR, 'C'                        rcall write

ldi outputR, 'i' rcall write

ldi outputR, 's'                         rcall write

rjmp toLoadInput

 

cetakD:

ldi outputR, 'D'                       rcall write

rjmp toLoadInput

cetakDis:

ldi outputR, 'D'                       rcall write

ldi outputR, 'i' rcall write

ldi outputR, 's'                         rcall write

rjmp toLoadInput

 

cetakE:

ldi outputR, 'E'                        rcall write

rjmp toLoadInput

cetakEs:

ldi outputR, 'E'                        rcall write

ldi outputR, 's'                         rcall write

rjmp toLoadInput

 

cetakF:

ldi outputR, 'F'                        rcall write

rjmp toLoadInput

cetakFis:

ldi outputR, 'F'                        rcall write

ldi outputR, 'i' rcall write

ldi outputR, 's'                         rcall write

rjmp toLoadInput

 

cetakG:

ldi outputR, 'G'                       rcall write

rjmp toLoadInput

cetakGis:

ldi outputR, 'G'                       rcall write

ldi outputR, 'i' rcall write

ldi outputR, 's'                         rcall write

rjmp toLoadInput

 

cetakA:

ldi outputR, 'A'                        rcall write

rjmp toLoadInput

cetakAis:

ldi outputR, 'A'                        rcall write

ldi outputR, 'i' rcall write

ldi outputR, 's'

rcall write          rjmp toLoadInput

 

cetakB:

ldi outputR, 'B'                        rcall write

rjmp toLoadInput

cetakBis:

ldi outputR, 'B'                        rcall write

ldi outputR, 'i' rcall write

ldi outputR, 's'                         rcall write

rjmp toLoadInput

 

sub20:

subi inputR, $20   ; the difference between small caps and capital is $20

rjmp PreValue

 

Letter:

cpi inputR,$60                             ;if small caps then convert it to the capital one

brsh sub20

 

 

PreValue:  ;if the input has already been in Capital Letter so

subi inputR, $12  ;get the value that represents in number

pop temp           ;get the value of cKres

push temp

 

cpi lingkup,1    ;check if there are any #next to the input that has already been update

breq jlhKresF

rjmp PreNext

 

JlhKresF:                                                                                                                            ;

add temp, cKres  ;temp is filled with the total cKress value that this input get affected

 

PreNext:

ldi cKres,0         ;set 0 utk jlh cKres yg hanya berhubungan dgn input sekrg utk tdk mengefek pd input sesudahnya

rjmp loop

 

add7:

; if it is A n B then add 7 to it, in intend to gain the correct output that ought to be

ldi r20,7

add inputR,r20

rjmp Output_angka

 

loop:

subi temp, $2; is k larger set c flag

in r19, SREG

brsh tambah1 ; maonya clear

 

continue:

out SREG, r19  ; get the saved one of status register

brmi cetakKres                       ; if the Negative flag from SREG is 1 go to cetakKres

tst temp              ; jika cKres == 0

breq Value

rjmp loop

 

Value:

cpi inputR,'1'   ; for letter A,B compare if the input(that has been represented in number) is lower than 1 or not

brlo add7

 

Output_angka:

;if the answer has already been the correct answer then print it

mov outputR,inputR

rcall write

rjmp LoadInput                                              ;check the next character of the input

 

tambah1:

inc inputR

rjmp continue

 

cetakKres:

inc temp                    ;make temp register not negative

inc temp

cpi temp,$0

breq Value

ldi outputR,'#'        ; jika input yg bersangkutan jumlah # nya ganjil maka ada #

rcall write

rjmp Value